Kepergian Euis, Cermin Hancurnya Jabar
Kompas/Didit Putra Erlangga
Syam Bimbo
Kamis, 11 Agustus 2011 | 11:16 WIB

BANDUNG, KOMPAS.com — Kepergian Euis Komariah, maestro tembang
Cianjur, dimaknai sebagai salah satu cerminan hancurnya kesenian
tradisi Jawa Barat. Perhatian generasi muda terhadap kesenian tradisi
sangat minim.

Hal itu diutarakan Syam Bimbo, salah satu seniman yang turut mengantar
kepergian Euis di rumah duka di Jalan Kopo, Bandung. Dia miris melihat
rendahnya apresiasi terhadap seniman tradisi.

"Suku lain sedang mencari jati dirinya, tetapi Sunda justru
mencampakkannya," kata Syam yang punya nama panjang Syamsuddin, Kamis
(11/8/2011).

Pemerintah juga dinilai tidak melindungi para seniman dari pembajakan.
Dia membandingkan teroris yang bersembunyi di tempat kecil saja bisa
ketemu, sementara pembajak musik seniman yang punya pabrik besar tidak
tersentuh selama 30 tahun.

Menyinggung soal Euis, Syam berkata bahwa almarhumah beberapa kali
memberikan kuliah mengenai seni tradisional sampai ke Amerika Serikat.
Namun, perhatian dari pemerintah justru sangat minim.

Didit Putra Erlangga Rahardjo

Dapatkan artikel ini di URL:
http://www.kompas.com/read/xml/2011/08/11/11160515/Kepergian.Euis.Cermin.Hancurnya.Jabar


------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke