Aya paribasa.. Enya bener lalaki teh kepala (head alias hulu), but we're the 
neck. Nu muterkeun, luak-lieuk, menopang the head. Kitu saur na teh Abah.

www.bioeti.com 
Powered by Telkomsel BlackBerry®mun mayar nyambung mun teu mayar ngaleos

-----Original Message-----
From: "Abbas" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Wed, 28 Dec 2011 02:12:47 
To: <[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [kisunda] Sungai Melayang - Re: AMDAL

Jadi Mang Kabayan masalah awewe jadi pamingpin urang tuup we nya ?

--- In [email protected], "Mang Kabayan" <dkabayan@...> wrote:
>
> Lain Mang Irpan tong boroning jalan biasa nu kabanjiran dalah jembatan layang 
> pasupati oge kabanjiran hahaha... Jadi satu satunya tah di Dunia "sungai" 
> yang melayang ya di Bandung wkwkwk. 
> 
> Mamang sabenerna sudah ngingetan menjelang musim hujan teh... Ngimel ciiiik 
> tatan-tatan/ siap sedia... Gorong-2, saluran air, drainase, solokan, ceeeeek 
> pastikeun tidak ada yg mangpet wkwkwk. 
> 
> Atuda tidak ngagugu jadinya yaaah bagaimana kumaha akhirnya banjiiir dah 
> hehehe. Jangan nyalahkeun ka cai atuh... Da hakekatnyah air mah mengalir ti 
> luhur ka handap hehehe... Lamun kapempet nya ngajedog tah cai... Lila-2 
> ngagenang jadi weh banjir hehehe.
> 
> Nuhuuuuuns,
> Mang Kabayan
> www.dkabayan.com
> ti urang, ku urang, keur balarea
> 
> -----Original Message-----
> From: Irpan Rispandi <mr.rispandi@...>
> Sender: [email protected]
> Date: Tue, 27 Dec 2011 15:23:24 
> To: <[email protected]>
> Reply-To: [email protected]
> Cc: <[email protected]>
> Subject: [kisunda] AMDAL
> 
> Kuring Curhat yeuh..
> hampura teu disundakeun.
> 
> AMDAL
> 
> "Gunung kayuan, lamping awian, lebak sawahan, legok balongan jeung datar 
> imahan. Gunung teu meunang dilebur lebak teu meunang diruksak. Ka cai 
> jadi saleuwi ka darat jadi salebak. Sing runtut raut sauyunan sabobot 
> sapihanéan
> Mipit kudu amit ngala kudu ménta. Sing kacukcruk walunganana sing 
> kapapay wahanganana. Nété tarajé nincak hambalan"
> 
> Untaian kalimat diatas merupakan sebuah hukum adat dari masyarakat adat 
> Cibedug, yang ada di Kab. Lebak, Prov. Banten. Artinya kurang lebih 
> demikian:
> "Gunung tanamilah kayu, tebing tanamilah bambu, lembah jadikan sawah, 
> lubang jadikan kolam, didataran dirikan rumah. Gunung tak boleh dilebur, 
> lembah tak boleh dirusak. Hiduplah yang rukun antara sesama manusia. 
> Kalau mau memetik atau mengambil hasil alam, haruslah minta ijin, tidak 
> mencuri atau mengambil sembarangan. Jagalah sungai dari hulu sampai 
> hilir. Jangan menginginkan jalan pintas, lakukanlah sesuai peraturannya."
> 
> Andai saja semua orang selalu menjaga perilakunya agar senantiasa 
> selaras dengan alam, maka segala bencana (tak perlu) yang menimpa kita 
> harusnya tidak pernah ada. Kalaupun bencana itu datang, seyogyanya 
> berasal dari kehendak alam seperti gunung meletus atau gempa bumi. 
> Adapun banjir, kebakaran hutan, dll, sebenarnya tidak perlu terjadi. 
> Karena kesemuanya akibat tingkah laku manusia yang tidak lagi menjaga 
> keselarasan dengan alam.
> 
> Ok, cukup dengan pidatonya ^_^. Sebenarnya saya hanya ingin 
> mengungkapkan kekesalan saya karena terjebak banjir di Bandung. 
> Ceritanya saya kemarin mudik. Pas kembali ke Jakarta, bis yang saya 
> tumpangi terjebak kemacetan luar biasa di daerah Rancaekek, Bandung. 
> Waktu tempuh Garut-Jakarta normalnya adalah 4-5jam. Namun akibat banjir 
> kemarin, waktunya molor jadi 10 jam! Bis yang saya tumpangi stuck lebih 
> dari 5 jam, karena jalanannya terendam banjir.
> 
> Karena jalanan digenangi air sampai sepaha orang dewasa, maka 
> mobil-mobil kecil seperti sedan dan minibus, tidak  bisa lewat. 
> Sebenarnya bis dan mobil besar lainya bisa lewat, namun karena jalannya 
> tertutup mobil-mobil kecil, maka bis pun jadi tak bisa lewat. Jadilah 
> kami menikmati 'wisata air'dulu selama 5 jam.^_^
> 
> Daerah yang banjir kemarin berada di kawasan industri, ada banyak pabrik 
> yang berdiri disana. Dan berdasarkan percakapan antara supir bus dan 
> penumpang yang sempat saya dengar, banjir di daerah ini merupakan hal 
> biasa yang terjadi tiap tahun. Banjir akan melanda jika musim hujan datang.
> 
> Hal biasa? tiap tahun? ehm... tok..tok..tok...bapak walikotanya ada? 
> Bagaimana bisa bencana kemanusiaan yang menghancurkan urat nadi 
> kehidupan masyarakat (lebay ^_^) dibiarkan terus terjadi setiap tahun.
> 
> Saya jadi ingat sebuah akronim AMDAL = Analisis Mengenai Dampak 
> Lingkungan. AMDAL ini dilakukan ketika sebuah usaha akan didirikan di 
> suatu daerah. Sebelum sebuah usaha diijinkan beroperasi di suatu tempat, 
> terlebih dahulu akan dilakukan analisa tentang dampak operasi usaha 
> tersebut terhadap lingkungan sekitar. Jika dampaknya buruk bagi 
> lingkungan, maka usaha tersebut tidak akan diijinkan beroperasi. 
> Seharusnya. ^_^
> 
> Nah, untuk kejadian Annual Banjir of the World kemarin, dimana AMDALnya 
> ya? dan yang lebih penting lagi, kenapa bisa jadi acara tahunan? 
> Tidakkah pak walikota mengetahuinya. Tidakkah bapak Presiden Direktur 
> Komisaris PT. UMR AJA mengetahui adanya 'wisata air' yang terjadi di 
> halaman pabriknya? Gak mungkin kalau tidak tahu. Lha terus kenapa dibiarin?
> 
> Gunung teu meunang di lebur, lebak teu meunang diruksak. Kalau gunung 
> rusak lembahnya rusak, banjirlah jadinya. Saya tidak tahu pasti seberapa 
> jauh kerusakan gunung dan lembah yang terjadi di Bandung, namun kalau 
> melihat banjir yang sedemikian, maka tentulah kerusakannya sudah parah. 
> Dan kalau sudah terjadi bencana, maka yang menderita biasanya rakyat 
> kecil, "nu teu mais teu meuleum" (yang nggak tau apa-apa). Bapak 
> walikota, rumahnya biasanya di kawasan elit yang aman banjir, pemilik 
> PT. UMR AJA juga pastinya gak tinggal di daerah rawan banjir lah. Jadi 
> kalaupun terjadi banjir, bapak walikota aman dirumahnya, pak Pengusaha 
> juga sama.
> 
> Satu hal lagi yang saya penasaran adalah, penduduk sekitar sana yang 
> rumahnya selalu terendam banjir, mereka nggak protes apa? Atau sudah? 
> Kalau sudah, kenapa masih banjir juga?
> 
> Sebagai pembayar pajak yang menggaji pemerintah, bukankah kita punya hak 
> menuntut penyelesaian masalah banjir ini? "nggak mau tahu pokoknya itu 
> masalah banjir harus selesai, lo mau bikin kanal kek, bikin waduk kek, 
> mau lo minum juga terserah, yang penting gak ada banjir! kalo nggak, lo 
> kagak gue kasi gaji lagi, mau?!"
> he..he..he... mimpi.
>



Kirim email ke