Ieu mah pan, mung sakadar pamikiran akal sehat (common sense). Teu aya dasar argumen kuat, komo bari jeung ngaitkeun Departemen Agama gudang korupsi. Beda pisan departemen (instansi pamarentah) jeung partai politik anu asasna Islam. Jadi argumenna menyesatkeun.
Mun teu lepat mah, Adnan Buyung Nasution, nyandak doktor di bidang politik di Walanda. Disertasina aya pakaitna sareng Pemilu taun 1955. Dina disertasina didadarkeun naon wae anu jadi perdebatan di kalangan partai politik, sareng kumaha perjuangananana parpol Islam usaha sangkan Islam jadi Dasar Nagara. Harita teh cenah "nyaris" partai Islam ngagolkeun usahana. Tapi Bung Karno ngadadak ngaluarkeun dekrit 5 Juli, NKRI kembali memakai UUD 1945. Mun teu lepat mah Majalah Tempo kantos wawancara sareng ngupas disertasina Adnan Buyung Nasution. mrachmatrawyani ________________________________ From: Abbas Amin <[email protected]> To: wanita - muslimah <[email protected]> Cc: kisunda <[email protected]>; urangsunda <[email protected]> Sent: Monday, April 2, 2012 5:40 PM Subject: [kisunda] Fw: Mengapa Partai Islam kalah di NKRI --- On Tue, 3/4/12, Abbas Amin <[email protected]> wrote: >From: Abbas Amin <[email protected]> >Subject: Mengapa Partai Islam kalah di NKRI >To: "proletar" <[email protected]>, [email protected] >Received: Tuesday, 3 April, 2012, 12:38 AM > > >Kita tahu dari statistik yang ada, bahwa Islam adalah agama mayoritas di NKRI; >kenapa toh dalam setiap Pemilu; kecuali Pemilu 1955; Partai Islam selalu kalah >? > >Mengapa Umat Islam tidak bersatu padu dalam menghadapi PEMILU ? > >Semuanya ini setelah diteliti adalah masalah kepercayaan; tapi bukan masalah >keimanan. > >Mereka, rakyat kurang percaya akan kebenaran merekaa2 yang mencanangkan Islam >secara Politik; mereka bukan tidak yakin akan kebenaran Islam; tapi mereka >tidak percaya sepenuhnya akan maanusia2 yang menjadi Pemimpin Islam. Apalagi >banyak Bukti, justru DEPAG adalah Dep yang banyak juga korupsinya. > >Bagaimana mungkin umat Islam sebagai rakyat awam akan bisa atau mau mengikuti >pemimpin Umat seperti itu ? Para Pemimpin hanya mampu menyodorkan Hadits2 tapi >bukan praktek nyata yang disodorkan; sehingga akibatnya slogan2 diterima dingin sama umat; maka umatpun lari mencari PARTAI yang lebih bisa diyakini akan membawa kesejahteraan buat mereka. > >Rakyat kini sudah tak suka mendengar slogan2 kosong mengenai sorga dsb mereka >cenderung mengharapkan kiprah nyata para Dai; bukan berdasar ayat Qur_an yang >bahkan menurut mata masyarakat umat, hanya lips service saja; jadi hanya >merupakan pembodohan saja; apalagi yang diperjuangkan sangat jauh dari Islami. > >Mereka ragu akan keihlasan para pemuka Partai Islam; karena memang belum >membuktikan kiprah mereka secara nyata. Mereka orang anggap menganggap bahwa >Quran bukan dipraktekkan dengan nyata; tapi malah dijadikaan alat hanya untuk >menarik ke Partai Islam. Dan merekapun lebih2 ragu lagi dengan kenyataan >terjadi banyak perbedaan dikalangan Umat Islam atau para pemimpin Islam itu >sendiri. Terbukti dengan lahirnya banyak Partai2 Islam; yang menamakan diri >Partai Islam. > >Jadi akhirnya menimbulkan pertanyaan :Partai Islam tuh yang mana sih ? > >Jangan salahkan Umat Islam kenapa tak milih Partai Islam; salahkan diri >sendiri yang tak mampu menarik Umat Islam kedalam wadah Partai Islam. > >Mungkin juga dari awal perjuangan Islam melalui Partai hanyalah basa basi >saja; jauh dilubuk hati para pemimpin itu adalah lezatnya jadi pemimpin >Partai, yang akhirnya KEDUDUKAN. Dan kalau begitu memang itu adalah DUNIAWI >sekali Hubud Dunya. Maka Wajar Tuhan tak memberi kemenangan pada mereka; >apalagi tak ada persatuan dan kesatuan diantara mereka. > >Jadi bukan Islam nya yang kalah, tapi pemimpin Islamnya yang kurang Pandai. > >
