----- Pesan yang Diteruskan -----
Dari: Sp Saprudin <[email protected]>
Kepada: "[email protected]" <[email protected]>
Dikirim: Jumat, 1 Juni 2012 10:18
Judul: [WongBanten] Menjaga Lingkungan Hidup
Saudara, kita kita renungkan betapa besar manfaat pohon bagi kelangsungan hidup
manusia.. Pohon memberikan banyak manfaat bagi kehidupan manusia. Adapun
manfaat pohon diantaranya adalah :
1. Estetis. Pohon yang merimbun dengan dedaunan yang hijau merupakan suatu
pemandangan yang indah dan menyejukan.
2. Hidrologis. Pohon mempunyai struktur akar yang mampu menyerap air apabila
hujan turun. Bayangkan kalau tidak ada pohon, hujan turun tanpa ada yang
menyerap, kira-kira manusia punya tidak cadangan air. Bukankah kita bisa
menggali lobang untuk membuat sumur untuk mengambil air pada dasarnya adalah
hasil kerja pohon yang menyimpan air.
3. Klimatologis. Jika iklim berjalan dengan nromal mangka kelangsungan hidup
manusiapun akan berjalan dengan normal pula. Sudah nyata dan terbukti sekarang,
dimana iklim sudah mulai tidak normal, kita bsia memperhatikan dua musim yaitu
musim hujan dan musim kemarau. Perhitungan normal kita bahwa musim penghujan di
awali pada bulan Nopember tahun berjalan s/d Maret tahun depan.
Sekarang kenyataannya bahwa dua musim ini sudah terganggu sistemnya.
4. Ekologis. Keseimbangan lingkungan hidup bukan hanya monopoli manusia, bahkan
seluruh makluk hidup di muka bumi saling ketergantungan. Jika salah satunya
hilang (musnah) maka kehidupan mahluk lainnyapun akan kena dampaknya.
5. Protektif. Pohon dapat berguna untuk melindungi dari terik matahari, peredam
suara bising dan tiupan angin. Bayang kan tanpa pohon, tukang ojeg di pangkalan
akan berteduh dimana? Walaupun ada gubuk rasanya tidak nyaman karena kegerahan,
berbeda jika pohon tegak berdiri di samping gubuk, walaupun ada sengatan
matahari, akan berasa sejuk.
6. Higienis. Adanya pohon dapat menyaring polusi udara, polusi dapat dikurangi
karena adanya pohon dimana daun-daunnya dapat menyerap debu dan menghisap
kotoran udara. Disamping itu pohon dapat menghasilkan oksigen yang sangat
dibutuhkan oleh manusia juga oleh seluruh satwa (binatang) dari remetuk hingga
gajah.
7. Edukatif. Pohon sebagai inspirasi Ilmu Pengetahuan.
Nah, itulah beberapa manfaat pohon sebagai bagian dari sistem keseimbangan
alam. Lalu saya sandingkan dengan Titah Allah yang ada dalam Al Qur'an
berkaitan dengan alam dan lingkungan hidup. Di dalam al Qur'an ayat yang
pertama diwahyukan kepada Nabi Muhammad Saw. adalah tentang "membaca". Banyak
definisi mufasir yang mengungkapkan bahwa membaca disini bukan sekedar membaca
buku, melainkan jauh maknanya yaitu "membaca alam". Untuk membaca alam
diperlukan ilmu pengetahuan dan teknologi. Ilmu pengetahuan dan teknologi itu
sendiri merupakan hasil kreativitas manusia dalam rangka menghadapi kehidupan
di dunia. Sebagai hasil olahan manusia, maka ilmu pengetahuan dan teknologi
dapat memberikan manfaat kepada manusia dan alam sekitarnya, tapi tidak
mustahil juga mendatangkan banyak mudarotnya. Oleh karena ilmu pengetahuan dan
teknologi merupakan kreativitas manusia, dimana ilmu pengetahuan dan teknologi
itu tercipta karena ada organ tubuh manusia yang sangat
canggih yaitu "akal". Allah Swt. telah memberikan alat paling ampuh kepada
manusia (akal), hal ini harus diimbangi dengan qalbu atau nurani. Tanpa qalbu
yang nantinya dicerminkan dalam etika berkehidupan, kekuatan akal itulah yang
akan menghancurkan dunia. Akal manusia cenderung berusaha meningkatkan
efisiensi dan efektivitas. Bahkan bila tidak menggunakan hati nurani, tidak
jarang manusia berusaha mencari-cari yang efisien dan efektif untuk
menghancurkan orang lain. Pemboman misalnya adalah suatu cara yang efektif
dalam menghabiskan nyawa orang lain dan sekaligus juga merusak lingkungan. Ini
yang dirasakan secara langsung. Yang tidak dirasakan secara langsung, bahkan
cenderung tidak diprogramkan, misalnya pembuatan anti hama dan penyakit
tanaman, zat pembersih dan lain-lainnya secara tidak disengaja juga bisa
merusak lingkungan hidup. Dalam surat Ar-Rum ayat 41 pernah diingatkan Allah
SWT.
"Telah
terjadi kerusakan di darat dan laut karena perbuatan tangan-tangan
manusia"Jadi, pada umumnya kerusakan lingkungan hidup itu sendiri bermuara pada
ulah tangan-tangan manusia, diantaranya hancurnya hutan, musnahnya
binatang-binatang langka, hilangnya keindahan alam, kotornya udara, kotornya
sungai-sungai dan laut termasuk meluapnya lumpur Lapindo serta kehancuran
lainnya
Untuk itu diperlukan dimensi etika untuk berperilaku sesuai dengan Sunatullah.
Etika berhubungan dengan alam meliputi keindahan (beautiful), keteraturan
(order) dan keharmonisan. Bukan sekedar rule of conduct yang tertera
berlembar-lembar pada peraturan-peraturan atau regulasi tanpa makna. Semua
serba formalitas. Pasal demi pasal telah dibahas, tetapi kerusakan lingkungan
hidup terus berlangsung. Hal ini akibat tidak adanya rasa sensitifitas manusia
kepada alam dan kepedulian terhadap masa depan.
Tentang kepedulian terhadap masa depan dan konsep sustainabilitas, tercantum
dalam surah Al Hijr 19-20 :
"Dan
Kami hamparkan bumi. Kami pancangkan
gunung-gunung. Kami tumbuhkan diatasnya
segala sesuatu dengan berimbang. Dan
Kami sediakan disana berbagai sumber kehidupan untukmu. Begitu juga bagi
mereka yang rezekinya bukan
menjadi tanggung jawabmu”.
Surat di atas menggambarkan konsep keseimbangan ekosistem dan sustainabilitas.
Perhatikan kalimat terakhir yang menyatakan rezeki bagi mereka yang bukan
tanggung jawabmu. Artinya di sini manusia harus memperhatikan generasi
mendatang, generasi yang tidak langsung merupakan tanggung jawab manusia
sekarang. Bila generasi mendatang tidak perhatikan, niscaya bumi tempat tinggal
manusiaakan hancur lebur. Persoalannya manusia tidak mau menyadari bahwa mereka
telah berbuat kerusakan di muka bumi, seperti yang dituangkan dalam surat Al
Baqarah 11.
"Dan bila kepada mereka dikatakan "Janganlah membuat kerusakan di muka bumi".
Mereka menjawab : "Tidak, kami bahkan membuat perbaikan
(pembangunan)".Mendifinisikan secara sederhana kandungan ayat tersebut
berkaitan beberapa hal yang membuat jawaban mereka seperti itu, diantaranya :
1. Mereka tidak tahu, tapi mereka tidak menyadari
2. Mereka tidak tahu, tetapi mereka tidak mau belajar
3. Mereka tahu, tetapi mereka tidak peduli
4. Mereka tahu, tetapi mereka tidak berdaya
Empat kategori tersebut diatas, diperlukan peran pencerahan secara bijak dan
pendekatan agar mereka mau belajartentang lingkungan hidup dan kaitannya dengan
kehidupan generasi mendatang. Harus diperlihatkan apa manfaatnya bila kita
peduli terhadap alam. Termasuk di dalam berbisnis, jujur saja bila bisnis
itubersih dan peduli terhadap masa depan lingkungan hidup secara hakiki maka
bisnis tersebut akan bertahan lama, bahkan bisa selama-lamanya. Alampun akan
mendukung pebisnis yang beretika dan bermoral. Namun tidak tertutup kemungkinan
adanya suatu kelompok yang tahu tetapi tidak berdaya. Misalnya akibat desakan
ekonomi yang terus-terusan melilit, sehingga mereka melakukan perbuatan yang
tidak mereka inginkan tetapi terpaksa. Kelompok marjinal ini biasanya adalah
korban kebijakan penguasa, sehingga munculnya kemiskinan struktural. Di dalam
hal ini diperlukan adanya pemikiran mendasar terhadap konsep-konsep pembangunan
oleh para praktisi pembangunan negeri
ini agar serius dan betul-betul peduli terhadap masa depan bangsaterkait
dengan pembangunan yang berwawasan lingkungan. Jadi bukan sekedar hanya
menyelamatkan pembangunan jangka pendek, tetapi jangka panjang justru terjadi
keterpurukan.
Secara keseluruhan, terhadap keempat kategori ini Allah Ta’ala berfirman
(Al-Asr : 1-3).
”Demi
waktu, sungguh manusia berada dalam kerugian, kecuali mereka yang teguh beriman
dan mengerjakan amal kebaikan, dan saling menasehati dengan kebenaran, dan
saling menasehati dengan kesabaran.
Salam,
I. Saprudin
_._,_.___
Reply to sender | Reply to group | Reply via web post | Start a New Topic
Messages in this topic (2)
Recent Activity:
Visit Your Group
---------------------------------------------------------
Tetap Semangat Mencintai dan Membangun Banten!
---------------------------------------------------------
Switch to: Text-Only, Daily Digest • Unsubscribe • Terms of Use
.