Di nagara batur ngalajur nafsu sahwat bisa nyababkeun karir enggeusan alias
tamat. Beja nu haneut keneh Kapala CIA (Badan Intelejen Amerika) ngundurkeun
diri sabab katohyan salingkuh. Eta di nagara bebas bin liberal nu cenah moralna
kacida gorengna komo dina perkara eseks-eseks mah.
Tah ayeuna kumaha di nagara urang, khususna di urang sunda? Ceuk beja Bupati
Garut nu ayeuna keur jumeneng keneh, ngawin siri saurang budak awewe nu kakara
kaluar SMA. Kakara ge 4 poe, geus diserahkeun deui, da cenah teu parawan deui
(hartina geus diasaan heula??).
Lamun bener ieu beja, kira-kirana Sang Bupati bade ngundurkeun diri kitu siga
kapala CIA Amerika????
Wartosna nyanggakeun:
Kamis, 22 November 2012 | 14:58 WIB
Nikah 4 Hari, Janda Kencur Bupati Garut Stres
Besar Kecil Normal
TEMPO.CO, Garut - Bupati Garut, Jawa Barat, Aceng HM Fikri, dilaporkan ke
lembaga perlindungan perempuan. Aceng dituduh telah melakukan pelecehan terhadap
perempuan di bawah umur. "Kami saat ini sedang melakukan pendampingan kepada
korban," ujar Ketua Bidang Advokasi Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan
Perempuan dan Anak Kabupaten Garut, Nitta K Wijaya, Kamis, 22 November 2012.
Menurut dia, bentuk pelecehan yang dilakukan orang nomor satu di Garut itu
adalah menikahi anak di bawah umur berinisial FO, 18 tahun. Perempuan yang baru
keluar sekolah menengah atas itu dinikahi secara siri. Namun, setelah menjalani
pernikahan selama empat hari, FO diceraikan.
Pernikahan di bawah tangan itu dilakukan pada 14 Juli 2012 dan berakhir 17 Juli.
Perceraian itu dilakukan Aceng melalui pesan singkat. "Alasan jatuh talaknya,
kata Bupati, karena korban sudah tidak perawan lagi," ujar Nitta.
Perbuatan Aceng itu dianggap melanggar Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang
Perlindungan Anak. Selain itu, Bupati juga dianggap melanggar UU Nomor 21 Tahun
2007 tentang Perdagangan Orang. Sebab, Aceng menjanjikan memberangkatkan umroh
kepada korban sebelum pernikahan. Namun, janji itu tidak ditepati.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami depresi yang cukup berat. Bahkan,
selama beberapa hari, korban enggan ditemui dan lebih memilih untuk mengurung
diri di dalam kamar. "Korban mengalami kekerasan verbal,"ujarnya.
Pendampingan yang saat ini tengah dilakukan untuk menghilangkan traumatik. "Kami
juga berkoordinasi dengan pihak provinsi karena korban ingin melanjutkan
sekolahnya ke perguruan tinggi," ujar Nitta.
Nitta menilai, munculnya kasus ini merupakan preseden buruk bagi pemberantasan
kekerasan terhadap anak dan perempuan di Garut. Padahal, selama ini angka
kekerasan terhadap perempuan di Garut ini masuk dalam peringkat lima besar di
Jawa Barat. "Untuk sanksi moral ke Bupati bukan urusan kami, tapi kami akan
berkoordinasi dengan Kementerian," ujarnya.
Hingga berita ini ditulis, Bupati Garut Aceng HM Fikri enggan untuk berkomentar.
Pesan singkat yang dilayangkan Tempo ke telpon selulernya pun belum juga
dijawab. "Bapak (Bupati Aceng) masih belum bisa dihubungi dari tadi masih di
kamar," ujar Ajudan Bupati, Erli.
Pernikahan Bupati Aceng Fikri ini sebelumya pernah menggemparkan warga Garut.
Foto pernikahan Aceng dengan FO sempat beredar di jejaring sosial dan pengguna
Blackberry melalui Blackberry Messenger.
SIGIT ZULMUNIR
------------------------------------
Yahoo! Groups Links
<*> To visit your group on the web, go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/
<*> Your email settings:
Individual Email | Traditional
<*> To change settings online go to:
http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
(Yahoo! ID required)
<*> To change settings via email:
[email protected]
[email protected]
<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
[email protected]
<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
http://docs.yahoo.com/info/terms/