Wooow juara Kang Odjat, 
Sesuatu banget Mang DI... Bangkitkan terus BUMN Indonesia :).

Nyenyak tidur kalau baca berita-2 begini, masih ada orang-2 yang integritas-nya 
ajiiiiib tidak mau korupsi n' menyogok :).

Juaraaa... Juaraaa... Juaraaa (y).

nuhuuuuns,
mang kabayan
www.udarider.com

-----Original Message-----
From: "Odjat Sujatnika" <[email protected]>
Sender: [email protected]
Date: Sun, 4 Aug 2013 17:18:03 
To: Alumni IPB-milis<[email protected]>
Reply-To: [email protected]
Subject: [alumni-ipb] BUMN kita setelah disentuh DI

Sebuah kabar positif yg membanggakan. Bagaimana halnya dg BUMN berbasis 
pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan? Mudah2an turut bangkit pula dg 
sentuhan DI. Semoga.

Agar Digendong Binladin ke Mana-mana

Posted on 04/08/2013 by agung pamujo

Manufacturing Hope 88

Oleh Dahlan Iskan
Menteri BUMN

http://dahlaniskan.net/agar-digendong-binladin-ke-mana-mana/

Dua tahun lalu perusahaan ini masih sakit. Masih tergolek di ruang perawatan 
ICU. Tahun lalu tiba-tiba sehat. Dan kini bisa lari kencang. Larinya sampai ke 
luar negeri pula: PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

Bendera Waskita pun kini mulai berkibar di Mekah. Di Masjidil Haram. Waskitalah 
yang mendapat kepercayaan mengerjakan pengembangan dan pembangunan kembali 
masjid suci itu. Tentu bersama beberapa perusahaan lain di bawah bendera grup 
besar Binladin.

Maka, berbeda dengan tahun-tahun lalu,  perjalanan umrah saya bersama istri 
kali ini terselip urusan Waskita. Meski biaya sendiri tapi urusan Waskita ikut 
memenuhi pikiran. Sepanjang perjalanan 400 km dari Jeddah ke Madinah dan 450 km 
dari Madinah ke Mekah, kata Waskita saya ucapkan hampir sama banyak dengan 
kalimat talbiah “labbaika Allahumma labbaik…”.

Ini karena saya tidak mau kibaran bendera BUMN di Arab Saudi sekarang ini 
mengulangi pengalaman buruk BUMN kontraktor kita di masa lalu: rugi sangat 
besar. Akibatnya, ibarat perusahaan dari negara miskin menyumbang negara 
superkaya.

Sepanjang perjalanan itu saya banyak bertanya kepada pimpinan Al Syarikah 
Waskita Muqawwalah Gunadi dan Nur Andono. Yang pertama alumni Teknik Sipil UNS 
Surakarta asli Purworejo, yang kedua alumni Teknik Sipil UGM kelahiran Bantul. 
Saya bertanya dan mendiskusikan apa yang sedang dilakukan, bagaimana membina 
hubungan, bagaimana praktik sistem pembayaran, mempercepat penagihan, cara 
menghindari klaim, cara mendapatkan tenaga terampil, perpajakan, menyiasati 
cuaca ekstrem, dan seterusnya.

Kegagalan BUMN di masa lalu memang mengerikan. Ratusan miliar kerugian yang 
diderita. Sampai-sampai perusahaan seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk 
ampun-ampun. “Kami belum berani kembali ke Timur Tengah,” ujar Dirut Adhi Kiswo 
Darmawan.

Meski Kiswo waktu itu belum menjadi orang Adhi, tapi sebagai dirut yang datang 
belakangan dia ikut menanggung beban kerugian besar itu. Termasuk menanggung 
beban dosa manajemen sebelumnya dalam kasus korupsi Hambalang.

Adhi memang saya minta untuk sedapat mungkin menghindari dulu proyek-proyek 
pemerintah, sebagai salah satu bentuk taubatan nasuha atas dosa masa lalunya. 
Masih terlalu banyak proyek milik BUMN sendiri yang bisa dikerjakan tanpa harus 
menyogok-nyogok.

Waskita pun belajar dari pengalaman masa lalu itu. Karena itu Dirut Waskita M 
Choliq, memilih masuk Arab Saudi dengan jalan minta digendong dulu. Saya setuju 
dengan strategi itu. Tidak apa-apa digendong dulu, asal kalau bisa, seperti 
lagunya Mbah Surip itu, digendong ke mana-mana. Apalagi yang menggendong adalah 
rajanya kontraktor di sana: Saudi Binladin Group.

Tiga proyek yang dikerjakan Waskita saat ini, misalnya, semuanya proyek dari 
main contractor Binladin. Mula-mula hanya kampus universitas di Riyadh. Lalu 
dipercaya mengerjakan jalan layang menuju bandara baru Jeddah. Dan kini naik 
kelas ke renovasi/pengembangan Masjidil Haram.

Sekarang ini tahapan Waskita memang tahapan mendapatkan kepercayaan. Yang 
penting bisa mendapat pekerjaan, menunjukkan kemampuan, menyajikan kualitas, 
dan membuktikan tepat waktu. Dan yang lebih penting, ummul mas’alah-nya, tidak 
boleh rugi. Kelak akan ada tahap mendapat proyek yang lebih besar. Lanjutannya 
lagi mendapat dan mengelola proyek tunggal. Sedang tujuan akhirnya nanti adalah 
memenangkan proyek sebagai main contractor.

Cara minta digendong dulu itu sudah lebih dulu sukses dilakukan PT Wijaya Karya 
(Persero) Tbk atau Wika. Waskita belajar dari Wika. Wika baru saja 
menyelesaikan dua proyek besar di Aljazair. Tidak rugi. Bahkan untungnya 
lumayan.

Wika, dengan Dirut Bintang Perbowo yang tidak pernah mau nyogok, kini terbukti 
menjadi BUMN kelompok karya yang terbesar: omsetnya, labanya, maupun market 
caps- yang mencapai Rp 14 triliun, dua kali lipatnya Krakatau Steel. Wika, 
Waskita, dan PP kini juga bersaing mengerjakan proyek-proyek di Timor Leste.

Proyek Masjidil Haram tentu sangat prestisius bagi Waskita. Setidaknya 
pekerjaan itu akan terus berlangsung sampai tahun 2018. Mengerjakan proyek 
Masjidil Haram memang harus secara bertahap selama lima tahun agar peribadatan 
di sana tetap bisa berlangsung. Apalagi proyek ini sempat sebentar tertunda 
karena pemerintah Turki keberatan kubah-kubah khas peninggalan era Turki Usmani 
ikut dibongkar.

Pembongkaran tahap satu ini juga menghilangkan track tawaf (ibadah mengelilingi 
Ka’bah tujuh kali) bagi jemaah yang menggunakan kursi roda atau tandu. Jalur 
itu berada di lantai dua menempel di bangunan masjid. Itulah sebabnya saat ini 
dibangun jalur darurat di atas pelataran tawaf yang ada. Terbuat dari baja 
knock down yang gampang dipasang dan dibongkar.

Kelak, bangunan baru Masjidil Haram sudah sekalian dilengkapi dengan track 
khusus kursi roda.

Sambil mengerjakan Masjidil Haram, Waskita kini juga lagi minta digendong ke 
Madinah. Masjid Nabawi yang di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW yang 
sudah luas itu, juga akan diperluas. Masjid diperluas ke arah samping makam 
Rasulullah SAW hingga ke seberang pemakaman Baqi. Posisi makam Rasulullah SAW 
menjadi agak di tengah bangunan masjid.

Begitu besarnya proyek perluasan itu hingga kapasitas Masjid Nabawi meningkat 
dari 1 juta orang menjadi 2,5 juta orang.

Maka pertemuan saya dengan pemilik dan orang nomor satu Saudi Binladin Group 
Syekh Bakr Bin Ladin, Senin hari ini di Mekah, tentu tidak akan jauh dari soal 
gendong-menggendong Waskita ini.



------------------------------------

Memperkuat Silaturahmi dan Informasi Alumni IPB

Mencari dan Memberi yang Terbaik


To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]! Groups Links





------------------------------------

Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kisunda/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    [email protected] 
    [email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke