wooow juga lihat berita dari mang Odjat. alhamd....semoga kepercayaan thd bangsa sendiri makin meningkat. nuhun ah. *R3M
Pada 5 Agustus 2013 07.55, mang kaby <[email protected]> menulis: > Wooow juara Kang Odjat, > Sesuatu banget Mang DI... Bangkitkan terus BUMN Indonesia :). > > Nyenyak tidur kalau baca berita-2 begini, masih ada orang-2 yang > integritas-nya ajiiiiib tidak mau korupsi n' menyogok :). > > Juaraaa... Juaraaa... Juaraaa (y). > > nuhuuuuns, > mang kabayan > www.udarider.com > > -----Original Message----- > From: "Odjat Sujatnika" <[email protected]> > Sender: [email protected] > Date: Sun, 4 Aug 2013 17:18:03 > To: Alumni IPB-milis<[email protected]> > Reply-To: [email protected] > Subject: [alumni-ipb] BUMN kita setelah disentuh DI > > Sebuah kabar positif yg membanggakan. Bagaimana halnya dg BUMN berbasis > pertanian, perikanan, peternakan, dan kehutanan? Mudah2an turut bangkit > pula dg sentuhan DI. Semoga. > > Agar Digendong Binladin ke Mana-mana > > Posted on 04/08/2013 by agung pamujo > > Manufacturing Hope 88 > > Oleh Dahlan Iskan > Menteri BUMN > > http://dahlaniskan.net/agar-digendong-binladin-ke-mana-mana/ > > Dua tahun lalu perusahaan ini masih sakit. Masih tergolek di ruang > perawatan ICU. Tahun lalu tiba-tiba sehat. Dan kini bisa lari kencang. > Larinya sampai ke luar negeri pula: PT Waskita Karya (Persero) Tbk. > > Bendera Waskita pun kini mulai berkibar di Mekah. Di Masjidil Haram. > Waskitalah yang mendapat kepercayaan mengerjakan pengembangan dan > pembangunan kembali masjid suci itu. Tentu bersama beberapa perusahaan lain > di bawah bendera grup besar Binladin. > > Maka, berbeda dengan tahun-tahun lalu, perjalanan umrah saya bersama > istri kali ini terselip urusan Waskita. Meski biaya sendiri tapi urusan > Waskita ikut memenuhi pikiran. Sepanjang perjalanan 400 km dari Jeddah ke > Madinah dan 450 km dari Madinah ke Mekah, kata Waskita saya ucapkan hampir > sama banyak dengan kalimat talbiah “labbaika Allahumma labbaik…”. > > Ini karena saya tidak mau kibaran bendera BUMN di Arab Saudi sekarang ini > mengulangi pengalaman buruk BUMN kontraktor kita di masa lalu: rugi sangat > besar. Akibatnya, ibarat perusahaan dari negara miskin menyumbang negara > superkaya. > > Sepanjang perjalanan itu saya banyak bertanya kepada pimpinan Al Syarikah > Waskita Muqawwalah Gunadi dan Nur Andono. Yang pertama alumni Teknik Sipil > UNS Surakarta asli Purworejo, yang kedua alumni Teknik Sipil UGM kelahiran > Bantul. Saya bertanya dan mendiskusikan apa yang sedang dilakukan, > bagaimana membina hubungan, bagaimana praktik sistem pembayaran, > mempercepat penagihan, cara menghindari klaim, cara mendapatkan tenaga > terampil, perpajakan, menyiasati cuaca ekstrem, dan seterusnya. > > Kegagalan BUMN di masa lalu memang mengerikan. Ratusan miliar kerugian > yang diderita. Sampai-sampai perusahaan seperti PT Adhi Karya (Persero) Tbk > ampun-ampun. “Kami belum berani kembali ke Timur Tengah,” ujar Dirut Adhi > Kiswo Darmawan. > > Meski Kiswo waktu itu belum menjadi orang Adhi, tapi sebagai dirut yang > datang belakangan dia ikut menanggung beban kerugian besar itu. Termasuk > menanggung beban dosa manajemen sebelumnya dalam kasus korupsi Hambalang. > > Adhi memang saya minta untuk sedapat mungkin menghindari dulu > proyek-proyek pemerintah, sebagai salah satu bentuk taubatan nasuha atas > dosa masa lalunya. Masih terlalu banyak proyek milik BUMN sendiri yang bisa > dikerjakan tanpa harus menyogok-nyogok. > > Waskita pun belajar dari pengalaman masa lalu itu. Karena itu Dirut > Waskita M Choliq, memilih masuk Arab Saudi dengan jalan minta digendong > dulu. Saya setuju dengan strategi itu. Tidak apa-apa digendong dulu, asal > kalau bisa, seperti lagunya Mbah Surip itu, digendong ke mana-mana. Apalagi > yang menggendong adalah rajanya kontraktor di sana: Saudi Binladin Group. > > Tiga proyek yang dikerjakan Waskita saat ini, misalnya, semuanya proyek > dari main contractor Binladin. Mula-mula hanya kampus universitas di > Riyadh. Lalu dipercaya mengerjakan jalan layang menuju bandara baru Jeddah. > Dan kini naik kelas ke renovasi/pengembangan Masjidil Haram. > > Sekarang ini tahapan Waskita memang tahapan mendapatkan kepercayaan. Yang > penting bisa mendapat pekerjaan, menunjukkan kemampuan, menyajikan > kualitas, dan membuktikan tepat waktu. Dan yang lebih penting, ummul > mas’alah-nya, tidak boleh rugi. Kelak akan ada tahap mendapat proyek yang > lebih besar. Lanjutannya lagi mendapat dan mengelola proyek tunggal. Sedang > tujuan akhirnya nanti adalah memenangkan proyek sebagai main contractor. > > Cara minta digendong dulu itu sudah lebih dulu sukses dilakukan PT Wijaya > Karya (Persero) Tbk atau Wika. Waskita belajar dari Wika. Wika baru saja > menyelesaikan dua proyek besar di Aljazair. Tidak rugi. Bahkan untungnya > lumayan. > > Wika, dengan Dirut Bintang Perbowo yang tidak pernah mau nyogok, kini > terbukti menjadi BUMN kelompok karya yang terbesar: omsetnya, labanya, > maupun market caps- yang mencapai Rp 14 triliun, dua kali lipatnya Krakatau > Steel. Wika, Waskita, dan PP kini juga bersaing mengerjakan proyek-proyek > di Timor Leste. > > Proyek Masjidil Haram tentu sangat prestisius bagi Waskita. Setidaknya > pekerjaan itu akan terus berlangsung sampai tahun 2018. Mengerjakan proyek > Masjidil Haram memang harus secara bertahap selama lima tahun agar > peribadatan di sana tetap bisa berlangsung. Apalagi proyek ini sempat > sebentar tertunda karena pemerintah Turki keberatan kubah-kubah khas > peninggalan era Turki Usmani ikut dibongkar. > > Pembongkaran tahap satu ini juga menghilangkan track tawaf (ibadah > mengelilingi Ka’bah tujuh kali) bagi jemaah yang menggunakan kursi roda > atau tandu. Jalur itu berada di lantai dua menempel di bangunan masjid. > Itulah sebabnya saat ini dibangun jalur darurat di atas pelataran tawaf > yang ada. Terbuat dari baja knock down yang gampang dipasang dan dibongkar. > > Kelak, bangunan baru Masjidil Haram sudah sekalian dilengkapi dengan track > khusus kursi roda. > > Sambil mengerjakan Masjidil Haram, Waskita kini juga lagi minta digendong > ke Madinah. Masjid Nabawi yang di dalamnya terdapat makam Nabi Muhammad SAW > yang sudah luas itu, juga akan diperluas. Masjid diperluas ke arah samping > makam Rasulullah SAW hingga ke seberang pemakaman Baqi. Posisi makam > Rasulullah SAW menjadi agak di tengah bangunan masjid. > > Begitu besarnya proyek perluasan itu hingga kapasitas Masjid Nabawi > meningkat dari 1 juta orang menjadi 2,5 juta orang. > > Maka pertemuan saya dengan pemilik dan orang nomor satu Saudi Binladin > Group Syekh Bakr Bin Ladin, Senin hari ini di Mekah, tentu tidak akan jauh > dari soal gendong-menggendong Waskita ini. > > > > ------------------------------------ > > Memperkuat Silaturahmi dan Informasi Alumni IPB > > Mencari dan Memberi yang Terbaik > > > To unsubscribe from this group, send an email to: > [email protected]! Groups Links > > > > > > ------------------------------------ > > Yahoo! Groups Links > > > >
