Mang di jakarta barat aya puri mall aya pasar puri nu tradisional. Duanana pinuh mang da duanana beresih rapih. Nu resep di pasar tradisional mah eta ku bisa nawar tea masing bisa katawar ngan satalen ceuk paribasa tapi asa bungah we. Powered by Telkomsel BlackBerry®
-----Original Message----- From: "mang kaby" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 6 Aug 2013 12:55:15 To: Alumni IPB<[email protected]>; Senyum-ITB<[email protected]>; Kota Bogor<[email protected]>; Baraya_Sunda<[email protected]>; UrangSunda<[email protected]>; Kisunda<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [kisunda] Re: Revitalisasi Pasar Tradisional Beuuuuuh tah eta yang Mamang bayangkan dari pasar tradisional teh Bang Hi, jadi ada unsur Tourism-nya juga. Enaknya di pasar tradisional teh pan kita bisa tawar menawar, masih ada senyuman, masih ada komunikasi, ngak hanya melihat list daftar harga saja yg kadang menipu hehehe pas di koran promo di MALL tertentu memang murah tapi yg lain digetok juga hehehe. Mamang juga selalu senang mengantar Ibu Negara ke Pasar apalagi sejak ada Balong kalo ada event ngaliwet familly gathering harus belanja ke pasar subuh-2 utk nyari yg seger-2 dan memang betul. Sayang banget di Bogor supeeeeer-dupeeeer semberawut, ngak ditata n' ngak well organized, bararau, bararaseuh bin jibrug, sampah pabalatak, dlsb. Coba aja kalau bersih, rapih, harum, jelas organisasi/ zoningnya dan soul/ jiwa tradisionalnya tetep ada waaah ajiiiib pisan Bang. nuhuuuuns, mang kabayan www.udarider.com -----Original Message----- From: Hirmen Hirmen <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Tue, 6 Aug 2013 00:03:44 To: [email protected]<[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: Re: [alumni-ipb] Re: Revitalisasi Pasar Tradisional berbagi pengalaman tentang pasar tradisional di bali sinih karena saya paling senang diajakin mantan pacar belanja di pasar tradisional abis subuh sambil jalan pagi. biasanya pasar2 tradisional di bali denpasar khusunya di kelola oleh banjar (desa adat). meski kecil namun komplit tapi sangat bersih, terorganisir dengan baik dan wangi....nah pembagiannya jelas, mana sayur, mana ikan mana buah..bahkan untuk yang muslim dipisahkan juga jauh dari yang haram2...yang jualan jugah bervariasi dan selalu dikelola dengan manajemn yang baik... tidak menumpuk, melebar sampe ke jalan sehingga jorok, kumuh, semrawut seperti di bogor yakni pasar anyar dan pasar deket kebon raya ituh...sudah puluhan taon dan berganti walikota gak juga diberesin... Hi ________________________________ From: mang kaby <[email protected]> To: Senyum-ITB <[email protected]>; Alumni IPB <[email protected]>; Kota Bogor <[email protected]>; Baraya_Sunda <[email protected]>; UrangSunda <[email protected]>; Kisunda <[email protected]> Sent: Tuesday, August 6, 2013 2:49 PM Subject: [alumni-ipb] Re: Revitalisasi Pasar Tradisional Woooow juaraaaa two thumbs up utk Pak Rijadi (y). Maju teruuus pasar tradisional berbasiskan budaya n' kearifan lokal (y). Maju terus pertanian n' peternakan Indonesia (y). nuhuuuuns, mang kabayan www.udarider.com ________________________________ From: "Moderator ( [email protected] )" <[email protected]> Sender: [email protected] Date: Mon, 5 Aug 2013 22:29:55 -0700 To: Senyum-ITB<[email protected]> ReplyTo: [email protected] Cc: IA-ITB<[email protected]> Subject: [Senyum-ITB] Revitalisasi Pasar Tradisional From: rijadi joedodibroto Date: Mon, 5 Aug 2013 21:33:27 -0700 (PDT) Subject: Revitalisasi Pasar Tradisional Yth. Bapak Hatta Rajasa, Ketua Dewan Penasehat Ikatan Alumni ITB Assalamu'alaikum wr.wb. Mendengar rencana Kementerian Perdagangan akan merevitalisasi pasar-pasar tradisional di Indonesia, saya menyambut dengan antusias dan penuh harapan. Menurut saya, revitalisasi mempunyai arti sebagai upaya pembangunan yang bertujuan untuk menambah dan meningkatkan kapasitas(lembaga, fasilitas) dengan menambah dan mengembangkan fungsi karena terdapat kapastas sisa yang masih dapat didaya gunakan. Saya berpendapat revitalisasi pasar tradisional harus ditangani secara sistemik, yaitu mmelihara, membina dan mengembangkan sektor hulu (pertanian, perkebunan, perikanan, peternakan,kerajinan rakyat,industri pertanian) yang umumnya adalah sektor perdesaan , kemudian jaringan-jaringan informasi, komunikasi , transportasi dan distribusi dan sektor hilir yaitu pasar-pasar tradisional yang jumlahnya beribu-ribu di seluruh Indonesia. Saya berpendapat, bahwa revitalisasi pasar tradisional membuka peluang pada tema pembangunan ekonomi kerakyatan, yaitu modernisasi "desa", modernisasi alur dan arus barang, dan modernisasi pasar tradisional(sistem pengelolaan dan keuangan, pengoperasian dan pengemasan barang, sistem sarana dan prasarana). Jadi bagaimana kita bisa memodernisasikan pasar tradisional agar secara sistemik modern tetapi tetap berciri tradisional; artinya, pasar- pasar tradisional terjamin stok bahan bakunya , terjamin sistem pemasokannya tetapi juga fasilitas fisiknya nyaman, bersih,indah, tertib , dan tetap berciri budaya lokal. Revitalisasi pasar tradisional dengan demikian perlu memanfaatkan dan merevitalisasi juga fungsi dan peranan Badan Urusan Logistik / BULOG yang mempunyai jaringan kerja logistik diseluruh Indonesia dan dengan memanfaatkan fasilitas perbankan dibelakangnya (dulu BUKOPIN mitra kerja BULOG ,dan bank-bank BUMN lainnya,.....?). Mereka harus menjadi generator, motivator, dan inovator dari program modernisasi desa, masyarakat dan ekonomi perdesaan . Dengan kata lain, membangun perekonomian rakyat melalui pendekatan modernisasi desa , masyarakat perdesaan dan merevitalisasi pasar-pasar tradisional menjadi modern dalam sistem perekonomian rakyat yang berciri budaya lokal. Harapan kita dengan langkah seperti itu maka perekonomian rakyat mampu berkembang dan bersaing dalam pembangunan ekonomi nasional. Desa, pertanian, pasar tradisional , BULOG, BUKOPIN+Bank BUMN harus bersinergi dalam 1 sistem agar menjadi raksasa perekonomian rakyat dalam membangun masyarakat dan negara agropolitan masa yang akan datang... terimakasih wassalamu'alaikum wr.wb Rijadi Joedodibroto Alumni ITB AR 57 , tinggal di Bandung
