Nyambung dengan Joke Kang Odjat waktu HBH IPB Sumedang bahwa Urang Sumedang
memang sebagian besar memilih profesi sebagai GURU/ Pengajar/ Pendidik.
Bahkan salah satunya yang sangat inspiratif walaupun memiliki keterbatasan
akibat penyakit lumpuhnya Bu Een Pituin Sumedang tetap membantu anak
didiknya mengajarkan ilmu- ilmu yang bermanfaat, berikut link liputan Bu Een
bisa bertemu dengan SBY dan mendapat penghargaan dari SBY,
http://www.republika.co.id/berita/nasional/umum/13/06/05/mnx493-guru-inspira
tif-asal-sumedang-bertemu-presiden-sby.

 

Setelah Mamang baca dan resapi tulisan Kang Jakob Sumardjo (Dosen Seni Rupa
ITB) yang menceritakan tentang Kampung Buhun Cipaku Darmaraja Sumedang
dimana Kampung tersebut merupakan Kampung yang sudah ada sejak jaman
Megalitikum dan merupakan cikal bakal orang Sumedang dimana Kampung tersebut
menganut pola Tripartit / Tritangtu yaitu Resi, Ratu, dan Rama atau dalam
peribahasa dulu Guru, Ratu, Wong Atua Karo. Dimana Kampung Cipaku dengan
Kabuyutannya berfungsi sebagai Karesian/ Pendidikan/ Guru yang mengajarkan
Ilmu Pengetahuan, Budaya, Moral, dan Spiritual untuk menjadi manusia yang
Nyunda/ Bersih/ Putih. Rupanya karena Cipaku sebagai cikal bakal manusia
Sumedang oleh karenanya kemudian menurunkan manusia- manusia Sumedang yang
berprofesi sebagai Guru. Barangkali salah satunya adalah Bu Een ini yang
walaupun memiliki keterbatasan namun tetap memiliki Antusiasmeu/ Spirit/
Semangat menjadi seorang Guru/ Resi. 

 

Situs Kabuyutan Aji Putih pun dipimpin oleh Resi Guru Haji Putih yang memang
disana lah beliau mengajarkan/ mendidik manusia menjadi bermoral dan
berahlak yang baik. Bagaimana pun seperti tulisan Lord Macaulay's Address to
the British Parliament on 2nd Feb 1835, "I have travelled across the length
and breadth of India and I have not seen one person who is a beggar, who is
a thief such wealth I have seen in this country, such high moral values,
people of such caliber, that I do not think we would ever conquer this
country, unless we break the very backbone of this nation, which is her
spiritual and cultural heritage and therefore, I propose that we replace her
old and ancient education system, her culture, for if the indians think that
all that is foreign and English is good and greater than their own, they
will lose their selfesteem, their native culture and they will become what
we want them, a truly dominated nation" menerangkan betapa pentingnya
Pendidikan Budi Pekerti/ Moral dan Spiritual yang baik untuk menjadi manusia
yang Mandiri yang dapat disegani dan dipercaya oleh masyarakat luas. Begitu
pula sebagai bangsa untuk menjadi bangsa yang mandiri dan merdeka tidak
terjajah / terdominasi bangsa lain perlu Pendidikan Moral dan Spiritual yang
mengakar untuk membentuk Karakter/ Kepribadian Manusia yang baik. 

 

Barangkali karena itulah saat ini Bangsa Indonesia walaupun sudah hampir 70
tahun merdeka tapi realitanya masih terjajah, karena Pendidikan Moral dan
Spiritualnya kurang begitu diperhatikan, bahkan Simbol- symbol berupa
Kabuyutan/ Karesian yang menjadi Tulang Punggung Negara pun akan
ditenggelamkan.  Perlu kiranya Pemerintah dalam hal Ini Presiden dan DPR
untuk mengkaji kembali secara mendalam tentang Perlunya menjaga Kabuyutan/
Karesian/ Pendidikan ini agar Karakter Bangsa yang memiliki Moral dan
Spiritual yang Kuat ini bisa terbentuk kembali dan menjadi dasar untuk
menciptakan pergerakan nasional dalam rangka meraih kemerdekaan dan
kemandirian yang hakiki. 

 

Pun sapun kaluluhuran.

 

nuhuuuns,

mang kabayan

www.udarider.com

 

Kirim email ke