Setujuuuuuuu Bang Ken, Ngapain siiiih gembar-gemborin budaya luar kenapa ngak ngembangin budaya sendiri!! Ngapain import terus kenapa ngak Self Sustain? Alasan Import karena lebih murah tapi pada akhirnya MAHAL juga. Contohnya Kedelai dulu import murah sekarang dengan dollar meroket akhirnya Mahal juga, pengusaha teriak.
Budaya luar dipuja-2 budaya sendiri ditertawakan dan ditenggelamkan :((. Padahal kata Lord Macaulay, 1835 di Parlemen Inggris mengatakan cara menjajah paling epektip adalah menurunkan Kepercayaan Diri (Self Esteem) dan yg pertama dihancurkan adalah Ancient Education System (Sistem Pendidikan Lama) katanya. Sistem pendidikan lama itu apa ya peninggalan leluhur, bagaimana sistemnya yaitulah Kabuyutan. Buyut teu meunang dirempak (aturan etika moral spiritual tidak boleh dilanggar). Oleh karena itulah Kabuyutan sudah dirusak oleh para penjajah yang akan menjajah negeri ini dan diganti sistem pendidikan yang Corrupt! Menghasilkan alumni-2 yang tidak kuat menjaga etika, moral, n' spiritual :). Oleh karenanya pesan Leluhurmah sederhana Pemimpin dan Kita yang tidak bisa menjaga Kabuyutan maka Hina dan lebih hina dibanding kulit musang dibuang ketempat sampah. Sekarang coba perhatikan bangsa kita benar-2 HINA. Di Bandung para Anak Sultan dari Malaysia ke Bandung untuk Wisata Kulimex, Batam n' Puncak udah jadi Wisata Kulimex. TKW disiksa berat dicambuk, disetrika, diperkosa, bahkan dibunuh. Para Pejabatnya sudah menjadi budaya "Nilep Berjamaah" oleh karenanya perlu KPK karena udah kebangetan. Bahkan Al Qur'an yang suci pun ditilep jadi sudah tidak adalagi ketahanan budaya, moral, n' spiritual yang menjadi Pondasi dasar negara ini. Bangsa ini sudah menjadi Hina semuanya sudah dikuasai oleh bangsa lain. Tidak ada kemandirian Pangan, Energi, dan Air. Pangan harusnya berlimpah karena pangan itu bukan hanya beras, sumber karbohidrat itu bukan hanya beras bisa jagung, ubi, sukun, dll, Bio Diversity ini yg penting. Energi juga ngapain Fossil Fuel, Geothermal menurut IndoEnergy baru 4% digunakannya dan Indonesia pemegang 40% potensi dunia. Negara Bersih Seperti New Zealand ya pake geothermal. Kalau melihat dunia secara global pun mengalami masalah yang sama, secara economy dengan adanya Economic Bubble ini kan yg meluluhlantahkan semuanya. Para Ahli Economy bilangnya Financial Engineering tapi faktanya yg terjadi adalah "penggelembungan" sehingga ya kalau meledak dan sudah pernah meledak ya luluh lantah semuanya. Hal itu dimulai dipusatnya yaitu di WallStreet dan menyebar keseluruh negara. Soul Economy atau Pondasi Economy ala Indonesia/ Kanekes Baduy yang menukar barang secara Fair/ Tulus/ sesuai Akal Sehat kemudian dengan Financial Engineering dirubah menjadi Tipu-2. World economy kemudian menjadi Krisis! Oleh karenanya sudah saatnya Bangsa ini melakukan REVOLUSI bukan Revolusi yang berdarah-2 dengan senjata, dlsb. Tapi Revolusi Keuyeup Apu, Revolusi Budaya, Moral, n' Spiritual. Siloka/ Pesan Spiritual yang disampaikan Kasepuhan Cipaku melalui Uga/ Ramalan adalah yang akan menghancurkan ketamakan Bendungan Jatigede adalah Keuyeup Apu katanya Keuyeup Apu ini pelan tapi pasti bisa membelah gunung dan menjebol bendungan. Secara logika akal sehat phenomena alamnya yg bisa membelah gunung ya hanya GEMPA seperti yang terjadi ketika Gunung Salak Meletus katanya tanah terbelah. Dan secara ilmiah menurut DPKLTS posisi Bendungan Jatigede ini ada di epicentrum/ pusat gempa Purwakarta-Subang-Majalengka. Nah nyambung dengan tulisan Mamang mengenai Kado Terindah Dari Cipaku Untuk Dunia, kelihatannya Bendungan Jatigede ini memang luar biasa phenomena Alam, Budaya, Moral, n' Spiritual terunik. Dimana Kabuyutan Cipaku pemegang teguh Tritangtu (Tiga Penentu Kebijakan Dunia) Resi/ Guru, Raja/Pemimpin, dan Rama/ Orang Tua sekali lagi sedang DIUJI ketukuhannya (Tukuh~Pengkuh/Keukeuh/PERSISTENCE), ini merupakan Ujian akan Persistensi Para Resi, Raja, n' Rama yg tergabung dalam Kesatuan Adat Tritangtu Dibuana Cipaku, Pakualam, dan Karangpakuan :). Subhanalloh ini Kado Terindah Dari Cipaku Untuk Masyarakat Dunia. Hanya dengan Ancaman, Tekanan, dan Pressure yg tinggi dari Karbon bisa merubah menjadi Kuat dan menjadi Berlian yang mahal harganya. Begitu juga Kabuyutan Cipaku inih seberapa Kuat dan Tahan menghadapi Suap, Bujukan, Tekanan yang akan menghancurkan dan menenggelamkan Kabuyutannya. Waktu Mamang ketemu kemarin katanya Kasepuhan Sudah Menabuh Genderang Perang, Sabedog-na, Sabedog-na karena mendengar Situs Kabuyutan Eyang Haji Aji Putih mau dipindahkan. Mereka bilang tidak akan pindah walaupun nanti kampungnya diairi. Naaah kita lihat Persistensinya dan Ketukuhannya betul ngak mereka benar-2 sesuai apa yang dikatakannya memegang teguh Pikukuh itu atau hanya sekedar Tong Kosong Nyaring Bunyinya? Subhanalloh ini peristiwa yg luar biasa. Kalau jaman dulu sih beneran makanya Indonesia bisa merdeka lawan Belanda dan Sekutu hanya bermodal Bambu Runcing dan gerilya Rakyat. Nah sekarang dengan era globalisasi dimana Materialismeu n' Kapitalismeu yg Tangible saja mungkin sudah berbeda tatanan Socio-Cultural-Spiritualnya sekarang kan era Haripeut Ku Teuteureuyeun/ Senang Dengan Duit Sedilkit hehehe. Jadi bersama dengan ini silahkan saja Pemerintah melalui Kementrian PU, SBY dan juga Kang Aher, silahkan Uji Ketukuhan Cipaku ini. Tgl 30 September bertepatan G30SPKI dan juga tanggal 1 Oktober bertepatan dengan Kesaktian Pancasila Ketukuhan Cipaku/ Persistensi Kabuyutan Cipaku diuji jadi Lanjuutkan Airi!!! Kalau mereka tetap stay disana 3 kampung tidak bergerak, solid kompak bersatu padu maka logika akal sehat Pemerintah Harusnya Menurunkan Level Penggenangan dan Kabuyutan Cipaku Akan Tetap Lestari. Kabuyutan n' Ketukuhan menjaga Moral Spiritual dan Fungsi Tritangtu di Buana benar-2 berfungsi sehingga Insya Alloh Indonesia akan bangkit. Secara Orang Kejawen mah, Astrajingga Sekarang Yang Jadi Raja diganti Astrajingga Baru Tapi Punya Soul SEMAR yang Bijak :). Semar itu Orang Tua Bijak dan itulah sebenarnya Kabuyutan Cipaku, Tritangtu di Buana, Tiga Penentu Kebijakan Dunia, Resi Guru Rama, Guru Ratu Wong Atua Karo :). Subhanalloh luar biasa, jadi pengen buru-2 tanggal 30 Sept dan 1 October euy xixixi. Pengen lihat bagaimana Kekuatan Tritangtu Di Buana melawan Globalisasi Yang Materialistis dan Kapitalis Tangible :). Mampukah? Wallohualam. Pun sapun kaluluhuran.... Dari Cipaku Untuk Dunia, Revolusi Keuyeup Apu, Revolusi Budaya, Moral, n' Spiritual :). nuhuuuuns, mang asep kabayan www.cipaku.org -----Original Message----- From: <[email protected]> Sender: [email protected] Date: 05 Sep 2013 15:46:34 To: <[email protected]> Reply-To: [email protected] Subject: [alumni-ipb] Tolak pertandingan MMA (olah raga zionis) di Senayan Kalau kemarin FPI dan FUI menolak penyelenggaraan Miss World di Bali. Lalu Bang Hirmen juga menolak demonstrasi Sumo di Jakarta, yang mengumbar aurat lebih banyak dibandingkan para miss missan itu. (Meskipun yang Sumo ini kenapa kagak ada yang demo yah?) Maka saya ingin mengajak untuk menolak pertandingan MMA yang diselenggarakan oleh promotor One FC yang partneran sama FOX, si televisi zionis. Pertandingan ini harus ditolak karena bertentangan dengan agama Islam dan nilai2 kemanusiaan. Bila Miss World mengumbar aurat maka yang MMA ini juga mengumbar aurat, sama seperti Sumo. Bila Miss World merendahkan harga diri wanita hingga hanya menjadi daging berjalan, maka pertandingan MMA merendahkan harkat manusia bagaikan kambing atau ayam aduan yang disorak-soraki oleh manusia2 sakit mental yang mendapatkan kepuasan dengan melihat penderitaan orang lain. Bila penggemar miss world mungkin masih rada wajar karena lihat barang yang bagus (meskipun tidak dibenarkan oleh agama), maka penonton One FC ini sudah tidak wajar lagi, karena mereka bergembira melihat orang ditonjokin atau ditendang hingga pingsan atau mukanya bonyok dan berdarah2. Bela diri itu dilatih tidak untuk dipamerkan. Terutama di Indonesia, peraturan IPSI melarang memukul atau menendang kepala atau organ2 tubuh lainnya. Bahkan yang boleh diserang pun yang dilindungi oleh body protector (selain kaki). Jangankan memukul muka manusia, memukul muka hewan pun dilarang dalam Islam (Lihat Sahih Bukhari Bab 3, no 449 dan 734).
