Dulu saya selalu pake rpm-based distro, (centos dalam hal server) karena punya pengalaman bertahun2 dengan mandriva, suse, redhat, fedora, dll.
Tapi suatu waktu saya terpaksa berganti haluan ke debian krn saat itu butuh webserver dengan minimal php 5.2. meskipun bisa saja menginstall php 5.2 di centos, tapi tidak disupport oleh developer centos, jadi bisa rada2 memprihatinkan, karena ini sudah masuk dunia server. Waktu migrasi ke debian, emang awalnya rada2 kagok, tetapi krn sudah punya basic linux yang cukup, dan debian juga merupakan distro yg sangat umum, akhirnya migrasi nya terasa biasa2. sekarang pun di semua desktop office masih terpasang rpm-based, tapi ketika harus manage debian...fine2 aja. So...sekarang dibalikin lagi, servernya untuk apa? Seberapa faham anda terhadap dunia linux? Pernahkah berganti2 distro? Cepatkah tingkat adaptasi anda terhadap distro baru? Jika tidak, tetap gunakan distro yg paling anda kuasai, meskipun misalnya "pasar" distro tersebut bukan untuk server. --~--~---------~--~----~------------~-------~--~----~ You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Klub Linux Bandung" group. To post to this group, send email to [email protected] To unsubscribe from this group, send email to [email protected] For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung?hl=en -~----------~----~----~----~------~----~------~--~---
