2010/3/1 Estiyan Dwipriyoko <[email protected]>: > Hubungan nya dengan LFS adalah:sebenernya tujuan LFS itu untuk yang > mau mengerti dan belajar sejarah cara membuat sistim operasi linux > jaman si Linus Troval,
Kok rada ganjil nih dengernya. Bukannya jaman si Linus Torvalds itu justru bikin kernelnya bkn ngebangun distro?? Kalo mau juga, perbandingannya adalah cara membuat distro independen seperti arch, debian, suse, red hat, slackware, SLS, dll. Karena dari LFS ini kita bukan membangun kernel (patching pengecualian), tapi membangun distro. Kernel yg udah ada kita kompail sendiri, paket2 yg mau dimasukkan ke dalam distro tersebut jg dikompail sendiri, trus kalo mw bikin package manager macem apt-get juga bisa trus dipaketin trus dimasukin ke distro ini, dll. > memang betul sekarang ada remaster, ada gentoo, > ada arch, tapi gini loh... [ini kan ngulang lagi kalimat pertama!], > jadi kalo masalah hasil dari hal ini bisa laku tak laku alias > dikomersialkan, itu adalah pandai2nya memasarkan [bla bla bla bla] Trus kalo pemasaran apa hubungannya dengan hal teknis seperti membangun distro ini? Dari sisi teknis lho ya. Kalo udah berbicara dalam lingkup korporat yg luas mungkin baru bisa dihubungkan (pasti berhubungan). -- RameTux | rmTx http://www.twitter.com/rametux http://flywrmtx.blogspot.com -- You received this message because you are subscribed to the Google Groups "Klub Linux Bandung" group. To post to this group, send email to [email protected]. To unsubscribe from this group, send email to [email protected]. For more options, visit this group at http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung?hl=en.
