2010/10/18 Wisnu Manupraba <[email protected]> > http://www.youtube.com/watch?v=kzdykNa2IBU&feature=player_embedded > > atau memang seperti itu keadaan sebenarnya? :D >
It is indeed sad, but 90% true. Hingga sekarang gw dual office, OpenOffice dan MS Office 2007. Interoperability menjadi issue yang amat sangat sangat besar dalam kehidupan sehari-hari, terutama di dunia kerja. Ketika membuka file dalam OOo ternyata tidak sesuai, banyak waktu yang dihabiskan dengan googling, tanya-tanya di forum, dan lain-lain. Ketika mengirim file pun demikian, saya merasa sangat tidak pede ketika menyimpan dokumen dalam native format OOo ketika akan mengirimkannya ke orang lain. Begitupun ketika akan menyimpan dalam format MS Office, saya cek ulang di MS Office. Tetapi biasanya, saya pilih untuk export ke PDF. Ini kita masih berbicara dalam tataran pengguna yang bisa dibilang geek, me..eh gw ga mau ah dibilang geek. Imagine ketika yang menggunakan adalah pengguna biasa...tahunan bekerja dengan MS Office. Satu hal yang gw tau, rekan kerja yang lain sudah menguninstall OOo yang dulu pernah gw installkan di masing-masing laptop. De facto, MS Office adalah penguasa office suite. Setiap software yang akan nimbrung dalam arena ini mau tidak mau harus setidaknya memiliki kompatibiltas dengan mereka. Apalagi office suite merupakan software yang digunakan sehari-hari. Keynote bisa melakukannya dan semua pengguna Mac yang saya temui, tidak lagi menggunakan PowerPoint. Seperti yang disebutkan di awal, sad but true. Salam -- Web Milis: http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung Etika Milis: http://groups.google.com/group/klub-linux-bandung/web/etika-milis
