17/11/2008 07:25
Gus Sholah: Iklan PKS Tidak Jujur
Edi Junaedi

*INILAH.COM, Jakarta - Dalam iklan politiknya, PKS sengaja memasang 
beberapa tokoh pahlawan nasional yang memiliki basis dukungan fanatik 
yang sangat representatif. Langkah PKS ini dinilai tidak jujur bila 
merujuk pada nilai-nilai kejujuran dalam berpolitik partai berlambangkan 
bulan sabit kembar dan padi ini.*

"Kalau mau jujur kan banyak pahlawan nasional, tapi kenapa yang dipakai 
dalam iklan PKS hanya tokoh-tokoh itu aja. Padahal banyak, tokoh-tokoh 
yang lain yang tidak diungkap seperti Pangeran Diponegoro, Teuku Umar 
dan banyak lainnya, lebih dari ratusan," kata pengasuh Pondok Pesantren 
Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur KH Sholahudin Wahid dalam 
perbincangannya dengan /INILAH.COM,/ di Jakarta, Senin (17/11).

Pria yang akrab dipanggil Gus Sholah ini menjelaskan, apa yang dilakukan 
PKS ini menyiratkan, bahwa PKS kurang jujur dengan segala kekurangannya, 
yakni atas lemahnya kepemimpinan serta ketokohan yang dimiliki oleh partai.

Gus Sholah menambahkan, pahlawan nasional itu mempunyai beberapa 
katagori. Yakni diakui oleh negara dan ada yang diakui oleh masyarakat. 
Namun, ada juga yang diakui oleh kedua-duanya. "KH Hasyim Asyari sendiri 
kan memang sudah diakui oleh negara maupun masyarakat," tambah cucu KH 
Hasyim Asyari ini.

PKS sebagai partai politik, diakui Gus Sholah, sudah cukup baik dengan 
bisa mengenalkan tokoh-tokoh bangsa kepada masyarakat Indonesia. Namun 
yang disayangkan, seharusnya kalau secara etis PKS ijin dulu. api tetap 
saja, menurut adik Abdurrahman Wahid ini, partai politik adalah politik. 
"Apapun yang namanya politik selalu harus menang dengan cara apapun," 
ujarnya

Iklan PKS memang memunculkan polemik karena beberapa keluarga, pewaris 
dan massa fanatik pendukung tokoh nasional dipakai dalam iklan PKS 
memberikan reaksi penolakan. Namun ada juga yang menanggapi secara 
dingin, biasa dan bahkan membolehkan.[nng]


Kirim email ke