Jika peran para kyai NU dalam sejarah Indonesia hendak ditonjolkan. Terlebih dahulu kita harus menelisik penyebab kenapa peran para kyai tidak menonjol atau tidak mau ditonjolkan? Barang kali justru para kyai berpandangan bahwa perjuangan cukup dicatat oleh Allah sebagai amal ibadah untuk investasi akhirat. "Tidak perlu dicatat dalam sejarah. Biar Allah saja yang tahu". Masih banyak lagi pandangan para kyai yg menuju pada nihilisme historis. Dan itulah cara mereka berjuah yg benar menurut mereka secara religius. Nah, mas Baso hendaknya membongkar pandangan2 para kyai yang cenderung enggan dipublikasikan.
--- On Wed, 26/11/08, Syaikhul Amin - MTD <[email protected]> wrote: From: Syaikhul Amin - MTD <[email protected]> Subject: RE: [kmnu2000] "Agency" Perempuan Pesantren: MERAWAT TRADISI, MENYELAMATKAN INDONESIA To: [email protected] Date: Wednesday, 26 November, 2008, 4:14 PM Daeng baso, Ditunggu bukunya ya, saya jadi penasaran... tapi jujur saja wong ndeso dikampung saya yg sudah sepuh2 kalau ditanya pahlawan, ya yg disebut nama para kyai dan soekarno, selebihnya nggak tahu apakah itu hatta, Syahrir, dst. Tapi kalau di luar jawa saya nggak tahu, di sumatera, Kalimantan, sulawesi dan lainnya. ____________ _________ _________ __ From: kmnu2...@yahoogroup s.com [mailto:kmnu2...@yahoogroup s.com] On Behalf Of ahmad baso Sent: Wednesday, November 26, 2008 4:01 PM To: kmnu2...@yahoogroup s.com Subject: Re: [kmnu2000] "Agency" Perempuan Pesantren: MERAWAT TRADISI, MENYELAMATKAN INDONESIA terima kasih Mbak Rosa, apa yang saya tulis itu adadlah sebagian kecil dari draf buku ynag sedang saya tulis kira-kira-kira ttg "apa sih epran, bagaimana, dan dimana sebetulnya posisi warga pesantren (dan NU) dalam pembentukan bangsa ini" hampir semua bacaan saya yang ditulis orientalis indoensia, kayak Kahin, feith, Lev, Geertz, hingga Fely dan barton, jelas kaum pesantren minim peran. bag mereka yang ebsar hanyalah Hatta, dan Sjahrir, Nasution, nama-nama yang sesuai dengan selera Barat (Amerika-Eropa- Australia) ttg demokrasi, kebangsaan, bla bla tapi, apa yang terjadi ketika kita membaca bahwa temannya Haji Misbach yang dipuji oleh Shirahsi adalaha ornag pesantren? apa yang etrjadi kalau etrnyata sebgaain temapt berlindung Jenderla Sudirman waktu agresi Blenda addlaha di rumah -rumah kiai? apa yang etrjadi ektika Kiai Wahid Hasyim beraliansi dengan ornag orang tan malaka? apa yang etrjadi ektika pemuda-pemuda kiri, sepetti Pesindo, diakder di epsantren? apa yang etrjadi ektika kelompok jawara pelaku revolusi sosial di tegal mendaulat kiai jadi bupati populis? apa yang terjadi ektika hadlaratussyekh punya murid-murid yang dbuang ke digul dan menjadi aktor revolusi apsca digul? apa ynag etrjadi ketika ini da itu demikian setrusnya... .. kita harus banyak membuka data-data yangs elama ini banyak dibuang, dituutpi, atau disepelkan oleh orientalsi indonesia itu. saya juag bisa mengungkapa bagaimana teknik pengelabuan sejarah yang mereka lakukan dengan memanfaatkan jasa-jasa Sartono, Taufik Abdullah, Selo, Kuntjaraningrat, Deliar, dan setrusnya... agar terkesan bahwa sejarah idnoensia yang asli itu dibuat sendiri oelh ornag idnoensia itu, dan bukan bikinan mereka kita sebagai ornag epsnatren harus tahu betul semua itu... bahwa bansga ini ternyata dibangun di atasa cecerana darah, harta dan ekringat ornag-ornag pesantren... . semoga buku itu bisa kelar secepatnya agar mbak rosa bisa membuka mata da menulsi balik kepada orintalis indoensia dari australia itu salam AB ____________ _________ _________ __ From: Rosa Prabowo <rosa_prabowo@ yahoo.com. au <mailto:rosa_ prabowo%40yahoo. com.au> > To: kmnu2...@yahoogroup s.com <mailto:kmnu2000% 40yahoogroups. com> Sent: Wednesday, November 19, 2008 7:47:20 PM Subject: Re: [kmnu2000] "Agency" Perempuan Pesantren: MERAWAT TRADISI, MENYELAMATKAN INDONESIA Salam, Mas Baso, terlepas dari judul tulisan yang intinya ingin mengemukakan peran perempuan di NU, saya justru ingin mengkritik sumber informasi yang sampeyan dapatkan mengenai peran Sholihah Wahid, dua hari pasca pemberontakan komunis. Dalam thesis S2 saya, saya menulis hal yang kurang lebihnya sama, menonjolkan peran penting Sholihah Wahid yang mengumpulkan semua tokoh NU, karena thesis saya sangat ingin menempatkan, betapa, kehadiran perempuan NU, once dihargai. Nah, ketika draft itu saya tulis dengan bersandar pada sumber 2 terbatas (karena NU tidak biasa dengan tradisi menulis dan mengumpulkan arsip :( ), supervisor saya mengingatkan, safira, apakah ini bukan hanya claim saja, bahwa seolah- olah ibu "Wahid" lah yang mengomandoi berkumpulnya tokoh NU, sebab, setahu saya, nggak ada itu informasi mengenai peran penting beliau" .... Berbekal rasa ingin tahu (dan sekaligus gondok karena nggak dipercaya), saya kembali mengorek serpihan berita, artikel lama, buku picisan tentang kiprah NU dulu, lalu saya temukan, bahwa pada saat yang sama, tanggal 2 Oktober 1965, di rumah Munasir, Kebayoran Baru, berkumpul sejumlah tokoh NU membicarakan tentang bagaimana sikap NU mengenai peristiwa tersebut. Sebagai juru bicara dari NU adalah Subhan ZE, dan ada 3 statement yang dikeluarkan, al 1. mengutuk perbuatan komunis, 2. Mengutuk Dewan Revolusi, dan menyatakan NU tidak sama sekali terlibat dengan Dewan Revolusi. Hasil dari pertemuan tanggal 2 tersebut, kemudian dilaporkan oleh Mahbub Junaedi ke militer. Baru kemudian tanggal 5, pernyataan tersebut di tanda tangani oleh semua badan otonom NU (sumber, Masbuchin, th 1967). Saya tidak tahu mana yang sangat berpengaruh, tetapi melihat nama- nama yang berkumpul di rumah Munasir, sepertinya Kebayoran Baru lah yang lebih berperan dalam mengumpulkan tokoh- tokoh NU. Sayapun, kemudian menambah info dalam thesis saya mengenai peran penting NU dalam Resolusi jihad, serta pengaruhnya bagi rakyat Jawa Timur. Syukur saya, supervisor saya sangat yakin dengan peran penting NU tersebut (dalam hati saya, nah lu, biar kamu itu tahu bahwa NU itu ....luar biasa :))) Maksud saya ngoreksi ini, supaya kita, sebagai generasi muda NU jangan lagi terjebak dengan pola fikir bahwa NU ini adalah yang paling besar, paling hebat dan paling "berpengaruh" , karena ketika kita dihadapkan pada kenyataan di luar NU, seringnya kehadiran kita tidak dianggap, bahkan selalu yang kita suarakan, dipandang oleh mereka sebagai hanya "klaim" NU saja. Setelah, saya mendapatkan berita yang berimbang, akhirnya saya memutuskan, setiap ada orang NU menyatakan misalnya "saya dulu yang ini dan itu", saya lalu mencari pembanding dan sumber informasi yang lain yang kira- kiranya waktunya bersamaan dengan orang NU yang telah melakukan "claim" tersebut. Supaya, nantinya, kalau ada orang di luar NU menyangsikan kiprah NU di suatu event, saya punya dalil lain yang berimbang. Begitu lho Salam,buat pak Kyai Safira Machrusah [Rosa] http://safiramachru sah.blogspot. com [Non-text portions of this message have been removed] New Email addresses available on Yahoo! Get the Email name you've always wanted on the new @ymail and @rocketmail. Hurry before someone else does! http://mail.promotions.yahoo.com/newdomains/aa/ [Non-text portions of this message have been removed]
