http://www.nu.or.id/page.php?lang=id&menu=news_view&news_id=17908

Diminta Nahkodai NU, Gus Mus Tak Jawab
Jumat, 12 Juni 2009 19:02
Klaten, NU Online
Meski Muktamar ke-32 Nahdlatul Ulama (NU) masih sekitar enam bulan lagi, akan 
tetapi siapa yang akan menjadi nahkoda NU pada periode 2010-2015 mulai 
digelindingkan pada pertemuan kiai NU di Klaten Rabu (10/6) kemarin. Kali ini 
KH Mustofa Bisri (Gus Mus) digadang untuk menahkodai NU.

Namun, Gus Mus sendiri tidak memberikan jawaban secara jelas lamaran tersebut.

Berbagai persoalan yang dihadapi NU saat ini membuat prihatin para kiai yang 
tergabung dalam Majma' Al-Buhuts An-Nahdliyyah di Pondok Pesantren Al Manshur 
Klaten itu. Maka untuk membenahi NU diperlukan figur yang tepat dan mampu 
mengelola NU secara baik.

Menurut pandangan peserta, Nahdltul Ulama di bawah kepemimpinan duet KH Sahal 
Mahfudz dan KH Hasyim Muzadi sudah baik sehingga bisa dikatakan sehat, akan 
tetapi belum sampai kepada taraf "sehat wal `afiat".

Untuk menjadikan sehat wal afiat, diperlukan figur yang mampu membawa NU 
menjadi rujukan setiap permasalahan. Ada kekompakan sistem dari pusat hingga 
ranting kepengurusan NU, hingga disegani oleh semua pihak. Dan yang bisa 
melakukan hal tersebut, menurut pandangan peserta adalah Gus Mus.

Namun Gus Mus tidak menjawab. Bahkan ketika disodori mikrofon oleh moderator 
untuk menjawab permohonan salah seorang peserta, dirinya enggan menerimanya dan 
menyerahkan kepada KH Maemun Zubair yang ada di sampingnya untuk menjawab.

Munculnya nama Gus Mus pada bursa calon Ketua Umum PBNU mengingatkan pada 
Muktamar NU yang di helat di Asrama Haji Donohudan Boyolali tahun 2004 kemarin. 
Dimana Gus Mus yang digadang-gadang oleh sebagian cabang untuk menjadi Ketua 
Umum PBNU, akhirnya menyatakan tidak bersedia menjelang pelaksanaan muktamar. 
Akankah ini terulang kembali pada Muktamar ke 32 tahun 2010 mendatang? Kita 
tunggu saja. (Abdul Muiz) 

Kirim email ke