http://www.antaranews.com/berita/1253501151/akulturasi-hindu-dan-islam-lahirkan-keunikan-bali
Akulturasi Hindu dan Islam Lahirkan Keunikan Bali
I Ketut Sutika
Denpasar (ANTARA News) - Setangkai bunga menyambut di pintu masuk, sepotong
kertas cokelat kecil tersisip diantara daunnya, sebaris pesan tertulis di
atasnya, damai di langit, damai di bumi dan damai di setiap hati umat
manusia.

Sebuah keharusan dijalani, jika umat manusia ingin hidup berdampingan secara
damai. sikap toleransi itu dapat dikembangkan seperti yang selama ini
dilakoni Forum Komunikasi Antarumat Beragama Provinsi Bali yang diketuai,
Drs Ida Bagus Gede Wiana.

Upaya mewujudkan kerukunan dan keharmonisan umat beragama itu sebenarnya
tidak terlalu berat dalam penerapannya, asalkan dilandasi toleransi dan rasa
saling menghormati satu sama lain.

Kerukunan antar umat beragama di Bali selama ini sangat mantap dan harmonis,
hidup berdampingan satu sama lainnya yang diwarisi secara turun-temurun
sejak sekitar lima ratus tahun silam.

Kerukunan antar umat beragama sangat kokoh berkat Konsep "menyama braya",
yakni persaudaraan yang betul-betul diterapkan dalam kehidupan umat beragama
di Bali, tutur seorang tokoh muslim di Bali Drs Haji Mulyono (76).

Pria kelahiran Solo yang menetap di Bali sejak 1962 yang pernah menjabat
sebagai Asisten Sekretaris Daerah Provinsi Bali itu menilai, kehidupan umat
beragama yang "mesra dan harmonis" yang dapat diwujudkan Pulau Dewata
diharapkan dapat tetap terpelihara dengan baik.

Upaya tersebut mampu mendukung terciptanya kondisi yang aman, nyaman dan
tenteram, sekaligus memberikan kesejukan di hati umat manusia.

Agama Islam dan Hindu sesungguhnya memiliki banyak persamaan bahkan terjadi
akulturasi menyangkut seni dan budaya dari kedua agama tersebut di Pulau
Dewata, tutur suami dari Ntin Charoh NHG.

Kesamaan itu antara lain terdapat pada buku dan "Geguritan" (pembacaan
ayat-ayat suci Hindu), yang ternyata di dalamnya mengandung unsur nuansa
Islam. Bukti lain dari terjadinya akulturasi Islam-Hindu adalah di Desa
Pegayaman Kabupaten Buleleng, Kepaon Kota Denpasar dan Desa Loloan di
Kabupaten Jembrana.

Desa Pegayaman misalnya, sebagian besar warganya memeluk agama Islam, namun
nama depannya sama seperti orang Bali pada umumnya, sehingga muncul nama
seperti Wayan Muhammad Saleh atau Made Jalaluddin.

Dalam budaya, umat Islam Bali telah "berbaur" dengan budaya setempat,
terlihat dari lembaga adat yang tumbuh di masyarakat muslim Bali sama dengan
lembaga adat masyarakat Bali Hindu.

Sistem pengairan bidang pertanian tradisional (subak) misalnya, umat muslim
menerapkan pola pengaturan air seperti yang dilakukan petani yang beragama
Hindu, meskipun cara mensyukuri saat panen berbeda.

Umat Islam yang mengolah lahan pertanian di Subak Yeh Sumbul, Medewi,
Pekutatan dan Subak Yeh Santang, Kabupaten Jembrana, daerah ujung barat
Pulau Bali, menerapkan sistem pengairan secara teratur seperti umumnya
dilakukan petani Pulau Dewata, ungkap ayah dari lima putra-putri yang telah
dikaruniai lima cucu.

Adanya unsur kesamaan antara Islam dan Hindu itu dapat dijadikan tonggak
lebih menciptakan `kemesraan` dan tali persaudaraan antara Hindu dan Islam,
termasuk umat lain di Pulau Dewata, bahkan di Nusantara.

Berbagai keunikan itu menjadi daya tarik tersendiri dari berbagai segi, baik
oleh wisatawan mancanegara, sosiolog maupun budayawan dari belahan dunia.

Kondisi demikian tidak mengherankan, jika Pulau Seribu Pura itu bertambah
tenar, bahkan terkadang melampaui keterkenalan Indonesia, negara yang
berpenduduk muslim terbesar, ujar Mulyono yang dipercaya sebagai Ketua
Panitia Hari Besar Islam (PHBI) Provinsi Bali.

Sejak 500 tahun silam
Akulturasi dan kerukunan antarumat beragama di Bali sangat mesra dan
harmonis, tidak pernah terjadi "benturan". Hal itu diwarisi secara
turun-temurun sejak 500 tahun lalu.

Terciptanya kerukunan hidup beragama demikian itu berkat adanya saling
pengertian serta saling hormat-menghormati antarwarga berlainan suku maupun
agama di Pulau Dewata, tutur Kepala Bidang Bimas Islam Kanwil Departemen
Agama Provinsi Bali, Haji Musta`in SH

Kerukunan antarumat beragama yang hidup berdampingan satu sama lainnya itu
diharapkan dapat terus dipelihara dan dipupuk dalam mengembangkan kerukunan
yang dinamis, sekaligus terhindar pengaruh luar yang negatif.

Kerukunan telah menjadi satu pandangan yang sama dalam membangun kualitas
kehidupan yang lebih baik di Pulau Dewata. Wali Kota Denpasar Ida Bagus Rai
Dharma Wijaya Mantra misalnya mengundang para tokoh dan umat muslim untuk
berbuka puasa bersama.

Demikian pula Wakil Gubernur Bali Drs Anak Agung Ngurah Puspayoga yang
semuanya itu mencerminkan tekad untuk memelihara keharmonisan dan kerukunan
umat beragama yang selama ini sangat mantap dan kokoh.

Masyarakat Bali dikenal sangat toleran terhadap para pendatang maupun
wisatawan dalam menikmati liburan di Pulau Dewata dan hampir tidak pernah
ada masalah.

Bahkan di Bali satu-satunya di Indonesia yang telah terbentuk persatuan
etnis Nusantara. Mereka satu sama lain telah terjalin kerjasama yang baik,
bertekad untuk menjaga keutuhan Bali, agar terhindar dari hal-hal yang tidak
diinginkan.

Gubernur Bali Made Mangku Pastika menilai, meskipun masyarakat Bali sesama
pendatang maupun umat lain hampir tidak pernah ada masalah, namun
gesekan-gesekan antar satu desa adat dengan tetangganya sering terjadi.

Kondisi itu sangat rawan terhadap kemungkinan terjadinya konflik, atau
hal-hal yang tidak diinginkan bersama. Gubernur Pastika dalam setiap
kesempatan mengajak masyarakat kembali pada jati diri orang Bali, melakoni
hidup rukun, aman, damai dan saling menghargai.

Keunggulan lokal yang dimiliki masyarakat Bali hendaknya dapat dipegang
kokoh, mengingat dalam era globalisasi ada kecenderungan nilai-nilai
kehidupan masyarakat Bali mengalami pergeseran.

Para tokoh-tokoh dan masyarakat diingatkan untuk memegang teguh kepatuhan,
maupun sopan santun dan keramah-tamahan dalam kehidupan masyarakat
sehari-hari.(*)


__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature 
database 4448 (20090922) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com




__________ Information from ESET NOD32 Antivirus, version of virus signature 
database 4448 (20090922) __________

The message was checked by ESET NOD32 Antivirus.

http://www.eset.com





------------------------------------

______________________________________________________________________
http://www.numesir.org untuk informasi tentang Cabang Istimewa NU Mesir dan 
KMNU2000, atau info-info seputar Cairo dan Timur Tengah.
~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~
Kami berharap Anda selalu bersama kami, tapi jika karena suatu hal Anda harus 
meninggalkan forum ini silakan kirim email ke: 
[email protected] 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/kmnu2000/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[email protected] 
    mailto:[email protected]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [email protected]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/

Kirim email ke