Silahkan lihat disini:

http://tempointeraktif.com/hg/oops/2010/03/23/brk,20100323-234700,id.html

'Orang Terpandai di Dunia' Tolak Hadiah Rp 9,1 
Miliar   
Selasa, 23 Maret 2010 | 10:15 WIB
 
  
TEMPO Interaktif, London - Seorang warga 
Rusia menolak hadiah US$ 1 juta (Rp 9,1 miliar) setelah ia menyelesaikan 
soal-soal matematika paling sulit. Pria bernama Dr Grigory Perelman 
tersebut mengaku dia tidak menginginkan uang tersebut.

Disebut 
sebagai orang terpandai di dunia, Perelman tinggal di sebuah flat penuh 
kecoa di St Peterburg. Ketika ditanya mengapa menolak hadiah tersebut, 
pria berusia 44 tahun tersebut mengatakan, "Saya sudah memiliki semua 
yang saya inginkan."

Hadiah tersebut diberikan US Clay 
Mathematics Institute karena Peterburg menyelesaikan soal Poincare 
Conjecture yang menjadi momok bagi para ahli matematika selama 
bertahun-tahun. Poincare Conjecture merupakan salah satu dari tujuh 
teka-teki dalam matematika yang telah berusia lebih dari 100 tahun. 
Perelman sendiri menjawab soal tersebut melalui internet. 

Perelman juga pernah menolak medali dari International Mathematical Union di 
Madrid empat tahun lalu. Saat itu, Perelman mengatakan, "Saya tidak 
tertarik dengan uang atau ketenaran. Saya tidak mau ditampilkan seperti 
hewan dalam kebun 
binatang. Saya bukan pahlawan matematikan. Saya bahkan tidak sesukses yang 
dikira. Itu sebabnya saya tidak mau semua orang 
melihat diri saya."

Tetangga Perelman, Vera Petrovina, 
mengatakan, "Saya pernah sekali masuk ke flatnya dan saya sangat 
terkejut. Ia hanya punya satu meja, bangku, dan tempat tidur dengan 
kasur kotor yang ditinggalkan pemilik sebelumnya. Pemilik sebelumnya 
adalah seorang pecandu alkohol yang menjual flat itu kepada dia."

"Kami sedang berusaha membasmi kecoa-kecoa dari blok tempat tinggal kami. 
Tetapi binatang itu bersembunyi di flat miliknya (Perelman)," tambah 
Petrovina.

Perelman merupakan mantan peneliti di Steklov 
Institute of Mathematics di St Petersburg. Ketika masih menjadi peneliti pada 
2003, Perelman mulai menulis di internet yang menyebutkan dirinya 
berhasil menjawab Poincare Conjecture. 

Dalam sejumlah tes yang 
dilakukan secara teliti, jawaban Perelman terbukti benar.

Setelah 2003, Perelman mengundurkan diri di Steklov Institute. Beberapa teman 
Perelman dilaporkan mengatakan Perelman mundur karena merasa matematika 
terlalu sulit untuk didiskusikan.



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke