http://www.eramuslim.com/muslimah/kepada-saudariku-para-muslimah-kami-iri-pada-kalian.htm

Kepada Saudariku, Para Muslimah: Kami Iri Pada Kalian
Rabu, 24/03/2010 11:14 WIB | email | print | share

Joana Francis adalah seorang penulis dan wartawan asal AS. Dalam situs Crescent 
and the Cross, perempuan yang menganut agama Kristen itu menuliskan ungkapan 
hatinya tentang kekagumannya pada perempuan-perempuan Muslim di Libanon saat 
negara itu diserang oleh Israel dalam perang tahun 2006 lalu.

Apa yang ditulis Francis, meski ditujukan pada para Muslimah di Libanon, bisa 
menjadi cermin dan semangat bagi para Muslimah dimanapun untuk bangga akan 
identitasnya menjadi seorang perempuan Muslim, apalagi di tengah kehidupan 
modern dan derasnya pengaruh budaya Barat yang bisa melemahkan keyakinan dan 
keteguhan seorang Muslimah untuk tetap mengikuti cara-cara hidup yang diajarkan 
Islam.

Karena di luar sana, banyak kaum perempuan lain yang iri melihat kehidupan dan 
kepribadian para perempuan Muslim yang masih teguh memegang ajaran-ajaran 
agamanya. Inilah ungkapan kekaguman Francis sekaligus pesan yang disampaikannya 
untuk perempuan-perempuan Muslim dalam tulisannya bertajuk "Kepada Saudariku 
Para Muslimah";

Ditengah serangan Israel ke Libanon dan "perang melawan teror" yang 
dipropagandakan Zionis, dunia Islam kini menjadi pusat perhatian di setiap 
rumah di AS.

Aku menyaksikan pembantaian, kematian dan kehancuran yang menimpa rakyat 
Libanon, tapi aku juga melihat sesuatu yang lain; Aku melihat kalian (para 
muslimah). Aku menyaksikan perempuan-perempuan yang membawa bayi atau anak-anak 
yang mengelilingin mereka. Aku menyaksikan bahwa meski mereka mengenakan 
pakaian yang sederhana, kecantikan mereka tetap terpancar dan kecantikan itu 
bukan sekedar kecantikan fisik semata.

Aku merasakan sesuatu yang aneh dalam diriku; aku merasa iri. Aku merasa gundah 
melihat kengerian dan kejahatan perang yang dialami rakyat Libanon, mereka 
menjadi target musuh bersama kita. Tapi aku tidak bisa memungkiri kekagumanku 
melihat ketegaran, kecantikan, kesopanan dan yang paling penting kebahagian 
yang tetap terpancar dari wajah kalian.

Kelihatannya aneh, tapi itulah yang terjadi padaku, bahkan di tengah serangan 
bom yang terus menerus, kalian tetap terlihat lebih bahagia dari kami ( 
perempuan AS) di sini karena kalian menjalani kehidupan yang alamiah sebagai 
perempuan. Di Barat, kaum perempuan juga menjalami kehidupan seperti itu sampai 
era tahun 1960-an, lalu kami juga dibombardir dengan musuh yang sama. Hanya 
saja, kami tidak dibombardir dengan amunisi, tapi oleh tipu muslihat dan 
korupsi moral.

Perangkap Setan

Mereka membombardir kami, rakyat Amerika dari Hollywood dan bukan dari jet-jet 
tempur atau tank-tank buatan Amerika.

Mereka juga ingin membombardir kalian dengan cara yang sama, setelah mereka 
menghancurkan infrastruktur negara kalian. Aku tidak ingin ini terjadi pada 
kalian. Kalian akan direndahkan seperti yang kami alami. Kalian dapat menghinda 
dari bombardir semacam itu jika kalian mau mendengarkan sebagian dari kami yang 
telah menjadi korban serius dari pengaruh jahat mereka.

Apa yang kalian lihat dan keluar dari Hollywood adalah sebuah paket kebohongan 
dan penyimpangan realitas. Hollywood menampilkan seks bebas sebagai sebuah 
bentuk rekreasi yang tidak berbahaya karena tujuan mereka sebenarnya adalah 
menghancurkan nilai-nilai moral di masyarakat melalui program-program beracun 
mereka. Aku mohon kalian untuk tidak minum racun mereka.

Karena begitu kalian mengkonsumsi racun-racun itu, tidak ada obat penawarnya. 
Kalian mungkin bisa sembuh sebagian, tapi kalian tidak akan pernah menjadi 
orang yang sama. Jadi, lebih baik kalian menghindarinya sama sekali daripada 
nanti harus menyembuhkan kerusakan yang diakibatkan oleh racun-racun itu.

Mereka akan menggoda kalian dengan film dan video-video musik yang merangsang, 
memberi gambaran palsu bahwa kaum perempuan di AS senang, puas dan bangga 
berpakaian seperti pelacur serta nyaman hidup tanpa keluarga. Percayalah, 
sebagian besar dari kami tidak bahagia.

Jutaan kaum perempuan Barat bergantung pada obat-obatan anti-depresi, membenci 
pekerjaan mereka dan menangis sepanjang malam karena perilaku kaum lelaki yang 
mengungkapkan cinta, tapi kemudian dengan rakus memanfaatkan mereka lalu pergi 
begitu saja. Orang-orang seperti di Hollywood hanya ingin menghancurkan 
keluarga dan meyakinkan kaum perempuan agar mau tidak punya banyak anak.

Mereka mempengaruhi dengan cara menampilkan perkawinan sebagai bentuk 
perbudakan, menjadi seorang ibu adalah sebuah kutukan, menjalani kehidupan yang 
fitri dan sederhana adalah sesuatu yang usang. Orang-orang seperti itu 
menginginkan kalian merendahkan diri kalian sendiri dan kehilangan imam. Ibarat 
ular yang menggoda Adam dan Hawa agar memakan buah terlarang. Mereka tidak 
menggigit tapi mempengaruhi pikiran kalian.

Aku melihat para Muslimah seperti batu permata yang berharga, emas murni dan 
mutiara yang tak ternilai harganya. Alkitab juga sebenarnya mengajarkan agar 
kaum perempuan menjaga kesuciannya, tapi banyak kaum perempuan di Barat yang 
telah tertipu.

Model pakaian yang dibuat para perancang Barat dibuat untuk mencoba meyakinkan 
kalian bahwa asset kalian yang paling berharga adalah seksualitas. Tapi gaun 
dan kerudung yang dikenakan para perempuan Muslim lebih "seksi" daripada model 
pakaian Barat, karena busana itu menyelubungi kalian sehingga terlihat seperti 
sebuah "misteri" dan menunjukkan harga diri serta kepercayaan diri para 
muslimah.

Seksualiatas seorang perempuan harus dijaga dari mata orang-orang yang tidak 
layak, karena hal itu hanya akan diberikan pada laki-laki yang mencintai dan 
menghormati perempuan, dan cukup pantas untuk menikah dengan kalian. Dan karena 
lelaki di kalangan Muslim adalah lelaki yang bersikap jantan, mereka berhak 
mendapatkan yang terbaik dari kaum perempuannya.

Tidak seperti lelaki kami di Barat, mereka tidak kenal nilai sebuah mutiara 
yang berharga, mereka lebih memilih kilau berlian imitasi sebagai gantinya dan 
pada akhirnya bertujuan untuk membuangnya juga.

Modal yang paling berharga dari para muslimah adalah kecantikan batin kalian, 
keluguan dan segala sesuatu yang membentuk diri kalian. Tapi saya perhatikan 
banyak juga muslimah yang mencoba mendobrak batas dan berusaha menjadi seperti 
kaum perempuan di Barat, meski mereka mengenakan kerudung.

Mengapa kalian ingin meniru perempuan-perempuan yang telah menyesal atau akan 
menyesal, yang telah kehilangan hal-hal paling berharga dalam hidupnya? Tidak 
ada kompensasi atas kehilangan itu. Perempuan-perempuan Muslim adalah berlian 
tanpa cacat. Jangan biarkan hal demikian menipu kalian, untuk menjadi berlian 
imitasi. Karena semua yang kalian lihat di majalah mode dan televisi Barat 
adalah dusta, perangkap setan, emas palsu.

Kami Butuh Kalian, Wahai Para Muslimah !

Aku akan memberitahukan sebuah rahasia kecil, sekiranya kalian masih penasaran; 
bahwa seks sebelum menikah sama sekali tidak ada hebatnya.

Kami menyerahkan tubuh kami pada orang kami cintai, percaya bahwa itu adalah 
cara untuk membuat orang itu mencintai kami dan akan menikah dengan kami, 
seperti yang sering kalian lihat di televisi. Tapi sesungguhnya hal itu sangat 
tidak menyenangkan, karena tidak ada jaminan akan adanya perkawinan atau orang 
itu akan selalu bersama kita.

Itu adalah sebuah Ironi! Sampah dan hanya akan membuat kita menyesal. Karena 
hanya perempuan yang mampu memahami hati perempuan. Sesungguhnya perempuan 
dimana saja sama, tidak peduli apa latar belakang ras, kebangsaan atau agamanya.

Perasaan seorang perempuan dimana-mana sama. Ingin memiliki sebuah keluarga dan 
memberikan kenyamanan serta kekuatan pada orang-orang yang mereka cintai. Tapi 
kami, perempuan Amerika, sudah tertipu dan percaya bahwa kebahagiaan itu ketika 
kami memiliki karir dalam pekerjaan, memiliki rumah sendiri dan hidup 
sendirian, bebas bercinta dengan siapa saja yang disukai.

Sejatinya, itu bukanlah kebebasan, bukan cinta. Hanya dalam sebuah ikatan 
perkawinan yang bahagialah, hati dan tubuh seorang perempuan merasa aman untuk 
mencintai.

Dosa tidak akan memberikan kenikmatan, tapi akan selalu menipu kalian. Meski 
saya sudah memulihkan kehormatan saya, tetap tidak tergantikan seperti 
kehormatan saya semula.

Kami, perempuan di Barat telah dicuci otak dan masuk dalam pemikiran bahwa 
kalian, perempuan Muslim adalah kaum perempuan yang tertindas. Padahal kamilah 
yang benar-benar tertindas, menjadi budak mode yang merendahkan diri kami, 
terlalu resah dengan berat badan kami, mengemis cinta dari orang-orang yang 
tidak bersikap dewasa.

Jauh di dalam lubuk hati kami, kami sadar telah tertipu dan diam-diam kami 
mengagumi para perempuan Muslim meski sebagaian dari kami tidak mau 
mengakuinya. Tolong, jangan memandang rendah kami atau berpikir bahwa kami 
menyukai semua itu. Karena hal itu tidak sepenuhnya kesalahan kami.

Sebagian besar anak-anak di Barat, hidup tanpa orang tua atau hanya satu punya 
orang tua saja ketika mereka masih membutuhkan bimbingan dan kasih sayang. 
Keuarga-keluarga di Barat banyak yang hancur dan kalian tahu siapa dibalik 
semua kehancuran ini. Oleh sebab itu, jangan sampai tertipu saudari muslimahku, 
jangan biarkan budaya semacam itu mempengaruhi kalian.

Tetaplah menjaga kesucian dan kemurnian. Kami kaum perempuan Kristiani perlu 
melihat bagaimana kehidupan seorang perempuan seharusnya. Kami membutuhkan 
kalian, para Muslimah, sebagai contoh bagi kehidupan kami, karena kami telah 
tersesat. Berpegang teguhlah pada kemurnian kalian sebagai Muslimah dan 
berhati-hatilah !. (ln/iol)



      

[Non-text portions of this message have been removed]

Kirim email ke