namun ajaran yang berpotensi membuat perpecahan dalam diri umat Islam tidak sepatutnya PBNU untuk mendukungnya,,menghormati perbedaan dalam menafsirkan ayat Allah SWT bukan berarti harus mendukung pluralisme, liberalisme, demokrasi sekuler dan ahmadiyah, al qaidah. Jika paham Sepilis justru membuat Umat Islam menjadi tidak tentram justru menjadi tugas PBNU untuk meluruskannya, memberinya pencerahan kepada mereka penganut Sepilis. Tugas PBNU untuk menghormati perbedaan yang ada dalam dinamika kehidupan masyarakat bukan berarti mendukung keberadaan mereka melainkan untuk mencegah adanya tindakan anarkis terhadap mereka.
________________________________ From: abdul <[email protected]> To: [email protected] Sent: Thu, May 13, 2010 3:58:31 AM Subject: [kmnu2000] Re: Tokoh Muslim AS Hisyam Kabbani Apresiasi NU Bismilahirrahmanirr ahiim Kalau memang pendapat ketua PBNU, Said Aqil, menghormati perbedaan2 dlm menafsirkan ayat2 ALLAH, sebaiknya PBNU memutihkan kembali Fatwa MUI yang mengharamkan; --pluralisme --liberalisme --demokrasi_ seculer --Ahmadiyah, al qaidah dll Dan menarik kembnali UU PPA ,dimana Hasyim Murzadi mempertahankan UU PPA itu dan condong berpihgak kpd Ulama2 Garis keras Wahabi. Itu lah haram kami. salam --- In kmnu2...@yahoogroup s.com, arief dani <ariefd...@. ..> wrote: > > Tokoh Muslim AS Hisyam Kabbani Apresiasi NU > > > [Tokoh Muslim AS Hisyam Kabbani Apresiasi NU] Tokoh Muslim AS Hisyam Kabbani > Apresiasi NU > > Jakarta (ANTARA) - Tokoh Muslim Amerika Serikat Syeikh Muhammad Hisyam > Kabbani memberi apresiasi terhadap sikap dan kiprah Nahdlatul Ulama (NU) di > dalam kehidupan berbangsa dan pergaulan internasional. > > "Kami sangat apresiatif dengan keberadaan dan sikap-sikap NU dalam kehidupan > berbangsa dan pergaulan dunia," katanya saat bersilaturahmi dengan jajaran > PBNU di Jakarta, Rabu. > > Mursyid Thariqat Naqsyabandiyah kelahiran Lebanon itu menilai NU telah > memberikan keteladanan yang baik dalam menyemai kerukunan hidup di tengah > berbagai perbedaan. > > Sementara itu Ketua Umum PBNU KH Said Aqil Siroj menyatakan, NU selalu > mengawal keberagaman umat dengan prinsip-prinsip ahlussunah wal jamaah yakni > lurus, toleran, moderat, dan seimbang. > > "NU selalu menghargai perbedaan-perbedaan , baik karena beda mazhab, suku, > maupun agama," katanya. > > Menurutnya, Islam bukan sekedar aturan mengenai akidah dan syariah, namun > juga melingkupi keilmuan, kebudayaan, sosial, dan peradaban. > > Sejak berdiri tahun 1926, kata Said Aqil, NU telah melalui berbagai rintangan > dalam mewujudkan cita-cita peradaban Islam. > > Bahkan, hingga saat ini Indonesia terus menghadapi berbagai dinamika > kehidupan beragama. > > "Namun NU selalu berpegang teguh dengan prinsip-prinsip pokok agama dan > bertoleransi terhadap masalah-masalah khilafiyah (perbedaan), " kata Said > Aqil. > [Non-text portions of this message have been removed]
