Acungan jempolan, tepuk tangan, dan salut kepada KAPOLWIL dengan perintahnya yang segera... Juga tentu kepada semua jajaran yang peduli akan keberadaan Batu Kuya tsb.....
Konon sekarang jadi bahan tontonan, jadi objek kunjungan warga ? Nah khan bisa di kasih saung dan dijadikan 'obyek kunjungan' wisata maupun sejarah maupun keilmuan lainnya ? Kita lihat apakah rekan2 di Kabupaten cukup tanggap terhadap hal demikian.... Salam, ----- Original Message ----- From: "Lodayana" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Wednesday, October 15, 2008 12:31 PM Subject: Re: [kota-bogor] Batu Kuya Pulang Kampung > > Nhaaa...., ini baru Polisi.... Mantappp..!! Sekalian pak Polisi..., beresin > copet di Taman Topi.. > > Salam, > Edwyn Noor > > ----- Original Message ----- > From: "hadi darajat" <[EMAIL PROTECTED]> > To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; > <[email protected]> > Sent: Wednesday, October 15, 2008 11:08 AM > Subject: [kota-bogor] Batu Kuya Pulang Kampung > > > Dikawal Patwal Sampai PanyaunganBatu Kuya Pulang KampungBOGOR – > Benda yang diduga Batu Kuya, akhirnya semalam pulang kampung. Batu > seberat 50 ton lebsih itu akan dikembalikan ke ‘rumahnya’ di Kali > Cisusuh Desa Cileuksa Kecamatan Sukajayasv. > > Namun, usai kawasan > Panyaungan -menuju pertigaan Pongkor Nanggung- rombongan berbelok di > pertigaan Wates Desa Cigudeg menuju Perkebunan Teh Nusantara 8 Persero > Unit Bisnis 1 Kebun Cikasungka Cirangsad, Desa Banyuwangi Kecamatan > Cigudeg. Karena jalan berbelok, rombongan sempat berhenti di lokasi itu > sekitar pukul 23:40 WIB. > Radar Bogor yang berada di belakang rombongan memilih balik kanan > kembali menuju Bogor. Hingga pukul 01:30 WIB, Polsek Cigudeg yang > dihubungi Radar Bogor mengaku tidak melihat rombongan Batu Kuya menuju > kawasan Jasinga. > Tadi malam, sekitar pukul 21:30 WIB, batu tersebut melintas dengan > kecepatan sedang di depan Graha Pena Radar Bogor. Bila dilihat sekilas, > tak nampak bongkahan Batu Kuya yang diangkut kontainer nopol D 9169 QC. > Pasalnya, batu yang rencananya diekspor ke Korea itu ditutupi terpal > biru tua. > Meski tertutup terpal dengan rapi, tampak jelas bahwa yang diangkut adalah > Batu Kuya yang menghebohkan itu. > Seperti rute saat berangkat menuju Jakarta, saat pulang pun > rombongan batu Kuya mendapat pengawalan dari Patwal. Hanya saja, saat > melintas Jalan Sholeh Iskandar, KH Abdullah Bin Nuh, menuju Bogor > Barat, Patwal berada di posisi paling belakang. Sedangkan di posisi > depan Ford Everest warna Silver Nomor Polisi B 8632 FV berisi satu > sopir dan satu penumpang pria berwajah oriental. > Tak ada hambatan berarti yang dialami rombongan selama menuju Bogor > Barat. Jalanan yang sudah agak lengang, semakin memudahkan perjalanan > rombongan. > Memasuki daerah Leuwiliang, tepatnya sebelum pasar, iring-iringan > berhenti sekitar pukul 22:50 WIB. Kurang lebih 20 menit, rombongan > berhenti. Kondisi ini dimanfaatkan beberapa petugas yang mengawal, > membetulkan posisi batu. Saat ditanya sopir kontainer mengatakan yang > dibawa adalah mesin. > Sementara Kapolwil Bogor Kombes Pol Andayono membenarkan bahwa Batu > Kuya itu dikembalikan ke tempat asalnya sesuai dengan surat perintah > yang dikeluarkan Kapolwil. “Saya sudah perintahkan kepada jajaran untuk > mengembalikan Batu Kuya tersebut,” ujarnya singkat. > Surat perintah itu, lanjut Andayono, diberlakukan satu hari setelah > Batu Kuya tersebut dibawa ke Jakarta. “Saat itu juga kami langsung > perintahkan provost untuk memeriksa anggota yang terlibat. Entah itu > reskrimnya maupun lalulintasnya bahkan Intelnya, kejar tangkap,” > katanya sambil menyebutkan itulah risikonya yang harus dihadapi. > Tak hanya itu, mantan Kabid Propam Polda Sumut itu juga menambahkan, > pihaknya tidak mau tahu mengenai transaksi jual beli Batu Kuya tersebut. > “Lha untuk apa dijual? Memangnya di Korea sana tidak ada batu apa,” ujarnya. > (nie/rev/cr1/dah) www.radar-bogor.co.id > > > > Hadi Darajat > Graphic Designer > > P. +62 251 4767120 ( FLEXI ) > M. +62 8157120873 > E. [EMAIL PROTECTED] > Blog: http://www.hadeesign.wordpress.com > Website: http://www.balebat-online.com > > > Fresh Think About Creativity > ------------------------------------ Membangun Kesadaran Sejarah dan Budaya Indonesia "We learn History for Learning the Present and Building the Future" Community for Preservation of Indonesian History and Culture KOMUNITAS HISTORIA INDONESIAYahoo! Groups Links <*> To visit your group on the web, go to: http://groups.yahoo.com/group/komunitashistoria/ <*> Your email settings: Individual Email | Traditional <*> To change settings online go to: http://groups.yahoo.com/group/komunitashistoria/join (Yahoo! ID required) <*> To change settings via email: mailto:[EMAIL PROTECTED] mailto:[EMAIL PROTECTED] <*> To unsubscribe from this group, send an email to: [EMAIL PROTECTED] <*> Your use of Yahoo! Groups is subject to: http://docs.yahoo.com/info/terms/
