Alhamdulillah..
Syukur.. syukur.. Angin segar.. Hoho..
> Welcome home the ancient.....!!
>
> --- On Wed, 10/15/08, hadi darajat <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
> From: hadi darajat <[EMAIL PROTECTED]>
> Subject: [HISTORIA-INDONESIA] Batu Kuya Pulang
Kampung
> To: [EMAIL PROTECTED],
[EMAIL PROTECTED],
[email protected]
> Date: Wednesday, October 15, 2008, 11:08 AM
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> Dikawal Patwal Sampai PanyaunganBatu
Kuya Pulang KampungBOGOR -
> Benda yang diduga Batu Kuya, akhirnya semalam
pulang kampung. Batu
> seberat 50 ton lebsih itu akan dikembalikan ke
'rumahnya' di Kali
> Cisusuh Desa Cileuksa Kecamatan Sukajayasv.
>
> Namun, usai kawasan
> Panyaungan -menuju pertigaan Pongkor Nanggung-
rombongan berbelok di
> pertigaan Wates Desa Cigudeg menuju Perkebunan Teh
Nusantara 8 Persero
> Unit Bisnis 1 Kebun Cikasungka Cirangsad, Desa
Banyuwangi Kecamatan
> Cigudeg. Karena jalan berbelok, rombongan sempat
berhenti di lokasi itu
> sekitar pukul 23:40 WIB.
> Radar Bogor yang berada di belakang rombongan
memilih balik kanan
> kembali menuju Bogor. Hingga pukul 01:30 WIB,
Polsek Cigudeg yang
> dihubungi Radar Bogor mengaku tidak melihat
rombongan Batu Kuya menuju
> kawasan Jasinga.
> Tadi malam, sekitar pukul 21:30 WIB, batu tersebut
melintas dengan
> kecepatan sedang di depan Graha Pena Radar Bogor.
Bila dilihat sekilas,
> tak nampak bongkahan Batu Kuya yang diangkut
kontainer nopol D 9169 QC.
> Pasalnya, batu yang rencananya diekspor ke Korea
itu ditutupi terpal
> biru tua.
> Meski tertutup terpal dengan rapi, tampak jelas
bahwa yang diangkut adalah Batu Kuya yang
menghebohkan itu.
> Seperti rute saat berangkat menuju Jakarta, saat
pulang pun
> rombongan batu Kuya mendapat pengawalan dari
Patwal. Hanya saja, saat
> melintas Jalan Sholeh Iskandar, KH Abdullah Bin
Nuh, menuju Bogor
> Barat, Patwal berada di posisi paling belakang.
Sedangkan di posisi
> depan Ford Everest warna Silver Nomor Polisi B
8632 FV berisi satu
> sopir dan satu penumpang pria berwajah oriental.
> Tak ada hambatan berarti yang dialami rombongan
selama menuju Bogor
> Barat. Jalanan yang sudah agak lengang, semakin
memudahkan perjalanan
> rombongan.
> Memasuki daerah Leuwiliang, tepatnya sebelum
pasar, iring-iringan
> berhenti sekitar pukul 22:50 WIB. Kurang lebih 20
menit, rombongan
> berhenti. Kondisi ini dimanfaatkan beberapa
petugas yang mengawal,
> membetulkan posisi batu. Saat ditanya sopir
kontainer mengatakan yang
> dibawa adalah mesin.
> Sementara Kapolwil Bogor Kombes Pol Andayono
membenarkan bahwa Batu
> Kuya itu dikembalikan ke tempat asalnya sesuai
dengan surat perintah
> yang dikeluarkan Kapolwil. "Saya sudah perintahkan
kepada jajaran untuk
> mengembalikan Batu Kuya tersebut," ujarnya
singkat.
> Surat perintah itu, lanjut Andayono, diberlakukan
satu hari setelah
> Batu Kuya tersebut dibawa ke Jakarta. "Saat itu
juga kami langsung
> perintahkan provost untuk memeriksa anggota yang
terlibat. Entah itu
> reskrimnya maupun lalulintasnya bahkan Intelnya,
kejar tangkap,"
> katanya sambil menyebutkan itulah risikonya yang
harus dihadapi.
> Tak hanya itu, mantan Kabid Propam Polda Sumut itu
juga menambahkan,
> pihaknya tidak mau tahu mengenai transaksi jual
beli Batu Kuya tersebut.
> "Lha untuk apa dijual? Memangnya di Korea sana
tidak ada batu apa," ujarnya. (nie/rev/cr1/ dah)
www.radar-bogor. co.id
>
>
>
> Hadi Darajat
> Graphic Designer
>
> P. +62 251 4767120 ( FLEXI )
> M. +62 8157120873
> E. [EMAIL PROTECTED] com
> Blog: http://www.hadeesig n.wordpress. com
> Website: http://www.balebat- online.com
>
>
> Fresh Think About Creativity
>