By beritaseni on
November 19th, 2008
Oleh : Ferren Bianca
Dan
kelak rumah-rumah yang berhimpit secara horisontal di area landai itu
akan berubah menjadi gedung menjulang nan vertikal. Di kota Bandung
satu petak tanah berarti denyut ekonomi yang belum terjamah potensinya.
Jalan Taman sari yang kita bicarakan ini, adalah sebuah jalan arteri
[namun sempit] di mana pelbagai aktivitas strategis diantarkan
melaluinya. Ini jalan yang sanggup membuat iri setiap kepala wilayah
sebesar distrik yang kalau di Indonesia disebut sebagai kelurahan.
Bilamana
tidak jika yang kita bicarakan adalah penempatan tiga kampus besar di
Kota Bandung seperti Institut Teknologi Bandung [ITB], Universitas
Islam Bandung [UNISBA], dan Universitas Pasundan [UNPAS], beberapa
gedung pemerintahan seperti Badan Perencanaan Daerah, Dinas Telematika,
Komando Wilayah Militer, pula satu gedung raksasa kebudayaan bernama
Sasana Budaya Ganesha, pada jalan ini pun berdiri pasar tradisional
Balubur, dan mall modern untuk pembelanjaan stationery satu pertiga
hektar 200 meter ke selatan yang dikembangkan oleh PT. Heksa dan Istana
Group. Tidak lupa pula disebutkan kebun binatang satu-satunya dikota
ini terletak di wilayah utara jalan, taman sari adalah keajaiban dalam
pemetaan perencanaan kota.
“Lebih
mudah memulai apa yang belum terbangun, daripada yang sudah jadi.” Ucap
Deni Sirojuddin, Lurah dari Taman Sari, seraya memberi amsal tentang
pembangunan Aceh pasca Tsunami. Menatap dalam distrik yang telah
dipimpinnya selama empat tahun ini, sang Lurah tampak memilih seksama
apa yang hendak dia tuturkan. Semuanya ditujukan untuk mencapai solusi
yang sehat bagi wilayah yang ‘serbasalah’ ini.
Silakan lanjut bacanya di www.beritaseni.com di http://beritaseni.com/?p=481
makasih banyak moderator milis dan kawan-kawan.
sehatlah, karena sehat itu menggemaskan
frino