Saya terharu sekali membaca link yang diberikan. Bayangkan disana disebut sebuah nama Ungsan Sandar Angin . Boleh jadi dia masih termasuk generasi paman atau kakek saya.
Menurut penuturan orang orang tua saya masih keturunan ke lima dari seorang Pasirah Sandar Angin. Di keluarga saya, cucu perempuan Pasirah yang bernama The Kiau Nio merupakan orang terakhir yang dapat melantunkan Guritan. Menurut tente saya, neneknya yang buta dan lumpuh ini setiap sore setelah anak anak kampung setelah mandi berkumpul di rumah untuk mendengarkannya melantunkan guritan. Semoga saja perjuangan Muhammad Saman Loear dalam melestarikan budaya Besemah terus dilanjutkan oleh generasi muda. Salam, Anton W
