jadi terharu......


Muhammad Firdaus
TRC 240 - POS V Tangerang
B 6690 CFW - Black Thundie


Pada 3 Desember 2008 14:14, den bagus <[EMAIL PROTECTED]> menulis:

>   cerita yang semakin membuat kita selalu untuk safety dan selalu mematuhi
> peraturan
>
> ------------------------------
> *From:* Purwaning Baskoro <[EMAIL PROTECTED]>
> *To:* [email protected]
> *Sent:* Wednesday, December 3, 2008 2:00:05 PM
> *Subject:* FW: [www.suzuki-thunder.net] [oot] Ditilang Polisi , dan Polisi
> itu temenku (Renungan)
>
>   Ini cerita bikin hati gua bergetar. Jujur mata gua berlinang air mata.
> Thanks bro lamanz gak bosen- bosen ngingetin untuk selalu safety.
>
>
>  ------------------------------
>
> *From:* koster_bogor@ yahoogroups. com [mailto:koster_ [EMAIL PROTECTED]
> s.com] *On Behalf Of *Lee Manz
>
> *Sent:* Wednesday, December 03, 2008 1:15 PM
> *To:* koster; SOC; TRC125
> *Subject:* [www.suzuki- thunder.net] [oot] Ditilang Polisi , dan Polisi
> itu temenku (Renungan)
>
>
>
> Dear Brothers
>
> Mungkin ini bisa jadi bahan pembelajaran buat kita semua...
>
> Rgds,
> Lemanz
>
>
>
> ---
>
>
>
> *Ditilang Polisi , dan Polisi itu temenku*
>   ------------------------------
>
> Dari kejauhan, lampu lalu-lintas di perempatan itu masih menyala hijau.
> Jono segera menekan pedal gas kendaraannya. Ia tak mau terlambat. Apalagi ia
> tahu perempatan di situ cukup padat, sehingga lampu merah biasanya menyala
> cukup lama. Kebetulan jalan di depannya agak lengang. Lampu berganti kuning.
> Hati Jono berdebar berharap semoga ia bisa melewatinya segera. Tiga meter
> menjelang garis jalan, lampu merah menyala.Jono bimbang, haruskah ia
> berhenti atau terus saja. "Ah, aku tak punya kesempatan untuk menginjak rem
> mendadak," pikirnya sambil terus melaju.
>
> *Prit! *
>
> Di seberang jalan seorang polisi melambaikan tangan memintanya berhenti.
> Jono menepikan kendaraan agak menjauh sambil mengumpat dalam hati. Dari kaca
> spion ia melihat siapa polisi itu. Wajahnya tak terlalu asing.
> Hey, itu khan Bobi, teman mainnya semasa SMA dulu.
> Hati Jono agak lega.
> Ia melompat keluar sambil membuka kedua lengannya.
> "Hai, Bob. Senang sekali ketemu kamu lagi!"
> "Hai, Jon." Tanpa senyum.
> "Duh, sepertinya saya kena tilang nih? Saya memang agak buru-buru.
> Istri saya sedang menunggu di rumah."
> "Oh ya?"
> Tampaknya Bobi agak ragu. Nah, bagus kalau begitu.
>
> "Bob, hari ini istriku ulang tahun. Ia dan anak-anak sudah menyiapkan
> segala sesuatunya. Tentu aku tidak boleh terlambat, dong."
> "Saya mengerti. Tapi, sebenarnya kami sering memperhatikanmu melintasi
> lampu merah di persimpangan ini."
>
> Oooo, sepertinya tidak sesuai dengan harapan. Jono harus ganti strategi.
>
> "Jadi, kamu hendak menilangku? Sungguh, tadi aku tidak melewati lampu
> merah. Sewaktu aku lewat lampu kuning masih menyala."
>
> Aha, terkadang berdusta sedikit bisa memperlancar keadaan.
>
> "Ayo dong Jon. Kami melihatnya dengan jelas. Tolong keluarkan SIM-mu."
>
> Dengan ketus Jono menyerahkan SIM, lalu masuk ke dalam kendaraan dan
> menutup kaca jendelanya. Sementara Bobi menulis sesuatu di buku tilangnya.
> Beberapa saat kemudian Bobi mengetuk kaca jendela. Jono memandangi wajah
> Bobi dengan penuh kecewa.Dibukanya kaca jendela itu sedikit.
> Ah, lima centi sudah cukup untuk memasukkan surat tilang. Tanpa
> berkata-kata Bobi kembali ke posnya. Jono mengambil surat tilang yang
> diselipkan Bobi di sela-sela kaca jendela. Tapi, hei apa ini. Ternyata
> SIMnya dikembalikan bersama sebuah nota. Kenapa ia tidak menilangku. Lalu
> nota ini apa? Semacam guyonan atau apa? Buru-buru Jono membuka dan membaca
> nota yang berisi tulisan tangan Bobi.
>
> "Halo Jono, Tahukah kamu Jon, aku dulu mempunyai seorang anak perempuan.
> Sayang, ia sudah meninggal tertabrak pengemudi yang ngebut menerobos lampu
> merah. Pengemudi itu dihukum penjara selama 3 bulan. Begitu bebas, ia bisa
> bertemu dan memeluk ketiga anaknya lagi. Sedangkan anak kami satu-satunya
> sudah tiada. Kami masih terus berusaha dan berharap agar Tuhan berkenan
> mengkaruniai seorang anak agar dapat kami peluk. Ribuan kali kami mencoba
> memaafkan pengemudi itu. Betapa sulitnya. Begitu juga kali ini. Maafkan aku
> Jon. Doakan agar permohonan kami terkabulkan. Berhati-hatilah. (Salam, Bobi)".
>
>
> Jono terhenyak. Ia segera keluar dari kendaraan mencari Bobi. Namun, Bobi
> sudah meninggalkan pos jaganya entah ke mana. Sepanjang jalan pulang ia
> mengemudi perlahan dengan hati tak menentu sambil berharap kesalahannya
> dimaafkan... ....
>
> *Tak selamanya pengertian kita harus sama dengan pengertian orang lain.
> Bisa jadi suka kita tak lebih dari duka rekan kita. Hidup ini sangat
> berharga, jalanilah dengan penuh hati-hati. Drive Safely Guys..*
>
>
>  ------------------------------
>
> Dapatkan alamat Email baru Anda!
> <http://sg.rd.yahoo.com/id/mail/domainchoice/mail/signature/*http:/mail.promotions.yahoo.com/newdomains/id/>
> Dapatkan nama yang selalu Anda inginkan sebelum diambil orang lain!
>
>
>
>
>  ------------------------------
>
> Mulai chatting dengan teman di Yahoo! Pingbox baru sekarang!!
> <http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/pingbox/mailtagline/*http:/id.messenger.yahoo.com/pingbox/>
> Membuat tempat chat pribadi di blog Anda sekarang sangatlah mudah
>
>  
>

Kirim email ke