SALAM KOSTER

 

Berbahagialah kepada mereka2 yg masih memiliki IBU. Kasih ibu itu
tiada akhir nak, maka berbaktilah kpd ibu.jangan berkata kasar
kpdnya.jangan perlihatkan wajah masam kpdnya. Bagi yg sdh tdk
mempunyai ibu.maka doakanlah ia disetiap sujud dlm solatmu. Semoga
beliau diampuni dari segala dosanya,diterima segala amal baktinya,dan
ditempatkan ia di dlm surga firdausNYA. Amin..
> 
> aNg6a.gIe wrote: 
> > Hadiah Cinta Seorang Ibu "Bisa saya melihat bayi saya?"
> > pinta seorang ibu yang baru melahirkan penuh kebahagiaan. Ketika
> > gendongan itu berpindah ke tangannya dan ia membuka selimut yang
> > membungkus wajah bayi lelaki yang mungil itu, ibu itu menahan
nafasnya.
> > Dokter yang menungguinya segera berbalik memandang ke arah luar
jendela
> > rumah sakit. Bayi itu dilahirkan tanpa kedua belah telinga! 
> > Waktu membuktikan bahwa pendengaran bayi yang kini telah tumbuh
> > menjadi seorang anak itu bekerja dengan sempurna. Hanya
penampilannya
> > saja yang tampak aneh dan buruk. Suatu hari anak lelaki itu bergegas
> > pulang ke Rumah dan membenamkan wajahnya di pelukan sang ibu yang
> > menangis. Ia tahu hidup anak lelakinya penuh dengan kekecewaan dan
> > tragedi. Anak lelaki itu terisak-isak berkata, "Seorang anak
laki-laki
> > besar mengejekku. Katanya, aku ini makhluk aneh." 
> > Anak lelaki itu tumbuh dewasa. Ia cukup tampan dengan cacatnya. Ia
> > pun disukai teman-teman sekolahnya. Ia juga mengembangkan bakatnya
> > dibidang musik dan menulis. Ia ingin sekali menjadi ketua kelas.
Ibunya
> > mengingatkan, "Bukankah nantinya kau akan bergaul dengan
remaja-remaja
> > lain?" 
> > Namun dalam hati ibu merasa kasihan dengannya. Suatu hari ayah anak
> > lelaki itu bertemu dengan seorang dokter yang bisa mencangkokkan
> > telinga untuknya. "Saya percaya saya bisa memindahkan sepasang
telinga untuknya. Tetapi harus 
> > ada seseorang yang bersedia mendonorkan telinganya," kata dokter.
Kemudian, orangtua anak lelaki itu mulai mencari siapa yang mau
mengorbankan telinga dan mendonorkannya pada mereka. Beberapa
> > bulan sudah berlalu. Dan tibalah saatnya mereka memanggil anak
> > lelakinya, "Nak, seseorang yang tak ingin dikenal telah bersedia
> > mendonorkan telinganya padamu. Kami harus segera mengirimmu ke rumah
> > sakit untuk dilakukan operasi. Namun, semua ini sangatlah rahasia."
> > kata sang ayah. 
> > Operasi berjalan dengan sukses. Seorang lelaki baru pun lahirlah.
Bakat
> > musiknya yang hebat itu berubah menjadi kejeniusan. Ia pun menerima
> > banyak penghargaan dari sekolahnya. Beberapa waktu kemudian ia pun
> > menikah dan bekerja sebagai seorang diplomat. Ia menemui ayahnya,
"Yah,
> > aku harus mengetahui siapa yang telah 
> > bersedia mengorbankan ini semua padaku. Ia telah berbuat sesuatu
yang besar namun aku sama sekali belum membalas kebaikannya. " Ayahnya
menjawab, "Ayah yakin kau takkan bisa membalas kebaikan hati orang 
> > yang telah memberikan telinga itu." Setelah terdiam sesaat ayahnya
> > melanjutkan, "Sesuai dengan perjanjian, belum saatnya bagimu untuk
> > mengetahui semua rahasia ini." Tahun berganti tahun. Kedua
orangtua lelaki itu tetap menyimpan rahasia. 
> > Hingga suatu hari tibalah saat yang menyedihkan bagi keluarga itu.
Di
> > hari itu ayah dan anak lelaki itu berdiri di tepi peti jenazah
ibunya
> > yang baru saja meninggal. Dengan perlahan dan lembut, sang ayah
> > membelai rambut jenazah ibu yang terbujur kaku itu, lalu menyibaknya
> > sehingga tampaklah .... bahwa sang ibu tidak memiliki telinga.
"Ibumu
> > pernah berkata bahwa ia senang sekali bisa memanjangkan rambutnya,"
> > bisik sang ayah. "Dan tak seorang pun menyadari bahwa ia telah
> > kehilangan sedikit kecantikannya bukan?" 
> > Kecantikan yang sejati tidak terletak pada penampilan tubuh namun
> > didalam hati. Harta karun yang hakiki tidak terletak pada apa yang
bisa
> > terlihat, namun pada apa yang tidak dapat terlihat. Cinta yang
sejati
> > tidak terletak pada apa yang telah dikerjakan dan diketahui, namun
pada
> > apa yang telah dikerjakan namun tidak diketahui.  

 

Best Regards,

 

RIVO YUDHISTIRA

Share Processing Center

Head Office-Gd. KWARNAS Lt.8

Jl. Medan Merdeka Timur No.6 Jakarta Pusat

Telp  :021-3502150,Ext 1734

Fax   :021-3508045,021-3522367

Email :[email protected]
<mailto:[email protected]> 

  

 

 

<<image001.png>>

<<image002.gif>>

Kirim email ke