----- Original Message ----- 
From: putri 
To: interinsco Mailing List 
Sent: Tuesday, February 24, 2009 11:22 AM
Subject: [interinsco] Daun Sukun Penyelamat Ginjal


Daun Sukun Penyelamat Ginjal
Natural Healing Tue, 20 Mar 2007 15:00:00 WIB 
Secara empiris, banyak orang memanfaatkan daun sukun untuk mengatasi berbagai 
gangguan kesehatan. Selain menurunkan kadar kolesterol darah, ada pula yang 
menjadikannya sebagai solusi untuk menyelamatkan ginjal.

Jika saja saran dari saudara dan kerabatnya tidak diindahkan, bukan tidak 
mungkin Arman harus menjalani cuci darah secara rutin. Bahkan, bisa jadi bapak 
dua anak ini harus kehilangan ginjalnya. Rebusan daun sukun yang rutin diminum 
mampu menyelamatkan ginjalnya dan menjamin rutinitas hariannya tetap berjalan.

Sebelum rutin minum ramuan daun sukun yang telah dikeringkan setengah tahun 
lalu, Arman mengeluhkan badannya mudah lelah, lesu, dan kesegaran wajahnya jauh 
berkurang. la juga tersiksa bila ingin buat air kecil. "Sungguh menyiksa, 
selain lama, keluarnya juga sedikit. Nunggunya yang berjam-jam itu benarbenar 
membuat saya tersiksa," ungkapnya.

Hasil pemeriksaan dokter, kondisi ginjal sebelah kiri Arman termasuk parah. Tak 
hanya tersiksa saat buang air kecil, berat badannya juga turun drastis, dari 70 
kg menjadi 55 kg. Kondisi inilah yang memuat Arman mencoba solusi lain.

Meski awalnya muncul keraguan, saran dari saudaranya untuk minum rebusan daun 
sukun pun akhirnya dituruti. Ketika itu pria berusia 65 tahun ini merasa sudah 
mulai tak tahan lagi dengan derita yang dialami. Untunglah, meski kondisi satu 
ginjalnya cukup parah, Arman tidak harus menjalani cuci darah.

Menurut dokter, tak berfungsi fungsi ginjal terjadi karena beberapa sebab. Di 
antaranya oleh endapan batu ginjal, pembesaran prostat, kencing manis, darah 
tinggi, atau penyakit imunologi. Dalam kasusnya, gagal ginjal disebabkan 
pembesaran prostat.

Secara medis, penurunan fungsi ginjal karena faktor usia pun akan lebih cepat 
berlangsung karena pembesaran prostat menyumbat saluran kemih. Seperti 
kebanyakan penderita, Arman baru mengeluh setelah fungsi ginjal berkurang 2530 
persen.

Sehari Segelas
Membuat ramuan rebusan daun sukun, menurut Arman, cukup sederhana dan mudah, 
yakni dengan merebus daun sukun yang telah dikeringkan. Air rebusan tersebut 
diminum setiap hari satu gelas.

Diakui, mula-mula reaksinya belum terasa. Sebulan kemudian barulah terasa ada 
perubahan. "Badan mulai terasa lebih fit, lebih segar dan buang air kecil 
menjadi makin lancar," tutur Arman.

Merasa sudah cocok dengan ramuan tersebut, ia pun meneruskan hingga sampai 
empat bulan. Hasilnya cukup bagus, keluhan sakit di pinggang yang dirasa 
sebelumnya juga jauh berkurang. Bahkan, hasil pemeriksaan dokter menyatakan, 
kondisi ginjalnya sudah jauh lebih baik dan sehat. Meski begitu, ia tetap rajin 
kontrol ke dokter, minimal satu atau dua bulan sekali.

Selain baik untuk ginjal, daun sukun ternyata juga jitu untuk meredam laju 
kolesterol jahat dalam darah. Seperti yang dialami oleh Imron. Menurutnya, 
setelah dua minggu, daun sukun mampu menurunkan kadar kolesterol darahnya.

"Ramuannya sama dengan untuk ginjal, hanya ditambah bangle. Campuran segenggam 
daun sukun yang telah dikeringkan dan bangle diseduh dengan air panas, seperti 
halnya membuat teh. Diminum setiap hari sebagai pengganti teh. Hasilnya 
ternyata cocok untuk saya," papar pria pengusaha itu. Manfaat daun sukun memang 
sudah menjadi bagian dari sejarah pengobatan herbal Indonesia. Daun sukun 
diyakini mengandung beberapa zat berkhasiat seperti asam hidrosianat, 
asetilcolin, tanin, riboflavin, dan sebagainya. Zat-zat ini juga mampu 
mengatasi peradangan.

Selain itu, secara empiris, daun sukun mampu menyelamatkan ginjal yang sakit. 
Sebuah riset yang dilakukan LIPI dengan peneliti asal Cina juga mengungkapkan, 
daun sukun sangat berguna bagi proses penyembuhan penyakit kardiovaskular.

Bambang Indro Mardi, ahli tanaman obat sekaligus pengobat alternatif dari 
Jakarta, mengakui bahwa daun sukun memiliki beragam manfaat untuk menjaga 
maupun meningkatkan kinerja ginjal, sebagai penurun kolesterol, sekaligus cocok 
untuk menjaga kesehatan pembuluh darah maupun jantung.

"Sejauh ini banyak orang mengaku merasakan manfaat langsung dari daun sukun, 
terutama untuk gangguan ginjal, kolesterol, dan asam urat," katanya.

Tidak Terlalu Tua
Lebih lanjut, ia mengingatkan, untuk mendapatkan khasiat daun sukun secara 
maksimal, sebaiknya pilih daun sukun yang memiliki warns hijau mencolok alias 
tidak terlalu tua ataupun terlalu muda. "Kandungan klorofil atau zat hijau daun 
sukun itulah yang memberikan berikan manfaat bagi kesehatan. Saat mengeringkan, 
sebaiknya jangan langsung kena matahari. Cukup diangin-anginkan hingga daun 
menjadi kering," tambahnya.

Sukun merupakan tanaman terkenal di seluruh dunia. Ia termasuk famili Moraceae, 
yang berjuluk bradfruit. Biasanya tanaman sukun diperbanyak dengan setek akar 
atau cangkok.

Walau tanaman dapat diperbanyak dengan okulasi atau sambung pucuk pada batang 
bawah semai keluwih, cara ini tidak dianjurkan karena persentase 
keberhasilannya rendah dan relatif lama.

Selain itu, akar pohon yang muncul di permukaan tanah yang terluka akibat 
terinjak atau sebagainya, akan segera tertutup getah.

Selanjutnya, di tempat itu akan muncul tunas, dan menjadi tanaman baru. Tanaman 
ini dapat diambil untuk bibit.

Secara geografis, tanaman sukun baik dikembangkan di dataran rendah hingga 
ketinggian 1.200 m di atas permukaan laut yang bertipe iklim basah. Curah hujan 
antara 2.0003.000 mm per tahun. Tanah aluvial yang mengandung banyak bahan 
organik disenangi oleh tanaman sukun. Derajat keasaman tanah sekitar 6-7.

Tanaman sukun relatif toleran terhadap pH rendah, relatif tahan kekeringan, dan 
tahan naungan. Di tempat yang mengandung batu karang dan kadar garam agak 
tinggi serta sering tergenang air, tanaman sukun masih mampu tumbuh dan berbuah.

Pohon sukun sudah mulai berbuah pada umur 3 tahun. Namun, di lingkungan yang 
sesuai, sudah belajar berbuah pada umur 2 tahun setelah bibit ditanam.

Setiap pohon dapat menghasilkan 200-300 buah atau 400-600 kg .per pohon karena 
bobot buah rata-rata 2 kg.
I Lalang Ken Handita


Meramu Si Daun Lebar
Selain pohon dan buahnya, orang mudah mengenal sukun dari bentuk daun yang 
lebar menjari dan kasar. Seperti dijelaskan Bambang Indro Mardi, ahli tanaman 
obat sekaligus pengobat alternatif, meramu daun sukun diyakini mampu meredakan 
keluhan-keluhan di bawah ini:

Gangguan ginjal
-Ambil segenggam daun sukun kering (kurang lebih 15 gram) yang telah dirajang 
atau dipotong kecil`kecil. Seduh dengan air panas seperti membuat teh. Ramuan 
tersebut disaring untuk diambil airnya. Rasanya memang agak pahit, untuk 
menguranginya dapat ditambahkan gula batu atau madu.
- Cara lain, ambil 3 lembar daun hijau tua tetapi masih menempel di dahan. Cuci 
bersih pada air mengalir. Rajang daun-daun itu, lalu jemur (jangan langsung 
kena terik matahari) sampai kering, Siapkan wadah lalu isi dengan air bersih 2 
liter. Wadah sebaiknya terbuat dari gerabah tanah, bisa juga berupa panci 
stainless steel. Didihkan sampai volume air tinggal separuhnya. Selanjutnya, 
tambahkan air bersih 1 liter, dan didihkan lagi sampai separuh. Ambil dan 
saring. Warna air rebusan daun sukun adalah merah, mirip teh. Karena rasanya 
agak pahit, boleh ditambahkan gula batu atau madu.
- Agar Anda tidak repot bolak-balik mengambil 3 lembar daun, sebaiknya siapkan 
rajangan daun sukun kering untuk seminggu. Caranya, siapkan lembar daun hijau 
tua sebanyak 3 x 7 = 21 lembar. Lalu, persis dengan cara di atas, hingga Anda 
punya sejumlah rajangan an daun sukun kering, dibagi-bagi menjadi 7 bungkus. 
Tiap hari ambil sebungkus, rebus, saring dan minum.

Penurun kalesterol
- Ambil segenggam daun sukun yang sudah kering (15 gram), kemudian campur 
dengan daun bangle dengan ukuran yang sama atau dua sendok teh serbuk bangle. 
Seduh dengan air mendidih seperti membuat teh. Jika tak kuat rasa pahitnya, 
Anda juga bisa menambahkan rasa manis dari gula batu atau madu.

Asam urat
- Ambil segenggam daun sukun yang telah dikeringkan (15 gram), campur dengan 
segenggam daun greges otot (atau dua sendok teh dalam bentuk serbuk). Seduh 
dengan air mendidih, lalu saring. Setelah dingin minum seperti halnya teh. 
Dapat juga ditambahkan gula batu atau madu.


Catatan
Selama meminum ramuan daun sukun, hindari makan sayur bayam, daun singkong dan 
kangkung serta jeroan atau daging merah, karena dapat meningkatkan kekentalan 
darah yang membuat otot menjadi kram. 



SEMOGA BERGUNA....

<<sukun.JPG>>

Kirim email ke