--- On Wed, 4/29/09, Raimah N. Wazar <[email protected]> wrote:

From: Raimah N. Wazar <[email protected]>
Subject: FW: Tolong dibaca ya..Rahasia Hidup
To: 
Date: Wednesday, April 29, 2009, 11:39 PM



 
 


 

All, 
Ini ada artikel yang sangat….sangat menarik untuk dibaca…. 
Semoga dengan membaca artikel ini….kita sadar dimana kesalahan kita selama 
ini…. 
Happy reading… 
   
Cheers, 




From:
 Fauzi Almasyhur 

Sent: Thursday, April 30, 2009 7:50 AM

To: Subject: Fw: Tolong dibaca ya..Rahasia Hidup 

   
Melanjutkan diskusi “Hadiah yang terindah” kemarin.. (semoga bermanfat) 
   
Dari tetangga sebelah…. 






Di Fwd dari salah satu discussion board facebook;



Berkat rahmat Allah Yang Mahakuasa, saya dipertemukan dengan hamba-Nya yang 
satu ini. Beliau adalah seorang leader yang selalu mengayomi, memberikan 
bimbingan, semangat, inspirasi,
 ide dan gagasan segar. Beliau seorang pemimpin yang mampu menggerakkan ratusan 
hingga ribuan anak buahnya. Beliau seorang guru yang memiliki lautan ilmu, yang 
selalu siap ditimba oleh anak-anaknya dan bagai tiada pernah habis.



Saat ini beliau memiliki berbagai macam bidang usaha, di antaranya sebagai 
supplier dan distribusi alat dan produk kesehatan, puluhan hektar tambak, 
puluhan hektar ladang, berpuluh rumah kos, ruko, stand penjualan di mall, 
apartemen dan lain-lain. Pernah saya
 mencoba menghitung, penghasilan beliau bisa mencapai Rp 1 Milyar per bulannya. 
Sebuah pencapaian luar biasa bagi saya dan kebanyakan orang lain.



Pertemuan antara saya dan beliau yang saya ceritakan di bawah ini terjadi 
beberapa tahun yang lalu, di saat penghasilan beliau masih berkisar Rp 200 juta 
per bulan. Bagi saya, angka ini pun sudah bukan main dahsyatnya. Sengaja saya 
tidak menyebutkan namanya,
 karena cerita ini saya publish belum mendapatkan ijin dari beliau. Kita ambil 
wisdomnya saja ya.



Suatu hari, terjadilah dialog antara saya dengan beliau di serambi sebuah hotel 
di
 Bandung . Saya ingat, beliau berpesan bahwa beliau senang ditanya. Kalau 
ditanya, maka akan dijelaskan panjang lebar. Tapi kalau kita diam, maka beliau 
pun akan "tidur". Jadilah saya berpikir untuk
 selalu mengajaknya ngobrol. Bertanya apa saja yang bisa saya tanyakan.



Sampai akhirnya saya bertanya secara asal, "Pak, Anda saat ini 
 kan bisa dibilang sukses. Paling tidak, lebih sukses daripada orang lain. Lalu 
menurut Anda, apa yang menjadi rahasia kesuksesan Anda?"



Tak dinyana beliau menjawab pertanyaan ini dengan serius.



" Ada empat hal yang harus Anda perhatikan," begitu beliau memulai 
penjelasannya.



RAHASIA PERTAMA



"Pertama. Jangan lupakan orang tuamu, khususnya ibumu. Karena ibu adalah orang 
yang melahirkan kita ke muka bumi ini. Mulai dari mengandung
 9 bulan lebih, itu sangat berat. Ibu melahirkan kita dengan susah payah, sakit 
sekali, nyawa taruhannya. Surga di bawah telapak kaki ibu. Ibu bagaikan 
pengeran katon (Tuhan yang kelihatan).



Banyak orang sekarang yang salah. Para guru dan kyai dicium tangannya, 
sementara kepada ibunya tidak pernah.
 Para guru dan kyai dipuja dan dielukan, diberi sumbangan materi jutaan rupiah, 
dibuatkan rumah; namun ibunya sendiri di rumah dibiarkan atau diberi materi 
tapi sedikit sekali. Banyak orang yang memberangkatkan haji guru atau
 kyainya, padahal ibunya sendiri belum dihajikan. Itu terbalik.



Pesan Nabi : Ibumu, ibumu, ibumu... baru kemudian ayahmu dan gurumu.

Ridho Allah tergantung pada ridho kedua orang tua. Kumpulkan seribu ulama untuk 
berdoa. Maka doa ibumu jauh lebih mustajabah."
 
  
Beliau mengambil napas sejenak. 
RAHASIA KEDUA



"Kemudian yang kedua," beliau melanjutkan. "Banyaklah memberi. Banyaklah 
bersedekah. Allah berjanji membalas setiap uang yang kita keluarkan itu dengan 
berlipat ganda. Sedekah mampu mengalahkan angin. Sedekah
 bisa mengalahkan besi. Sedekah membersihkan harta dan hati kita. Sedekah 
melepaskan kita dari marabahaya. Allah mungkin membalas sedekah kita dengan 
rejeki yang banyak, kesehatan, terhindarkan kita dari bahaya, keluarga yang 
baik, ilmu, kesempatan, dan lain-lain.



Jangan sepelekan bila ada pengemis datang meminta-minta kepadamu. Karena saat 
itulah sebenarnya Anda dibukakan pintu rejeki. Beri pengemis itu dengan pembe 
ria n yang baik dan sikap yang baik. Kalau punya uang kertas,
 lebih baik memberinya dengan uang kertas, bukan uang logam. Pilihkan lembar 
uang kertas yang masih bagus, bukan yang sudah lecek. Pegang dengan dua tangan, 
lalu ulurkan dengan sikap hormat kalau perlu sambil menunduk (menghormat) . 
Pengemis yang Anda beri
 dengan cara seperti itu, akan terketuk hatinya, 'Belum pernah ada orang yang 
memberi dan menghargaiku seperti ini.' Maka terucap atau tidak, dia akan 
mendoakan Anda dengan kelimpahan rejeki, kesehatan dan kebahagiaan.



Banyak orang yang keliru dengan menolak pengemis yang mendatanginya, bahkan ada 
pula yang menghardiknya. Perbuatan itu sama saja dengan menutup pintu rejekinya 
sendiri.



Dalam kesempatan lain, ketika saya berjalan-jalan dengan beliau, beliau jelas 
mempraktekkan apa yang diucapkannya itu. Memberi pengemis dengan selembar uang 
ribuan yang masih bagus dan memberikannya dengan dua tangan sambil sedikit 
membungkuk hormat. Saya lihat
 pengemis itu memang berbinar dan betapa berterima kasihnya.



RAHASIA KETIGA



"Allah berjanji memberikan rejeki kepada kita dari jalan yang tidak 
disangka-sangka, " begitu beliau mengawali penjelasannya untuk rahasia 
ketiganya. "Tapi sedikit orang yang tahu, bagaimana caranya supaya itu cepat 
terjadi? Kebanyakan orang hanya menunggu.
 Padahal itu ada jalannya."



"Benar di Al Quran ada satu ayat yang kira-kira artinya : Barangsiapa yang 
bertakwa kepada Allah niscaya diadakan-Nya jalan keluar baginya dan memberinya 
rejeki dari jalan/pintu yang tidak diduga-duga" , saya menimpali (QS Ath Thalaq 
2-3).



"Nah, ingin tahu caranya bagaimana agar kita mendapatkan rejeki yang tidak 
diduga-duga? ," tanya beliau.



"Ya, bagaimana caranya?" jawab saya. Saya pikir cukup dengan bertaqwa, 
menjalankan perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya, maka Allah akan mengirim 
rejeki itu datang untuk kita.



"Banyaklah menolong orang. Kalau ada orang yang butuh pertolongan, kalau ketemu 
orang yang kesulitan, langsung Anda bantu!" jawaban beliau ini membuat saya 
berpikir keras. "Saat seperti itulah, Anda menjadi
 rejeki yang tidak disangka-sangka bagi orang itu. Maka tentu balasannya adalah 
Allah akan memberikan kepadamu rejeki yang tidak disangka-sangka pula."



"Walau pun itu orang kaya?" tanya saya.



"Ya, walau itu orang kaya, suatu saat dia pun butuh bantuan. Mungkin dompetnya 
hilang, mungkin ban mobilnya bocor, atau apa saja. Maka jika Anda temui itu dan 
Anda bisa menolongnya, segera bantulah."



"Walau itu orang yang berpura-pura? Sekarang kan banyak orang jalan kaki, 
datang ke rumah kita, pura-pura minta sumbangan rumah ibadah, atau pura-pura 
belum makan, tapi ternyata cuma bohongan.
 Sumbangan yang katanya untuk rumah ibadah, sebenarnya dia makan sendiri," saya 
bertanya lagi.



"Ya walau orang itu cuma berpura-pura seperti itu," jawab beliau. "Kalau Anda 
tanya, sebenarnya dia pun tidak suka melakukan kebohongan itu. Dia itu sudah 
frustasi karena tidak bisa bekerja atau tidak punya pekerjaan yang benar. Dia 
itu butuh makan, namun sudah
 buntu pikirannya. Akhirnya itulah yang bisa dia lakukan. Soal itu nanti, 
serahkan pada Allah. Allah yang menghakimi perbuatannya, dan Allah yang 
membalas niat dan pembe ria n Anda."



RAHASIA KEEMPAT



Wah, makin menarik, nih. Saya manggut-manggut. Sebenarnya saya tidak menyangka 
kalau pertanyaan asal-asalan saya tadi berbuah jawaban yang begitu serius dan 
panjang. Sekarang tinggal satu rahasia lagi, dari empat rahasia seperti yang 
dikatakan beliau sebelumnya.



"Yang keempat nih, Mas," beliau memulai. "Jangan mempermainkan wanita".



Hm... ini membuat saya berpikir keras. Apa maksudnya. Apakah kita membuat janji 
dengan teman wanita, lalu tidak kita tepati? Atau jangan biarkan wanita 
menunggu? Seperti di film-film saja.



"Maksudnya begini. Anda kan punya istri, atau suami. Itu adalah pasangan hidup 
Anda, baik di saat susah maupun senang. Ketika Anda pergi meninggalkan rumah 
untuk mencari nafkah, dia di rumah
 menunggu dan berdoa untuk keselamatan dan kesuksesan Anda. Dia ikut besama 
Anda di kala Anda susah, penghasilan yang pas-pasan, makan dan pakaian 
seadanya, dia mendampingi Anda dan mendukung segala usaha Anda untuk berhasil."



"Lalu?" saya tak sabar untuk tahu kelanjutan maksudnya.



"Banyak orang yang kemudian ketika sukses, uangnya banyak, punya jabatan, lalu 
menikah lagi. Atau mulai bermain wanita (atau bermain p ria , bagi yang 
perempuan). Baik menikah lagi secara terang-terangan, apalagi diam-diam,
 itu menyakiti hati pasangan hidup Anda. Ingat, pasangan hidup yang dulu 
mendampingi Anda di kala susah, mendukung dan berdoa untuk kesuksesan Anda. 
Namun ketika Anda mendapatkan sukses itu, Anda meninggalkannya. Atau Anda 
menduakannya. "



Oh... pelajaran monogami nih, pikir saya dalam hati.



"Banyak orang yang lupa hal itu. Begitu sudah jadi orang besar, uangnya banyak, 
lalu cari istri lagi. Menikah lagi. Rumah tangganya jadi kacau. Ketika merasa 
ditinggalkan, pasangan hidupnya menjadi tidak rela. Akhirnya uangnya habis 
untuk biaya sana-sini.
Banyak orang yang jatuh karena hal seperti ini. Dia lupa bahwa pasangan 
hidupnya itu sebenarnya ikut punya andil dalam kesuksesan dirinya," beliau 
melanjutkan.



Hal ini saya buktikan sendiri, setiap saya datang ke rumahnya yang di Waru 
Sidoarjo, saya menjumpai beliau punya 1 istri, 2 anak laki-laki dan 1 anak 
perempuan.



Perbincangan ini ditutup ketika kemudian ada tamu yang datang....





KEDAHSYATAN SEDEKAH



Sedekah adalah penolak bala, penyubur pahala, dan melipatgandakan rezeki; 
sebutir benih menumbuhkan tujuh bulir, yang pada tiap-tiap bulir itu terjurai 
seratus biji. Artinya, Allah yang Mahakaya akan membalasnya hingga tujuh ratus 
kali lipat. Masya Allah!



Sahabat, betapa dahsyatnya sedekah yang dikeluarkan di jalan Allah yang 
disertai dengan hati ikhlas, sampai-sampai Rasul sendiri membuat perbandingan. 
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik, Rasulullah SAW 
bersabda, "Allah SWT menciptakan
 bumi, maka bumi pun bergetar. Lalu Allah pun menciptakan gunung dengan 
kekuatan yang telah diberikan kepadanya, ternyata bumi pun terdiam.
 Para malaikat terheran-heran akan penciptaan gunung tersebut.



Kemudian mereka bertanya, 'Ya Rabbi, adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang 
lebih kuat dari pada gunung?'.



Allah menjawab, ' Ada , yaitu besi'.



 Para malaikat pun kembali bertanya, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam 
penciptaan-Mu yang lebih kuat dari besi?'.



Allah menjawab, ' Ada , yaitu api'.




Bertanya kembali para malaikat, 'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu 
yang lebih kuat dari api?'.




Allah menjawab, ' Ada , yaitu air'.



'Ya Rabbi adakah sesuatu dalam penciptaan-Mu yang lebih kuat dari air?' tanya 
para malaikat.




Allah pun menjawab, ' Ada , yaitu angin'.



Akhirnya para malaikat bertanya lagi, 'Ya Allah adakah sesuatu dalam 
penciptaan-Mu yang lebih dari semua itu?'.



Allah yang Mahakaya menjawab, ' Ada , yaitu amal anak Adam yang mengeluarkan 
sedekah dengan tangan kanannya sementara tangan kirinya tidak mengetahuinya' ." 
  


Subhanallah.... 




   


   




=========================================================

This e-mail, including any attachment is confidential and may be privileged. 
Use or disclosure of it by anyone other than an intended adressee is strictly 
prohibited. If you are not an intended addressee, please notify the sender by 
telephone or e-mail and
 delete the e-mail and any attachment from your system.



PT Excelcomindo Pratama Tbk. ("the Company") does not accept any liability in 
respect of communication made by its employee which is contrary to the company 
policy or outside the scope of the employment of the individual concerned. The 
employee responsible
 will be personally liable for any damages or other liability arising.

=========================================================


 




      

Kirim email ke