Untuk Mas Wiyoso Hadi Sang moderator Milis Suara Hati, saya ahmad samantho mohon maaf yang sebesar-besarnya kalau ada postingan saya yang berulang-ulang. Saya tak bermaksud melakukan hal itu. Itu mungkin hanyalah kesalahan teknis karena kursor dan tombol enter di laptop saya bermasalah, apalagi dengan modem HP smart murahan dan gratis internetan tiap bulan 2 giga selama 6 bulan. Kadang-kadang internetnya payah banget, apalagi bila cuaca lagi tak ramah.
Saya juga setuju dan mendukung usulan dan nasehat Bapak Profesor Dr. Abdul Hadi WM, agar moderator dapat lebih fokus mengarahkan perdebatan dan sharing informasi ini untuk membagikan hikmah dan faedah-manfaat pencerahan informasi intelektual-spiritual kepada khalayak ramai. Marilah kita meneladani hikmah penciptaan 2 mata dan dua telinga pada diri kita, ketimbang hanya satu mulut yang ada. Hikmahnya adalah agar kita lebih banyak mendengar (dari orang lain dan dari alam luar diri) dan melihat, minimal 2 kali lipat banyaknya ketimbang bicara kita. Jadi kalau mau sekedar untuk aktualisasi diri dan mencari jati diri (ego) saya rasa bukan di sinilah tempatnya. Milist di ruang publik bernama Suara Hati ini adalah pengantar ke arah perenungan diri dan tafakur (kontemplasi) serta meditasi diri. Sesekali bolehlah berbagi dengan sesama akan hikmat yang telah didapat. Tapi saya sebenarnya lebih menikmati sajian hikmah yang beraneka ragam di sini, walau seringkali saya harus pandai-pandai memilih-milih dan memilah-milah untuk disantap. Karena ada sajian makanan intelektual dan ruhani yang kelebihan kolesterol dan karbohidratnya tapi kurang proteinnya, atau terlalu banyak unsur hewaninya ketimbang unsur nabati (vegetasinya). Maka ketika makanan informasi tersedia melimpah ruah dn beraneka ragam, saya harus memilih "makan hanya ketika lapar dan berhenti sebelum kenyang." Kadang juga harus puasa informasi, untuk lebih dapat berdialog dengan diri sendiri, alam dan tanda-tanda ilahiyah dalam al-qur'an di dalam kesunyian dan keheningan malam penuh bintang. Wallahu 'Alam bi Shawab. al-faqir fillah: AYS On 4/30/09, Abdul Hadi WM <[email protected]> wrote: > > > > Kalau tujuannya untuk memberi tempat pada setiap orang bebas berpendapat, > saya kira forum ini kurang bermanfaat. Jika ada faedah dan hikmah, serta > pemahaman bisa diperoleh dari sebuah perdebatan, maka perdebatan itu relevan > dan perlu diteruskan. Untuk itu moderator harus berperan untuk mengarahkan > dan menciptakan diskusi yang fokusnya jelas. > > --- Pada *Kam, 30/4/09, WIYOSO HADI <[email protected]>* menulis: > > > Dari: WIYOSO HADI <[email protected]> > Topik: [SuaraHati] RE: Budaya, Kebudayaan dan Keadaban > Kepada: "[email protected]" <[email protected]> > Tanggal: Kamis, 30 April, 2009, 3:02 AM > > Terima Kasih Mas Samantho :-) > > siapa yang mengenal saya tahu saya pendiam > paling tidak suka berdebat, apalagi debat kusir. > saya menulis untuk berbagi pandangan > bagi yang tidak sepandangan ya lewatkan saja e-mail itu :-) > > Pepatah Kuno mengatakan: > "Mengapa begitu peduli (untuk menanggapi) > bila (kata-katanya) tak berarti?" > > Dari kesalahan-kesalahan manusia belajar > dari pengalaman-pengalaman seorang dapat menjadi rendah hati.. > > Biarlah orang "belajar" untuk bebas berpendapat > dan "belajar" bebas untuk tidak sependapat > Biarlah orang untuk bebas mengikuti > Dan Bebas untuk menolak.. > Biarlah orang bebas bertanya > Dan Bebas untuk menemukan jawabannya sendiri > Dan Bebas untuk menemukan metode pembelajarannya sendiri.. > tiap individu unik, apa perlu diseragamkan? > > فَمَنْ شَاءَ ذَكَرَهُ > > "Maka barang siapa menghendaki, niscaya dia mengambil pelajaran > daripadanya" (QS. Al-Muddatstsir, ayat ke-55) > > Salaam > > NB: > Ohya Mas Samantho, Moderator kemarin terima 6 kali e-mail "Fw: > [parapemikir] Swine Flu (Virus Flu Babi) created by the CIA", > kemarin sudah di-approve, lainnya terpaksa di-Del, hari ini masih terima > e-mail yang sama, dan terpaksa di-DEL lagi. > Mohon kesediaannya untuk tidak mengirim e-mail yang BERULANG-ULANG lagi yo > Mas. Capek si Moderator, ng-DEL terus :-) > Trims. > > ________________________________________ > From: On Behalf Of Ahmad Samantho > [[email protected]<http://id.mc768.mail.yahoo.com/mc/[email protected]> > ] > Sent: Thursday, April 30, 2009 10:00 AM > To: > [email protected]<http://id.mc768.mail.yahoo.com/mc/[email protected]> > Subject: Re: [SuaraHati] RE: Budaya, Kebudayaan dan Keadaban > > Inilah repotnya kalau debat kebudayaan dan peradaban tanpa dibekali > ilmu-ilmu yang standar: ilmu budaya, antropologi, sosiologi, sejarah, dll. > Debat kusir tanpa ilmu yang benar, cuma gotak-gatuk pake prasangka dan dan > ilmu kira-kira, al-qur'annya pun cuma terjemahan leterlejk tanpa ilmu > tafsir-ta'wil (hermeneutics) dan ulumul qur'an yang benar. Repot.... Mana > yang budaya suatu masyarakat, etnis, dll. dicampur aduk dengan perilaku > personal dan kelompok sosial tertentu, lalu digebyah uyah (generalisasi) > yang tak cermat, analisis yang tak metodologis. > > Jadi sebelum berdebat, lebih baik banyak baca dulu, merenung, dan diskusi > dengan cara yang baik. "Ud'u ila sabili Rabbika bil hikmat wal mauizatil > hasanah, wa jadilhum di lati hiya ahsan" ("Ajaklah mereka ke Jalan Tuhanmu > dengan Hikmah kebijasanaan dan nasehat yang baik, dan berdebatlah dengan > cara yang terbaik.Qur'an). "Fas 'alu ahladz- dzikri in kuntum la > ta'lmun"("Bertanyalah kepada para ahlinya jika kamu tak mengetahui." Qur'an) > > Saya lebih percaya kepada ilmunya Pak Prof. Abdul Hadi WM, kalau bicara > soal kebudayaan, agama-agama, dan peradaban. Beliau sudah diakui masyarakat > akademis maupun umum sebagai budayawan sekaligus ilmuwan. > > > ------------------------------------ > > Suara Hati SUARAYahoo! Groups Links > > > > > ------------------------------ > Lebih bergaul dan terhubung dengan lebih baik. > <http://sg.rd.yahoo.com/id/messenger/trueswitch/mailtagline/*http://id.messenger.yahoo.com/invite/> > Tambah lebih banyak teman ke Yahoo! Messenger sekarang! > >
