Berikut saya kutipkan sebuah artikel dari:

http://www.eramuslim.com/berita/dunia/gereja-menjamur-di-negara-negara-teluk-bukti-toleransi-umat-islam.htm

Semoga berarti . . .



Gereja Menjamur di Negara-Negara Teluk, Bukti Toleransi Umat Islam
Minggu, 16/03/2008 10:54 WIB Cetak |  Kirim

Sejumlah gereja kini dengan mudah terlihat di negara-negara kawasan Teluk, 
seiring dengan kelonggaran yang diberikan negara-negara
itu terhadap toleransi antar umat beragama meski jumlah umat Kristiani di 
kawasan Teluk jumlahnya hanya sedikit.

Di Bahrain misalnya, negara ini hanya memiliki seribu warga negaranya yang 
menganut Kristen, namun jumlah gereja terus bertambah
sejak berdirinya gereja pertama pada tahun 1906, yang dibangun oleh misionaris 
dari gereja Anglikan Amerika. Sekretaris Gereja
Anglikan di Bahrain, Yussef Haidar mengatakan, selain warga Kristen Arab, 
jamaah gereja kebanyakan umat Kristiani asal Asia dan
warga negara asing yang sedang menetap di negara itu.

Menjamurnya gereja-gereja juga terjadi di Kuwait, Oman dan Uni Emirat Arab 
kecuali Arab Saudi yang masih melarang pembangunan tempat
ibadah non-Muslim di negaranya. Qatar termasuk negara yang mulai membolehkan 
berdirinya gereja. Gereja pertama di Qatar yang baru
diresmikan 14 Maret lalu adalah Gereja Katolik Roma St. Mary. Setelah gereja 
ini, empat gereja lainnya akan dibangun di Qatar.

Sementara di Kuwait, sudah berdiri sekitar 10 gereja untuk melayani sekitar 
350-400 ribu umat Kristiani yang kebanyakan berasal dari
India, Philupina, Mesir, Libanon dan negara-negara Barat. Pemerintah Kuwait 
mengizinkan pembangunan gereja untuk mengakomodir
keluhan warga Kristen di negaranya yang tidak memiliki tempat ibadah resmi, dan 
selama ini kerap menjadikan rumah pribadi sebagai
tempat ibadah mereka.

Di Oman, tiga gereja yang berlokasi di Muscat, Sohar dan Salalah, malah 
dibangun atas donasi Sultan Oman, Sultan Qaboos. Menurut
Sultan Qaboos, toleransi antar umat beragama sudah menjadi tradisi yang sejak 
lama hidup di Oman. Alasan toleransi antar umat
bergama, menjadi alasan utama pemerintah negara-negara Teluk mengizinkan 
pembangunan gereja. Satu hal yang patut dibanggakan dari
negara-negara Muslim, yang begitu toleran dengan penganut agama lain sementara 
umat Islam yang tinggal di negara-negara Barat masih
mendapatkan perlakuan yang diskriminatif dan jauh dari sikap toleransi. (ln/iol)

<<pic1(566).jpg>>

Kirim email ke