Salam Reformasi,
Saya hanya ingin menanggapi pernyataan-pernyataan dari "Doktoranda. Siti
Hartati Murdaya" pada acara diskusi 16 Nov. di TVRI. Sengaja saya
lengkapkan penulisan
gelar "Doktoranda" tersebut untuk menekankan bahwa dia juga pernah kuliah,
pernah
menjadi mahasiswa. Hanya saja mahasiswa yang bagaimana,..??. Karena dari
pernya
taan-pernyataan nya, jelas sekali seperti pernyataan orang awam, seperti
pernya
taan diskusi jalanan (tanpa bermaksud mengecilkan orang-orang yang hidup di
"Jalanan", yang saya rasa lebih mengerti apa yang diperjuangkan
mahasiswa-mahasiswa Indonesia saat ini daripada "ibu DOKTORANDA" ini).
Mulai saat ini, saya rasa negara kita tidak lagi memerlukan orang-orang
munafik seperti ini. Hal ini juga berlaku untuk Abdul Qadir Jaelani, yang
saya rasa perlu kita beri sumbangan agar "beliau" itu bisa membeli TV yang
cukup besar denga Volume yang keras (Untuk mengantisipasi apabila kuping
atau hati nuraninya sudah mampet), membeli koran dengan kaca pembesar
(kalau bisa setajam teleskop bintang), agar "Beliau" itu dapat melihat,
mendengar, dan membaca dengan jelas bahwa seluruh mahasiswa Indonesia
(bukan "sebagian Kecil"), berbaris bersama memperjuangkan hak-hak rakyat
yang selama ini dipercayakan kepada "Wakil-wakil rakyat (???)" untuk
diperjuangkan, yang mana perjuangan "Wakil-Wakil Rakyat mandul kritik"
tersebut memerlukan waktu 30 tahun lebih, hanya untuk lebih memperkokoh
posisi mereka dan elit penguasa. Jadi, untuk kedua "TOKOH MASYARAKAT"
(seperti tertulis di layar TV)
saya katakan, anda berdua tampak seperti "Brosur",..penuh dengan kata-kata
manis,
gambar yang elok, tapi kenyataannya, busuk seperti bangkai. Terima kasih.
Salam semangat untuk Adik-adik mahasiswa Indonesia.
At 12:17 AM 11/21/98 +0700, you wrote:
>Ya, untuk point ketiga (tentang pernyataan beliau adalah pengusaha) tentu
saja beliau lebih banyak menyatakan bahwa dirinya adalah seorang pengusaha
(meskipun di layar TV disebut sebagai tokoh masyarakat). Karena beliau
memang istri dari salah satu konglomerat Murdaya Widyawimarta yang punya
kepemilikan saham di banyak perusahaan yang antara lain adalah PT Kencana
Sakti (Perdagangan Alat / Bahan Kelistrikan), PT Balfour Beatty Sakti
(Kontraktor Sipil, Mekanikal, Elektrikal), PT Asea Sakti (Pabrik Mesin), PT
Naga Sakti (Pabrik Sepatu), PT Hardaya Aneka Shoes, PT Alltrak 1978, PT
Abdi Bangun Buana Sakti (ABB), PT Tectona (Pabrik Furniture), Berca Group
(Distributor printer HP dan kontraktor Mekanikal / Elektrikal / AC), sebuah
perusahaan fabrikator baja di Cilegon, dll. Jadi setiap pendapatnya bisa
saja dipengaruhi oleh kepentingan bisnis beliau.
>
>Mohon maaf kalau asumsi saya ini keliru.
>
>
>salam,
>sargola
>
>
>
>>
>>
>>-----Original Message-----
>>From: kj [SMTP:[EMAIL PROTECTED]] <mailto:[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]>
>>Sent: Thursday, November 19, 1998 7:35 PM
>>To: [EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>>Subject: Re: [kuli-tinta] diskusi 16 Nov
>>
>>Ketakjuban saya melihat penampilan Dra. Siti Hartati Murdaya pada acara
diskusi 16 Nov. di TVRI, ternyata beralasan. Baca saja mail yang saya
>peroleh dari Pnet berikut ini.
>>kj
>>------------------------------------forwaded messahe------------------------
>> >From: "Tjandra Irawan" <[EMAIL PROTECTED]
>><mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
>> >To: "Parokinet" <[EMAIL PROTECTED]
>><mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
>> >Subject: [Pnet] Fw: Surat Terbuka Kepada Dra. Siti Hartati
>>Murdaya
>> >Date: Thu, 19 Nov 1998 17:15:39 +0700
>>--------------
>> >
>> >Kepada Yth.
>> >Semua Komponen Bangsa Indonesia
>> >Perihal : Pernyataan Dra. Siti Hartati Murdaya di TVRI
>> >
>> >Salam Reformasi,
>> >Menanggapi pernyataan Dra. Siti Hartati Murdaya? di TVRI pada acara
>>Dialog
>> >Khusus, hari Senin, 16 November 1998, yang direlay oleh seluruh
>>stasiun
>> >televisi yang ada, dimana ada pernyataan-pernyataan yang sangat
>>tidak layak
>> >diucapkan dan sangat meresahkan, apalagi mengatasnamakan Tokoh
>>Masyarakat
>> >Umat Buddha.? Maka kami para pemuda Buddhis yang tergabung dalam
>> >Sekretariat
>> >Bersama Persaudaraan Muda-Mudi Vihara-vihara Buddhayana Indonesia
>>(Sekber
>> >PMVBI), ingin menyampaikan beberapa keberatan kami kepada Dra. Siti
>>Hartati
>> >Murdaya, sebagai berikut :
>> >
>> >1.? Anda menyatakan bahwa gerakan demo yang dilakukan mahasiswa
>>telah
>> >ditunggangi atau ada yang menggerakkannya ? Pernyataan itu sangat
>>arogan
>> >dan tanpa alasan, bahkan mengarah kepada suatu fitnah atau tuduhan
>>tanpa
>> >dasar / bukti yang jelas.? Tak selayaknya hal itu keluar dari mulut
>>anda,
>> >kecuali anda tahu dengan jelas bahwa indikasi itu benar.
>> >Pergerakan mahasiswa itu murni adanya tanpa rekayasa politik
>>manapun.?
>> >Kalaupun
>> >ada yang bersimpati kepada mahasiswa, itu tak lebih dikarenakan
>>panggilan
>> >hati nurani mereka masing-masing untuk membela yang tertindas.?
>>Mungkin
>> >anda kurang membaca aspirasi perjuangan mahasiswa, sehingga menuduh
>> >secara membabi-buta.
>> >
>> >2.? Anda menyatakan bahwa di Indonesia belum ada beasiswa untuk
>>mahasiswa,
>> >sehingga membuat mahasiswa itu stress dan lalu mengadakan demo
>>"
>> >Kami sangat menyesalkan bahkan mengutuk pernyataan itu.? Sebagai
>>seorang
>> >cendikiawan Buddhis (ketua KCBI), anda mestinya tahu bahwa sudah
>>banyak
>> >beasiswa yang ditujukan ke mahasiswa yang diprakarsai oleh instansi
>> >pemerintah maupun swasta.?? Pernyataan anda bahwa mahasiswa berdemo
>> >karena stress terlebih lagi stress yang dikarenakan uang kuliah?
>> >benar-benar
>> >telah memukul hati nurani kami sebagai pemuda.? Anda sudah
>> >menginjak-injak martabat seluruh Pemuda se-Indonesia (khususnya
>> >mahasiswa).? Kami
>> >bukan manusia serendah itu mungkin anda memang sering meyumbang ke
>> >mana-mana (karena anda termasuk konglomerat papan atas yang
>>berlebih),
>> >melaksanakan aksi sosial, bagi-bagi sembako ke orang miskin.? Tapi
>>bukan
>> >berarti
>> >anda bisa menyamakan semua orang seperti itu.? Rakyat yang tak
>>mampu
>> >sekalipun tidak akan stress hanya karena anda tidak membagikan
>>mereka
>> >sembako,
>> >apalagi mahasiswa.? Mahasiswa tidak mungkin stress hanya karena
>>tidak
>> >memperoleh beasiswa.?? Dan perlu kami tegaskan lagi bahwa demo
>>mahasiswa
>> >dilaksanakan karena panggilan hati nurani untuk menyatakan
>>kebenaran, bukan
>> >karena stress.
>> >
>> >3.? Anda menyatakan bahwa saya bukan orang yang ahli politik dan
>>tidak
>> >tahu
>> >soal politik, tapi saya seorang pengusaha ? ngapain ribut terus,
>>makan
>> >susah, toko-toko tutup, bisnis nggak jalan apa nggak keliru kita
>>ini
>> >tujuan perjuangan ini khan untuk rakyat agar rakyat sejahtera Kami
>> >menilai pernyataan anda ini sangat munafik.? Anda tidak mungkin
>>tidak
>> >mengetahui permasalahan politik negara kita sekarang ini, rakyat
>>jelata
>> >sekalipun tahu apa yang terjadi.? Anda adalah seorang anggota DPA
>>(Dewan
>> >Pertimbangan Agung), Ketua KCBI (Keluarga Cendikiawan Buddhis
>>Indonesia),
>> >
>> >Ketua Umum Sementara Walubi (Perwakilan Umat Buddha Indonesia), dan
>>selain
>> >itu dari beberapa media yang kami baca dan kami lihat, anda cukup
>>dekat
>> >dengan tokoh-tokoh pemerintah dan ABRI, bahkan andapun cukup aktif
>>di
>> >partai
>> >politik tertentu.? Jadi sangat mustahil anda tidak tahu soal
>>politik yang
>> >terjadi saat ini.? Janganlah anda berpura-pura buta soal politik,
>>karena
>> >apa
>> >yang anda lakukan selama ini tak lepas dari politik.? Semua tahu
>>anda
>> >seorang pengusaha (konglomerat bahkan), tapi jangan karena itu anda
>>melihat
>> >segala sesuatunya dari kacamata seorang pengusaha semata.
>> >Kesejahteraan masyarakat secara adil dan merata bukan semata-mata
>>karena
>> >jalannya
>> >bisnis atau perekonomian.? Apakah anda merasa selama 32 tahun ini
>>bisnis
>> >tidak berjalan baik, tapi apakah bangsa ini sejahtera ???? Rakyat
>>miskin
>> >di mana-mana, kesenjangan sangat terasa.? Inikah yang anda
>>inginkan???
>> >
>> >4. Anda menyatakan bahwa di negara lain pergantian kekuasaan tidak
>> >menimbulkan kekacauan seperti di Indonesia mengapa kita tidak
>>belajar dari
>> >negara lain ? Kami tidak tahu pasti apa yang melatar belakangi
>>arah
>> >pembicaraan anda.? Apakah anda seorang yang kurang peka lingkungan
>>atau
>> >karena anda terlalu disibukkan oleh bisnis anda yang begitu menyita
>>waktu
>> >anda sehingga anda tidak juga tahu bahwa bukan hanya di Indonesia
>>hal ini
>> >terjadi.? Di manapun di dunia ini pergantian kekuasaan selalu
>>enimbulkan
>> >kekacauan dan kerusuhan, apabila orang / rezim yang berkuasa
>>bertindak
>> >semena-mena, melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela, dan yang
>> >memaksakan
>> >/ mempertahankan kedudukannya, serta yang menindas rakyat.? Apakah
>>anda
>> >juga
>> >tidak tahu bahwa hal itu terjadi di negeri Indonesia ini.? Manalah
>>mungkin
>> >kezaliman yang ada bisa tumbang dengan damai, kalau justru mereka
>> >sendirilah
>> >yang membuat semuanya ini tidak damai.
>> >
>> >Kami sangat kecewa terhadap pernyataan-pernyataan? anda itu.? Anda
>>telah
>> >mencoreng muka umat Buddha Indonesia di mata semua komponen bangsa
>>ini
>> >terutama para mahasiswa.
>> >Kepada segenap komponen bangsa? yang merasa terhina oleh
>> >pernyataan-pernyataan tersebut, khususnya para mahasiswa, teman
>> >seperjuangan kami, dengan ini kami nyatakan bahwa :
>> >
>> >1. Pernyataan yang disampaikan oleh Dra. Siti Hartati Murdaya
>>tersebut
>> >bukanlah mewakili aspirasi umat Buddha pada umumnya, dan hal itu
>>hanyalah
>> >pernyataan pribadi belaka.
>> >2. Kami menuntut Dra. Siti Hartati Murdaya untuk meminta maaf
>>kepada
>> >seluruh komponen bangsa Indonesia, terutama mahasiswa atas
>> >pernyataan-pernyataan tersebut.
>> >3. Kami meminta dengan tegas agar Dra. Siti Hartati Murdaya tidak
>>lagi
>> >berbicara atas kapasitasnya sebagai Tokoh umat Buddha.
>> >
>> >Demikianlah surat pernyataan kami ini dibuat, dengan itikad baik.
>> >
>> >
>> >Jakarta, 17 November 1998
>> >Sekretariat Jendral Sekber PMVBI
>> >
>> >
>> >Henry Gunawan Chandra, SE.
>> >Pjs. Sekjen
>> >
>> >
>>At 01:20 PM 11/17/98 +0700, kj wrote:
>> >Saya nonton telat.
>> >Saya pas nonton ketika AQJ bicara.
>> >Pendapat anda berdua tentang tokoh kita ini, ternyata betul sekali.
>> >Saya juga sempet nonton waktu tokoh cendekiawan dan pengusaha
>>Hartati
>> >Murdaya bicara. Saya takjub, karena dia bicara bak iburumahtangga,
>>yang
>> >dengan genit mengatakan bahwa demo mahasiswa itu seperti fashion.
>> >Trus, di lain adegan, Yazirwan Uyun tanya pada Ibu Miriam: soal
>>kesamaan
>> >Tragedi Semanggi dengan pembantaian mahasiswa di Korsel. Pertanyaan
>>ini
>> >dijawab Ibu Miriam dengan rasa tak nyaman, mungkin karena
>>mengada-ada,
>> >seperti pikiran saya waktu itu. Terbukti dia memang lebih suka
>>ngomongin
>> >soal tindakan aparat itu.
>> >Saya perhatikan wajah Cosmas Batubara, yang tampaknya bingung
>>melihat
>> >lalulintas perbincangan yang ngalor ngidul berkepanjangan. Kamera
>>dengan
>> >usil juga kerap mencuri wajah sang pewawancara yang tampaknya
>>tengah
>> >komat-kamit berdoa agar acara ini cepat kelar. Aneh juga ya, bila
>>acara
>> >talkshow seperti itu disiarkan di semua tivi?
>> >
>> >
>> >
>> >
>> >At 02:01 AM 11/17/98 +0700, tedy wrote:
>> >>Saya juga tersentak, ketika mendengar Abdul Qadir Jaelani
>>mengatakan bahwa
>> >>yang
>> >>berdemonstrasi itu
>> >>hanya sebagian kecil mahasiswa saja. Apakah dia tidak baca
>>koran atau nonton
>> >>televisi bagaimana mahasiswa dari seluruh Indonesia
>>bergerak bersama-sama?
>> >>Memang benar: Orang ini picik dan berbahaya.
>> >>Pendapatnya bahwa isi pers sekarang 90 persen adalah
>>fitnah justru merupakan
>> >>fitnah yang sangat keji pada kehidupan pers yang kini
>>sedang berbulan madu.
>> >>Bukankah Anda juga mendengar tadi ia mencela-cela pers
>>yang dikatakannya
>> >>lebih banyak mennyoroti kegagalan aparat, pemerintah,
>>dibandingkan
>> >>memberikan porsi pada keberhasilan aparat, presiden dan
>>pemerintahan? Tak
>> >>aneh, jika orang ini selalu ada di belakang layar, pada
>>setiap unjuk rasa di
>> >>kantor2 media massa, jika media massa bersangkutan
>>memberitakan sesuatu yang
>> >>tidak disukainya.
>> >>Tapi selain picik dan berbahaya, saya kira orang ini juga
>>eksentrik. Betapa
>> >>tidak. Ketika seluruh bangsa rame2 berbicara mengenai
>>upaya menegakkan
>> >>demokrasi, orang ini malah menganjurkan agar pers kembali
>>dikerangkeng.
>> >>Sambil berkata begitu ia pun masih sempat menyerimpung
>>temuan TPFG pula,
>> >>yang dikatakannya mendiskreditkan Prabowo.
>> >>Sialnya, moderator acara ini, Yazirwan Uyun juga payah,
>>tak menguasai
>> >>materi. Dia membiarkan orang ini berceloteh panjang lebar
>>sesuatu yang
>> >>sebetulnya tidak perlu.
>> >>Rekan-rekan, --apa boleh buat-inilah salah satu contoh
>>acara talkshow yang
>> >>sangat tak layak dicontoh. Celakanya dibuat oleh TVRI,
>>lambang persatuan dan
>> >>kesatuan. Hanya buang2 waktu.
>> >>
>> >>
>> >>-----Original Message-----
>> >>>>From: "Amir Sidharta"
>><[EMAIL PROTECTED] <mailto:[EMAIL PROTECTED]> >
>> >>>>Subject: diskusi 16 Nov
>> >>>>Date: Mon, 16 Nov 1998 22:08:08
>>+0700
>> >>>>
>> >>>>Malam ini, 16 Nov 1998, TVRI menyiarkan
>>diskusi seputar kejadian 13 Nov
>> >>1998.
>> >>>>Sebagai superstarnya, ditampilkan Abdul
>>Qadir Jaelani, dan orang-orang
>> >>yang
>> >>>>lain: Clementino do Reis Amaral, Cosmas
>>Batubara, Miriam Budiarjo, Hartati
>> >>>>Murdaya
>> >>>>
>> >>>>Pertanyaan pertama, adalah "Apakah
>>SI-MPR dianggap konstitusional?"
>> >>>>Tentu, semua menganggap hal itu
>>konstitustional. Hanya Hartati Murdaya
>> >>yang
>> >>>>menyayangkan terjadinya musibah. Lalu
>>baru kemudian Miriam Budiardjo
>> >>>>menyampaikan pandangan Komnas HAM. Hal
>>ini diperjelas oleh Amaral, dengan
>> >>>baik.
>> >>>>Ia bilang, bahwa seharusnya sebelum SI,
>>MPR/DPR mengakomodasi kehendak
>> >>>>mahasiswa. Dan Batubara menambahkan
>>dengan positif.
>> >>>>
>> >>>>Jaelani mempertanyakan hal itu, dnegan
>>mengatakan bahwa yang
>> >>>berdemonstrasi itu
>> >>>>hanya sebagian kecil mahasiswa saja. Ia
>>rupaynya ingin memancing agar
>> >>>mahasiswa
>> >>>>berdemo lagi, atau bagaimana. Orang ini
>>picik dan berbahaya, menurut saya.
>> >>Ia
>> >>>>mengatakn bahwa mahasiswa digerakkan
>>baru kira2 sebulan sebelum SI.
>> >>>>
>> >>>>Acara ini disiarkan oleh seluruh stasiun
>>tv. Kayak jaman Orba aja.
>> >>>>
>> >>>>Yang orang-orang pada lupa, MPR dan DPR
>>sebenarnya harus dianggap tidak
>> >>sah
>> >>>>karena tidak terbentuk melalui proses
>>demokrasi yang dapat
>> >>>>dipertanggungjawabkan. Harus ada Pemilu
>>seggera!!!!
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>>Salam,
>> >>>>
>> >>>>Amir Sidharta
>> >>>>
>> >>>>
>> >>>
>> >>>
>> >>>Himbuan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang
>>bendera setengah tiang !
>> >>>
>>
>>>>>---------------------------------------------------------------------
>> >>>To subscribe, email:
>>[EMAIL PROTECTED]
>><mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>> >>>To unsubscribe, e-mail:
>>[EMAIL PROTECTED]
>><mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>> >>>HI-Reliability low cost web hosting service -
>>http://www.IndoGlobal.com <http://www.IndoGlobal.com>
>> >>>
>> >>>
>> >>>
>> >>
>> >>
>> >>
>> >>Himbuan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera
>>setengah tiang !
>> >>
>>
>>>>---------------------------------------------------------------------
>> >>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>><mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>> >>To unsubscribe, e-mail:
>>[EMAIL PROTECTED]
>><mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>> >>HI-Reliability low cost web hosting service -
>>http://www.IndoGlobal.com <http://www.IndoGlobal.com>
>> >>
>> >>
>> >>
>> >
>> >
>> >Himbuan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang
>>!
>> >
>>
>>>---------------------------------------------------------------------
>> >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>><mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>> >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>><mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>> >HI-Reliability low cost web hosting service -
>>http://www.IndoGlobal.com <http://www.IndoGlobal.com>
>> >
>> >
>> >
>>
>>
>>Himbauan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang !
>>
>>---------------------------------------------------------------------
>>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>><mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>><mailto:[EMAIL PROTECTED]>
>>HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
>><http://www.IndoGlobal.com>
>>
>
>
------------------------------------------------------------------------------
Abdul Erwin Baso Dept : Management Information System (MIS)
PT.Sony Electronics Indonesia Phone : (021) 898-0833 Ext. 184,151,146
MM2100 Industrial Town Fax : (021) 898-0480
B-1, Ganda Mekar, Cibitung Home : (021) 435-5971, 430-3021
Bekasi, West Java E-mail : [EMAIL PROTECTED]
I N D O N E S I A
------------------------------------------------------------------------------
---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com