Ini lagi2 ttg PAM Swakarsa yang "didomplengi" oleh kelompok radikal yang
membawa2 sentimen-sentimen keagamaan. Sayangnya, agama itu cuma jadi alat
politik saja. Wong, bayar makanannya aja nipu...

--------------------Martin Manurung---------------------------
E-mail: [EMAIL PROTECTED] & [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
_________________________________________
                "If anyone wants to be first,
  he must be the very last, and the servant of all"


PAM SWAKARSA yang mangkal di Masjid Istiqlal mengemplang pengusaha
catering skala kecil yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Jasaboga
Indonesia (APJI).


Pengakuan Ahmad Sumargono dkk bahwa PAM SWAKARSA adalah sukarelawan
ternyata isapan jempol saja. PAM SWAKARSA adalah pengerahan massa
terorganisir oleh unsur-unsur pendukung Partai Bulan Bintang. Pengerahan
massa ini melibatkan pembiayaan sangat besar. Untuk konsumsi saja paling
tidak memerlukan dana Rp. 1 milyar, yang ternyata bukan berasal dari
sumbangan restoran-restoran kecil seperti klaim Sumargono.


Faktanya, PAM SWAKARSA memesan konsumsi dari APJI, asosiasi yang
menghimpun puluhan pengusaha kecil di bidang jasaboga. Sesuai permintaan,
APJI harus menyiapkan 15.000 box nasi dengan lauk pauknya untuk sekali
makan. Telah disepakati bahwa PAM SWAKARSA akan membayar Rp.1.750 per box
dengan kontrak 10 hari, setiap harinya 3 kali makan. Total kontraknya
hampir mencapai Rp. 1 milyar.


Menurut pengurus APJI, kontrak itu sangat membantu karena sebagian besar
pengusaha jasaboga saat ini sangat menderita akibat krismon. APJI kemudian
mendistribusikan pesanan itu kepada paran anggotanya. Rata-rata setiap
anggota membuat 500 box.


Tetapi apa mau dikata. Maunya untung ternyata malah buntung. PAM SWAKARSA
yang katanya mewakili aspirasi umat Islam, pembela keadilan dan rakyat
kecil, ternyata sama saja dengan tukang tilap, preman palak di pasar.
Permulaan memang lancar, tetapi belakangan sejumlah kiriman tidak dibayar.
APJI sekarang kebingungan karena dengan berakhirnya SI MPR, orang-orang
yang dilayaninya pun menghilang seperti asap ditiup angin. Mereka tidak
tahu harus menagih kemana. Pengusaha kecil APJI terancam rugi ratusan juta
rupiah.


Jadi begini rupanya nasib orang kecil itu. Mereka juga umat Islam, yang
berulangkali diklaim oleh FURKON, KISDI dan macam-macam ormas lain.
Kenyataannya, tukang klaim itu sama munafiknya dengan bandit kroni
Suharto. Tak peduli menari diatas penderitaan orang kecil, asal perut
kenyang dan fulus lancar.


Ibu-ibu APJI, berikut ini daftar pemrakarsa PAM SWAKARSA. Merekalah yang
harus bertanggung-jawab atas kerugian ibu-ibu semua. Kirimkan tagihan
ibu-ibu kepada mereka:


Ahmad Sumargono, ketua umum KISDI
H. Amidhan, MUI
Abdul Qadir Jaelani, Partai Bulan Bintang
Faisal Biki, FURKON







------------------------------------------------------------------------


Free Web-based e-mail groups -- http://www.eGroups.com




Himbauan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang !

---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Kirim email ke