-----Original Message-----
From: Sigit Widodo <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Thursday, November 26, 1998 2:01 AM
Subject: [kuli-tinta] Re: REFORMASI BUKAN REVOLUSI!!
----------------deleted message-----------------------------------
>Harus diakui bahwa kebanyakan mahasiswa dari kampus-kampus seperti
Trisakti,
>Atmajaya, Mustopo dan beberapa kampus lainnya memang berasal dari keluarga
>golongan menegah ke atas. Untuk mengetahui tuntutan Rakyat kecil tidak
>berarti harus berasal dari golongan Rakyat kecil, dahulu pergerakan
perintis
>kemerdekaan berasal dari mahasiswa-mahasiswa priyayi yang notabene berasal
>dari keluarga yang sebenarnya diuntungkan oleh kolonialisme Belanda. Tapi
>seperti halnya mahasiswa sekarang, mereka tergerak karena melihat
>ketidakadilan yang berkembang dan menghimpit masyarakat, saudaranya
sebangsa
>setanah air. Justru kepedulian mereka haruslah diacungi jempol, karena
>mereka tidak hanya berjuang demi dirinya sendiri melainkan berjuang secara
>murni demi kepentingan Rakyat, Negara dan Bangsa Indonesia. Kalau kita
>hanya memperjuangkan kepentingan keleompok kita sendiri, hancurlah negara
>ini.
Aneh, kalau ada yang masih mempersoalkan hal ini. Justru karena mereka
datang dari kalangan mampu, maka kita mendapat jaminan bahwa mereka bukan
kalangan orang yang mudah disogok, atau dibayar. Banyak juga di antara
mereka yang putra-putri ABRI, purnawirawan ABRI, pejabat, mantan pejabat dan
pengusaha. Bukankah hal ini juga bisa menunjukkan bahwa perjuangan mereka
murni, karena berangkat dari idealisme ? Dan yang sangat mengharukan adalah
bahwa, meskipun mereka datang dari keluarga mampu, mereka tokh mau dan peka
terhadap suara rakyat, sesuatu hal yang mungkin malah tak didengar oleh
orangtua mereka.
Soal upaya pengadu-dombaan di kalangan mahasiswa sudah terjadi ketika
Tragedi Semangi meletus. Ada sekelompok orang yang mencoba menghembus2kan
isyu bahwa gerakan yang dilakukan mahasiswa yang menentang SI MPR itu
sebagai gerakan2 mahasiswa n0n-muslim, karena kebetulan gerakan itu
bermarkas di Universitas Kristen Indonesia (UKI), Universitas Trisakti dan
Universitas Katolik Atmajaya.
Lucu ya?
>
>Date: 25 Nopember 1998 10:06
>Subject: REFORMASI BUKAN REVOLUSI!!
>
>
>>REFORMASI BUKAN REVOLUSI
>>(utk George Aditjondro, Jusfiq, Pijar dan kelompok kiri lainnya yg
>>memiliki kepentingan pribadi dan tujuan perjuangan yg palu. Siagalah
>>Indonesiaku....!!!!!!!!!)
>>
>>Membaca pesan John sebelum liburan, membuat saya trenyuh bahwa ternyata
>>pengelola mailing list ini adalah termasuk mereka yg masih memiliki
>>nalar dan kepedulian thd nasib 200 juta lebih rakyat Indonesia. Thank's
>>John. Saya setuju, bahwa perubahan makna reformasi menjadi revolusi yg
>>dilakukan kelompok2 kiri di Indonesia sangat dan amat sangat
>>membahayakan perjuangan reformasi yg sedang didambakan bersama.
>>Hati-hatilah kita semua.
>>
>>Pesan Mr. JOhn:
>>"Harap jangan gantung Habibie, Wiranto bahkan Soeharto
>>selama ini, eh. :-)
>>Tunggu hasil pemilu bulan Juni 1999 dan pemimpin-pemimpin baru.
>>Revolusi hanya menelan banyak korban.
>>Proses demokratisasi harus jalan sedikit demi sedikit.
>>Perlulah banyak tahun mencapai tujuan demokrasi.
>>Kalau demo raksasa jalan terus, maknanya tidak pernah
>>akan ada demokrasi di Indonesia.
>>Semua aksi kekerasan oleh siapa pun akan gagal.
>>Itu khotbah liburan saya.
>>Salam damai
>>John
>>
>>Hal lain yg ingin saya sampaikan di sini adalah kemampuan anak2 UI utk
>>menunjukkan bahwa mereka bisa tertib dalam melaksanakan aksi damai,
>>sehingga tidak mengganggu kepentingan masyarakat luas lainnya.
>>Bravo....dan ini saya amat yakin sangat didukung oleh seluruh level
>>bangsa.
>>Sebaliknya saya amat menyayangkan aksi2 yg lagi2 dilakukan oleh forum di
>>luar organisasi formal mahasiswa, yg mayoritas terdiri dari mahasiswa
>>PTS yg keberaniannya baru kemarin. Dlm kaitan ini, saya salut kepada
>>mahasiswa UNAS Pejaten, yg dulu terkenal sangat vokal dan menjadi basis
>>perlawanan rezim orde baru, ternyata tidak terpancing dan tidak
>>menunjukkan over acting. Justru kampus2 kemarin sore seperti Sahid,
>>Unija dan bahkan Trisakti, Mustopo dan apalagi Atmajaya sangatlah
>>absurd. Mereka teriak2 KKN, tapi kita semua tahu kalau mayoritas mereka
>>adalah keluarga2 kaya. Mana mungkin mereka bisa kuliah dengan uang
>>kuliah paling murah 7 juta kalau bukan orang kaya. Jadi, logislah kalau
>>kita semua mempertanyakan apa benar mereka memang sungguh2 tahu perasaan
>>dan nasib rakyat kecil di Indonesia. Jangan2, disuruh tidur di gubuk
>>mereka udah pada gatelan semua.
>>Jadi, anak Trisakti dan yg lainnya, tirulah anak2 UI dan Unas yg memang
>>telah menunjukkan fakta historis sebagai kampus perjuangan moral, yg
>>memiliki kekuatan intelektual yg cukup tinggi. Saya menyangsikan, kalian
>>macam Forkot, FKSMJ, dan anak2 PTS swasta yg bisanya cuma menunjukkan
>>kekuatan otot dan dengkul. Jadi dimana otak mereka. Membedakan reformasi
>>dan revolusi saja tidak mampu.
>
>
>
>---------------------------------------------------------------------
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
>
>
>
---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com