Sewaktu menonton liputan6 SCTV (tontonan yang tidak pernah saya lewatkan
sepulang kerja - mungkin tontonan yang diminati jutaan pemirsa yang lain)
dimana biasanya disisipkan wawancara dengan tokoh, pada hari rabu, 25
november saya menonton wawancara sdr. Reza dengan pa' Baramuli, ketua DPA
transisi, membahas perlu tidaknya dialog nasional. Beliau mengatakan bahwa
dialog ini tidak realistis dengan alasan bahwa dialog nasional sudah
diadakan baru-baru ini pada SI MPR.
Apabila ada aspirasi yang mau disampaikan pasca SI MPR, silahkan
disampaikan lewat DPA ujar Baramuli. Beliau juga mengatakan bahwa yang
menolak SI MPR hanya di Jakarta sedangkan di daerah-daerah hasil SI MPR
sangat disetujui. Sebagai contoh yang diberikan adalah temu muka beliau
baru-baru ini dengan anggota DPRD di daerah Timur Indonesia yang sangat
menerima hasil SI MPR.
Saya sebagai salah seorang rakyat kecil di negara ini sangat kecewa dengan
pandangan beliau tentang keadaan di negara ini. Walaupun secara pribadi
saya lebih menyetujui dialog nasional itu diadakan sebelum SI MPR, tetapi
walaupun itu dilakukan nantinya setelah SI MPR dan menjelang Pemilu untuk
mengadakan rembuk diantara tokoh-tokoh nasional yang aspirasinya tidak
tersalur lewat SI MPR dan pemerintah sekarang, hal ini adalah langkah yang
sangat potensial untuk mengatasi keadaan yang sudah parah ini. Tetapi
seorang Baramuli, mengaku ketua DPA, mengatakan bahwa langkah ini tidak
realistis. Apakah kunjungan beliau ke DPRD di beberapa tempat untuk
mengetahui apakah SI MPR diterima atau tidak merupakan tindakan realistis?
Mungkin kita semua sudah tahu bahwa kebanyakan anggota DPRD itu adalah
hasil KKN dan koncoisme. Kalau daerah-daerah menerima hasil SI MPR, kenapa
terjadi demonstrasi bahkan pendudukan beberapa lapangan terbang di daerah
terjadi? Bukankah ini merupakan bentuk protes terhadap penyelenggaraan SI
MPR?
Ahh...Mr. Baramuli, kalaupun anda ketua DPA sekarang ini janganlah sombong
sebagai ketua. Sebaiknya Mr. Baramuli memanfaatkan kesempatan memperbaiki
diri, karena anda juga bagian dari KKN di negara ini.
Sebagai seorang ketua DPA di negara yang kita cintai ini, sebaiknya
membuka mata sekaligus membuka hati. Tapi apa yang saya saksikan sekarang
ini Baramuli hanya membuka mata lebar-lebar tetapi menutup hati
serapat-rapatnya.

-----------------
Hotman Silalahi



---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Kirim email ke