Saya kira, "tangan" pemerintah juga sudah kembali bermain dalam pemberitaan
media massa tentang peristiwa Minggu Kelam. Menpen Minggu malam menyatakan,
agar pers memberitakan peristiwa itu secara proporsional. Sebuah pernyataan
yang "bersayap".

Alhasil, saya cermati beberapa media cetak dan berita di TV-TV swasta, tidak
ada yang berani mendalami peristiwa tersebut. Pemberitaan hanya sekilas, dan
tidak dijadikan headline.

Bandingkan dengan peristiwa penembakan mahasiswa Trisakti atau Tragedi
Semanggi yang berita-beritanya dilengkapi dengan kronologi peristiwa (di
media cetak), tetapi untuk peristiwa Minggu Kelam, sama sekali tidak ada
kronologinya. Bangunan dan Gereja mana saja yang dirusak dan dibakar, juga
tidak dirinci. Mengapa ada diskriminasi dalam pemberitaan? Inikah yang
dimaksud pemberitaan proporsional?

Agaknya masyarakat madani yang kita idam-idamkan, masih jauh dari
kenyataan....






---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Kirim email ke