Maafkan saya, belum bisa ikut aktip berdiskusi, belum mampu menyumbang saran tetapi 
bisanya menyumbang nyacat (jawa, mencela).

Masalahnya, saya ikutan Kuli_tinta, katanya wadah bagi para calon jurnalis yang belum 
punya wadah resmi. Wah hebat pikir saya. Bakal muncul kaliber Gunawan Muhamad, Eros 
Jarot, Frans Seda, Gus Dur dsb. Tetapi setelah apa yang saya lihat, ternyata berbeda.

Alhasil, debut milis ini menjadi ajang ala Apakabar. 

Menyelesaikan permasalahan dengan dasar Agama, kalau semua diikuti sih nggak ada 
perang, nggak ada Bom Atoom dijatuhkan di Hirosima dsb.

Alhasil, milis ini mulai bergeser tujuannya, duplikasi Demi-Demokrasi, Diskusi-Sara 
dsb. Bisa ditebak, lama kelamaan menjadi sarana sumpah serapah. Kalau duplikasi 
biasanya yang dihasilkan ya kelasnya kelas kunci duplikat. Mudah rusak, mudah putus.

Atau memang Kuli-Tinta (atau Kuli Disket sih) kita sekarang ini pengetahuan agamanya 
sangat dalam sekali. Nggak mantebbbb kalau tidak mengunyah-unyah petilan Kitab Suci.

Semoga kecurigaan saya ini salah....

Salam penuh kasih
Mimbar Seputro









==============================
Mimbar Seputro
e-mail: [EMAIL PROTECTED]
tel: (021) 789.2077
fax: (021) 781.7719
cel: 0811.80.6549
==============================



---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Kirim email ke