Kata si Unyil, "Payah bleh!"
Gitu aja bingung. Bagaimana bisa berita tersebut dikatakan menjelekkan
salah satu partai (maksud Anda pasti Golkar 'kan?). Siapa sebenarnya yang
menjelekkan (mencoreng) nama Golkar? Berita itu,  ataukah oknum kader-kader
Golkar yang melakukan pelecehan seks itu? 

Lantas nilainya apa?
Jawab dulu dong yang ini, lalu kalau berita dengan judul "Sampai Mati Tetap
Golkar" yang dikirim triple-a@iname, mengapa tidak Anda nilai hanya
"mengagungkan salah satu partai"? Seolah-olah kita tidak boleh
mengungkapkan bahwa dalam parpol Golkar ada juga -- bahkan banyak --
kadernya yang berperilaku tidak terpuji. Seperti juga pasti di setiap
parpol ada oknumnya yang demikian. Seolah-olah hanya yang bagus-bagus saja
yang boleh diungkapkan dari Golkar, dan sebaliknya tidak boleh.

Maksud saya mengirim kutipan berita ini  adalah semacam counter terhadap
berita dengan judul "Sampai Mati Tetap Golkar" itu. Mengapa berita itu
tidak mengungkapkan apa yang dialami Micha itu? Tidak tahu, atau sengaja
menutupinya? Jadi maksud saya mengirim kutipan berita itu supaya seimbang
begitulah.

Omong-omong waktu baru-baru ini Golkar menyelenggarakan temu kader di
Surabaya, panggung yang dibangun di Tambak Sari itu sempat roboh, lho!
Jangan-jangan tanda ini seperti dulu Harmoko memukul palu DPR/MPR sewaktu
memutuskan Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya?

At 21:48 06/04/99 +0900, drajat wrote:
>maaf, saya jadi bingung.
>kalau kutipan berita di bawah intinya justru menjelekkan kader salah satu
>partai, lantas nilainya apa?
>
>salam,
>drajad
>----- Original Message -----
>From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Tuesday, April 06, 1999 9:42 PM
>Subject: [Kuli Tinta] Machicha Diobok-obok
>
>
>>Tulisan  dengan judul "Sampai Mati Tetap Golkar" yang dikirim
>>[EMAIL PROTECTED] menurut penilaian moderator kuli-tinta sifatnya
>>kampanye, oleh karena itu tidak boleh lagi mengirim tulisan-tulisan seperti
>>ini.
>>
>>Tetapi kalau boleh saya memberi informasi lain tentang tulisan tersebut,
>>yang saya peroleh dari koran Suara Indonesia, edisi Selasa, 6 April 1999.
>>Berikut ini kutipannya:
>>
>>
>>Meringis karena Diobok-obok
>>
>>Machicha Muchtar mengaku mencintai Golkar sampai mati. Sayang, rupanya
>>'cinta politik' isteri kedua mantan Menteri Moerdiono itu tak terbalas.
>>Machicha justru mengalami pelecehan seksual oleh kader Partai Golkar
>>sendiri saat apel akbar di Stadion Tambaksari hari Minggu (4/4) lalu.
>>
>>Alkisah, begitu Machicha hendak meninggalkan stadion segerombolan pria
>>ramai-ramai mengerumuninya.
>>
>>Ia sama sekali tidak curiga. Maklum, sebagai artis dangdut terkenal, sudah
>>jamak ia didatangi para fans. Dan yang lebih membuat dia merasa aman, semua
>>pria itu mengenakan kostum.
>>
>>"Masa, mereka mau mengganggu saya. Kita kan sama-sama kader Golkar. Mereka
>>toh pengawal saya, penjaga keamanan," begitu kira-kira pikir penyanyi yang
>>saat ini mengenakan pakaian superseksi ini. Ternyata Machicha Michtar slah
>>sangka. I justru dijadikan bulan-bulanan oleh gerombolan aktivis OKP itu.
>>
>>Wajah Machicha langsung pucat pasi ketika, (maaf) payudaranya digerayangi
>>ramai-ramai oleh laki-laki nakal itu. Semuanya saling berebut menjamah
>>bagian tubuh Machicha yang sangat pribadi itu.
>>
>>"Tolooooong ... tolooooong, anak Surabaya nakal," teriaknya meronta-ronta.
>>Adegan pelecehan seksual itu baru terhenti ketika datang :pemuda
>>baik-baiki" menghardik rekannya yang kurang ajar itu.
>>
>>"Ulah anak-anak itu sudah keterlaluan. Mereka benar-benar melecehkan
>>perempuan," ujar seorang cewek yang kebetulan menyaksikan adegan ini.
>>Mungkin ini yang namanya 'pagar makan tanaman.' (rek).
>>
>>
>>
>>>-----Original Message-----
>>>From: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>>>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>>>Date: Monday, April 05, 1999 1:29 PM
>>>Subject: [Kuli Tinta] Sampai Mati Tetap Golkar
>>>
>>>
>>>Sampai Mati Tetap Golkar
>>>
>>
>>
>>Daniel H.T.
>>
>>
>>
>>______________________________________________________________________
>>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>>
>>
>>
>>
>
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
>

Daniel H.T.



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke