emang kata kang maman juga "heran" kok jadi bingung dan payah ya.
jadi maksudnya kalau ada kampanye diimbangi dengan kontra-kampanye nggak
apa-apa ya?

ok... kalau begitu nggak bingung lagi.
bingungnya mo pilih partai nggak nemu-nemu. banyak yang sama tapi tak serupa
dan yang serupa tapi tak sama... haha..
semua dapat dianggap jelek, maka tak perlu dijelek-jelekkan lagi, sebaliknya
semua juga berhak dianggap bagus, sehingga tak perlu di agung-agung kan dan
diagul-agulkan mampu menyelesaikan masalah negara... tul?

lagian paku penusuk gambarnya nggak nyampai kalau untuk nyoblos
partai-partai itu...
trims's

daniel wrote:
>Kata si Unyil, "Payah bleh!"
>Gitu aja bingung. Bagaimana bisa berita tersebut dikatakan menjelekkan
>salah satu partai (maksud Anda pasti Golkar 'kan?). Siapa sebenarnya yang
>menjelekkan (mencoreng) nama Golkar? Berita itu,  ataukah oknum kader-kader
>Golkar yang melakukan pelecehan seks itu?
>
>Lantas nilainya apa?
>Jawab dulu dong yang ini, lalu kalau berita dengan judul "Sampai Mati Tetap
>Golkar" yang dikirim triple-a@iname, mengapa tidak Anda nilai hanya
>"mengagungkan salah satu partai"? Seolah-olah kita tidak boleh
>mengungkapkan bahwa dalam parpol Golkar ada juga -- bahkan banyak --
>kadernya yang berperilaku tidak terpuji. Seperti juga pasti di setiap
>parpol ada oknumnya yang demikian. Seolah-olah hanya yang bagus-bagus saja
>yang boleh diungkapkan dari Golkar, dan sebaliknya tidak boleh.
>
>Maksud saya mengirim kutipan berita ini  adalah semacam counter terhadap
>berita dengan judul "Sampai Mati Tetap Golkar" itu. Mengapa berita itu
>tidak mengungkapkan apa yang dialami Micha itu? Tidak tahu, atau sengaja
>menutupinya? Jadi maksud saya mengirim kutipan berita itu supaya seimbang
>begitulah.
>
>Omong-omong waktu baru-baru ini Golkar menyelenggarakan temu kader di
>Surabaya, panggung yang dibangun di Tambak Sari itu sempat roboh, lho!
>Jangan-jangan tanda ini seperti dulu Harmoko memukul palu DPR/MPR sewaktu
>memutuskan Soeharto sebagai presiden untuk ketujuh kalinya?
>




______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke