Saudara Manurung, Anda benar yang punya tugas menegakkan kepastian hukum itu polisi etc. Tapi tidak salah kan kalau orang-orang PDIP melakukan penyelidikan internal sebagai ujud dari tanggung jawabnya? Anda terkesan mau cuci tangan dengan menimpakan semua beban ke poisi etc-nya itu. Seorang bapak yang mellihat anaknya dikabarkan berbuat nakal, dia akan mengusut lebih dulu sebelum polisi/tetangga mengusutnya. Bila benar anaknya berbuat nakal, bapak yang bertanggung jawab akan segera memberikan "nasihat" kepada anaknya itu, dan mungkin juga menghukumnya. Tapi bapak itu tetap juga akan menyerahkan anaknya ke polisi. Di situ terlihat tanggung jawab seorang bapak. Tentang orang PDIP tidak pernah menyingkat PDI Perjuangan menjadi PDIP saya memang tidak tahu hal itu. Kalau Anda menulis kata "tidak pernah" rasanya berlebihan. Ada baiknya saudara berdialog langsung dengan saudari Ayu atau Santoso itu untuk memastikan apakah mereka benar-benar orang PDIP atau hanya orang yang menyamar. Tentang Golkar yang merekayasa dsb, saya percaya di masa lalu itu sering terjadi. Tapi untuk kasus Purbalingga, I doubted it. Kita lihat saja hasil penyelidikan polisi. Apakah mereka yang jadi fungsionaris PDI Purballinga yang sudah menyatakan mengundurkan diri (karena merasa bertanggung jawab dan malu; sebab mereka melihat sendiri memang orang-orang PDIP berbuat tak senonoh) itu juga hanya orang menyamar? Saya tidak bermaksud menyerang PDIP, saya hanya minta mbak Mega itu untuk keluarkan "SEPOTONG KALIMAT" himbuan agar anak-anak PDIP di daerah jangan berbuat brutal lagi. Itu saja. Apa susahnya sih? Saya tidak tertarik untuk mengetahui siapa saudara Manurung, saya hanya melihat apa yang saudara manurung tulis. That is the most important one. Salam, Sian Djie_ >From: "Martin Manurung" <[EMAIL PROTECTED]> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED] >To: <[EMAIL PROTECTED]> >Subject: Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Banteng att; sdr Manurung >Date: Tue, 6 Apr 1999 16:15:35 +0700 > >Yang harus menegakkan kepastian hukum --lagi-lagi-- adalah para penegak hukum: Polisi, Jaksa dan Peradilan (hakim). Siapa yang melakukan penyerangan >di Purbalingga? Biarlah para penegak hukum itu yang menyelidiki dan kita tak >serta-merta mencap pelakunya siapa. Sebab, segala rekayasa politik untuk >menguasai opini publik memang menjadi "kelebihan" Golkar karena uangnya yang >banyak serta kekuasaan yang masih secara formal dipegangnya. > >Kalau mau tahu identitas saya lengkap ada di Homepage. Jadi, tak sulit >membuktikannya. > >Kalau si "wanita banteng" itu, saya rasa bukan orang PDI Perjuangan. >Karena --sekali lagi-- orang PDI Perjuangan tak pernah menyingkat nama >partainya dengan PDIP. Itu saja sudah aneh. Seperti saya yang sulit untuk >mengeja nama saudara, karena saya bukan Sian Djie Wong. > >------------------------Martin Manurung----------------------------- >[EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] >Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin >____________________________________________ >"Love your enemies, do good to those who hate you" > >-----Original Message----- >From: Sian Djie Wong <[EMAIL PROTECTED]> >To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> >Date: 06 April 1999 3:14 >Subject: Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Banteng att; sdr Manurung > > >Pertama saya informasikan saya bukan apa-apanya Golkar. >Saya hanya ngeri kalau Indonesia masih dikuasai oleh orang-orang >yang tidak mengindahkan hukum. Kalau tidak setuju Golkar adakan >rapat di Jateng, kalau tak setuju Abkar Tanjung datang ke Jateng, >itu landasan hukumnya apa? Saudara Manurung akan bisa memahami >kekawatiran saya kalau kepastian hukum tidak ditegakkan di >Indonesia. Saya tidak melihat itu Golkar atau PDI Perjuangan, >tapi anarkhi yang ditimbulkan. > >Kedua, saya bukannya gencar memberitakan PDIP, soal kebenaran >wanita Banteng itu, silahkan saudara dialog sendiri dengan ybs. >Lihat sendiri apa yang ditulisnya di forum diskusi PDIP. Soal >dia bener-bener anggota PDIP atau bukan, kita memang tak bisa >buktikan. Sebagaimana saya juga sulit membuktikan apakah saudara >benar-benar mahasiswa UI. Tapi setidaknya bisa bikin educated guess >tentang apa yang ditulis seseorang. Silahkan datang sendiri ke >www.pdiperjuangan.org > >Ketiga, nama saya Sian Djie. Family name Wong. >Saya tulis Wong Sian Djie kalau deal dng orang Melayu. >Saya tulis Sian Djie Wong kalau deal dengan bule. > > >terima kasih tanggapan saudara. > >Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com > >______________________________________________________________________ >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > >Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan! > > > > > > >______________________________________________________________________ >To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] > >Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan! > > > Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
