Kayaknya kita (anda dan saya) kebanyakan ngomong dan komentar tanpa membaca banyak koran. Kemarin sore waktu saya di tukang cukur rambut, ada koran Poskota (kebetulah saya bukan pembaca Poskota) hari Minggu (4/3) yang headlinenya berbunyi: "MEGA: USUT TUNTAS KASUS PURBALINGGA" Beritanya a.l: Ketua Umum DPP PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri memerintahkan agar jajarannya di daerah mengusut tuntas apa sebenarnya yang terjadi di Purbalingga.... Megawati juga mempersilahkan Partai Golkar untuk mengajukan tuntutan secara hukum atas kasus itu.... (sayangnya Poskota tidak online, jadi saya tidak bisa mengutipkan berita itu secara utuh). Jadi kalau SEPOTONG KALIMAT yang anda tunggu, kayaknya sudah ada. Malahan berpotong-potong. Anda dan sayalah yang kurang membaca koran, sehingga kita mendiskusikan/menyarankan sesuatu yang sudah terjadi. BTW, saya juga tertarik pada anda bung Sian, yang lebih percaya pada Akbar Tanjung (kroni Soeharto yang telah membohongi rakyat selama tiga dasawarsa [baca: 30 tahun]) daripada kepada Gus Dur, ulama besar NU yang belum/tidak pernah membohongi rakyat. Kalau pernyataannya yang "kontroversial", biarlah itu menjadi tugas aparat penegak hukum untuk membuktikan apakah pernyataan Gus Dur selama ini benar adanya. Sayangnya penegak hukum kita sangat-sangat lambat dan mandul. ------------------------Martin Manurung----------------------------- [EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED] Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin ____________________________________________ "Love your enemies, do good to those who hate you" -----Original Message----- From: Sian Djie Wong <[EMAIL PROTECTED]> To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]> Date: 07 April 1999 2:27 Subject: Re: [Kuli Tinta] Pengakuan Wanita Banteng att; sdr Manurung Saudara Manurung, Anda benar yang punya tugas menegakkan kepastian hukum itu polisi etc. Tapi tidak salah kan kalau orang-orang PDIP melakukan penyelidikan internal sebagai ujud dari tanggung jawabnya? Anda terkesan mau cuci tangan dengan menimpakan semua beban ke poisi etc-nya itu. Seorang bapak yang mellihat anaknya dikabarkan berbuat nakal, dia akan mengusut lebih dulu sebelum polisi/tetangga mengusutnya. Bila benar anaknya berbuat nakal, bapak yang bertanggung jawab akan segera memberikan "nasihat" kepada anaknya itu, dan mungkin juga menghukumnya. Tapi bapak itu tetap juga akan menyerahkan anaknya ke polisi. Di situ terlihat tanggung jawab seorang bapak. Tentang orang PDIP tidak pernah menyingkat PDI Perjuangan menjadi PDIP saya memang tidak tahu hal itu. Kalau Anda menulis kata "tidak pernah" rasanya berlebihan. Ada baiknya saudara berdialog langsung dengan saudari Ayu atau Santoso itu untuk memastikan apakah mereka benar-benar orang PDIP atau hanya orang yang menyamar. Tentang Golkar yang merekayasa dsb, saya percaya di masa lalu itu sering terjadi. Tapi untuk kasus Purbalingga, I doubted it. Kita lihat saja hasil penyelidikan polisi. Apakah mereka yang jadi fungsionaris PDI Purballinga yang sudah menyatakan mengundurkan diri (karena merasa bertanggung jawab dan malu; sebab mereka melihat sendiri memang orang-orang PDIP berbuat tak senonoh) itu juga hanya orang menyamar? Saya tidak bermaksud menyerang PDIP, saya hanya minta mbak Mega itu untuk keluarkan "SEPOTONG KALIMAT" himbuan agar anak-anak PDIP di daerah jangan berbuat brutal lagi. Itu saja. Apa susahnya sih? Saya tidak tertarik untuk mengetahui siapa saudara Manurung, saya hanya melihat apa yang saudara manurung tulis. That is the most important one. Salam, Sian Djie_ ______________________________________________________________________ To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED] To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED] Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
