Wah, kalo begitu kenyataannya, saya ingin tahu tanggapan teman-teman dan
terutama bung Harun Al-Wakhid yang dalam e-mail fwd-an-nya ada tertulis:
"Sikap Ummat Islam jelas, seperti yang dikatakan oleh beberapa tokoh ummat
tersebut, bahwa Ummat Islam beserta tokoh-tokohnya, ormas-ormasnya tidak
akan mendukung gerakan MAKAR ini. Cukup sudah, penderitaan rakyat yang
berusaha diadu domba oleh kelompok-kelompok penggerak MAKAR. Kita harapkan
agar kebenaran dapat tampil ke permukaan, dan segala kebohongan dan
kebiadaban dapat terkuak secepatnya."
Tanggapan yang saya butuhkan adalah:
1.Bagaimana penjelasan Anda tentang laporan yang di-fwd-kan bung Martin
Manurung ini, benarkah begitu kenyataan yang terjadi tentang PAM-SWAKARSA,
atau ada kenyataan lain?
2.Apa dan bagaimana sih definisi MAKAR?, ADU-DOMBA? dan KEBIADABAN?
--->Bisakah sebuah lembaga pemerintahan yang membantai rakyatnya disebut
telah melakukan MAKAR terhadap rakyatnya? Karena bukankah pada awalnya
adalah kedaulatan ditangan rakyat?
--->Bisakah pemerintah dan ABRI dikatakan sedang meng-ADU-DOMBA rakyat ini
dengan mengijinkan dan melindungi PAM-SWAKARSA yang jelas-jelas meresahkan
masyarakat?
--->Bisakah pemerintah dan ABRI disebut BIADAB dalam peristiwa SEMANGGI?
3.Apakah PAM-SWAKARSA ini didukung oleh segenap ummat Islam atau sebagian?
yang mana?
Terima kasih sekali untuk jawaban-jawaban saudara sekalian, karena memang
saya lagi dalam keadaan mangkel melihat tindakan aparat dan PAM-SWAKARSA
yang "plintat-plintut makan ati" dan hambur-hambur uang negara untuk
peluru-peluru yang melumat nyawa rakyat yang seharusnya berhak meminta
pertanggungjawaban atas setiap uang, peluru, dan nyawa yang dikorupsi oleh
pemerintah!
Oleh karena semoga dari jawaban yang saya peroleh, kemangkelan saya tidak
menjadi luapan emosi tanpa arah, tetapi akan menjadi sikap kritis yang
berdasar.
Salam,
TEDY THE KION
> -----Original Message-----
> From: Martin Manurung [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: 19 Nopember 1998 22:13
> To: Kuli Tinta List
> Subject: [kuli-tinta] Fw: PAM SWAKARSA
>
>
> Ini lagi2 ttg PAM Swakarsa yang "didomplengi" oleh kelompok radikal yang
> membawa2 sentimen-sentimen keagamaan. Sayangnya, agama itu cuma jadi alat
> politik saja. Wong, bayar makanannya aja nipu...
>
> --------------------Martin Manurung---------------------------
> E-mail: [EMAIL PROTECTED] & [EMAIL PROTECTED]
> Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
> _________________________________________
> "If anyone wants to be first,
> he must be the very last, and the servant of all"
>
>
> PAM SWAKARSA yang mangkal di Masjid Istiqlal mengemplang pengusaha
> catering skala kecil yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Jasaboga
> Indonesia (APJI).
>
>
> Pengakuan Ahmad Sumargono dkk bahwa PAM SWAKARSA adalah sukarelawan
> ternyata isapan jempol saja. PAM SWAKARSA adalah pengerahan massa
> terorganisir oleh unsur-unsur pendukung Partai Bulan Bintang. Pengerahan
> massa ini melibatkan pembiayaan sangat besar. Untuk konsumsi saja paling
> tidak memerlukan dana Rp. 1 milyar, yang ternyata bukan berasal dari
> sumbangan restoran-restoran kecil seperti klaim Sumargono.
>
>
> Faktanya, PAM SWAKARSA memesan konsumsi dari APJI, asosiasi yang
> menghimpun puluhan pengusaha kecil di bidang jasaboga. Sesuai permintaan,
> APJI harus menyiapkan 15.000 box nasi dengan lauk pauknya untuk sekali
> makan. Telah disepakati bahwa PAM SWAKARSA akan membayar Rp.1.750 per box
> dengan kontrak 10 hari, setiap harinya 3 kali makan. Total kontraknya
> hampir mencapai Rp. 1 milyar.
>
>
> Menurut pengurus APJI, kontrak itu sangat membantu karena sebagian besar
> pengusaha jasaboga saat ini sangat menderita akibat krismon. APJI kemudian
> mendistribusikan pesanan itu kepada paran anggotanya. Rata-rata setiap
> anggota membuat 500 box.
>
>
> Tetapi apa mau dikata. Maunya untung ternyata malah buntung. PAM SWAKARSA
> yang katanya mewakili aspirasi umat Islam, pembela keadilan dan rakyat
> kecil, ternyata sama saja dengan tukang tilap, preman palak di pasar.
> Permulaan memang lancar, tetapi belakangan sejumlah kiriman tidak dibayar.
> APJI sekarang kebingungan karena dengan berakhirnya SI MPR, orang-orang
> yang dilayaninya pun menghilang seperti asap ditiup angin. Mereka tidak
> tahu harus menagih kemana. Pengusaha kecil APJI terancam rugi ratusan juta
> rupiah.
>
>
> Jadi begini rupanya nasib orang kecil itu. Mereka juga umat Islam, yang
> berulangkali diklaim oleh FURKON, KISDI dan macam-macam ormas lain.
> Kenyataannya, tukang klaim itu sama munafiknya dengan bandit kroni
> Suharto. Tak peduli menari diatas penderitaan orang kecil, asal perut
> kenyang dan fulus lancar.
>
>
> Ibu-ibu APJI, berikut ini daftar pemrakarsa PAM SWAKARSA. Merekalah yang
> harus bertanggung-jawab atas kerugian ibu-ibu semua. Kirimkan tagihan
> ibu-ibu kepada mereka:
>
>
> Ahmad Sumargono, ketua umum KISDI
> H. Amidhan, MUI
> Abdul Qadir Jaelani, Partai Bulan Bintang
> Faisal Biki, FURKON
>
>
>
>
>
>
>
> ------------------------------------------------------------------------
>
>
> Free Web-based e-mail groups -- http://www.eGroups.com
>
>
>
>
> Himbauan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang !
>
> ---------------------------------------------------------------------
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com
>
>
Himbauan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang !
---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com