Sejak akhir 1996 saya jadi pemerhati internet. Bolah jadi temen-temen
meragukan berita ala SiaR, tapi justru dari file-file yang masih saya simpan
saya menemukan sejumlah fenomena menarik dari SiaR dkk yang "konon" dikelola
sejumlah wartawan dari sejumlah kota itu. Pertama, SiaR memang kerap
menggunakan kata-kata "menurut sumber SiaR", "sumber SiaR di Mabes ABRI"
dsb, sepertinya ada upaya melindungi narasumber SiaR dari ruangan publik.
Cara ini kerap membikin kesangsian dan sejumlah pertanyaan menyangkut
akurasi berita. 

Namun demikian saya mencatat beberapa hal positip, yaitu SiaR dalam catatan
saya ternyata jadi pihak pertama yang memberitakan penculikan para aktivis
dengan Prabowo. SiaR ternyata juga yang pertama kali memberitakan soal
pembunuhan dan perkosaan massal di Aceh. Dalam kasus yang berhubungan dengan
Peristiwa 27 Juli, SiaR juga melaporkan beberapa hal menarik.

Beberapa waktu lalu saya membuat riset kecil untuk kepentingan penelitian
tentang pemberitaan di internet. Ternyata model pemberitaan ala media
alternatif yang dikerjakan temen-teman wartawan memang bisa dikembangkan
menjadi jurnalisme penyelidikan (investigation journalism) alternatif.
Terutama bila mengingat keamanan narasumber ternyata merupakan faktor lain
yang perlu diperhitungkan dalam kerja jurnalis Indonesia saat ini. Bukankah
pelapor Kotak Pos 5000 saja yang diberikan jaminan kerahasiaannya ternyata
banyak yang ketiban sial, dipecati dari tempatnya bekerja.

Saya menganjurkan agar teman-teman yang membaca berita ala internet tak an
sich membaca dengan model literatur. Dunia yang satu ini parameternya
berbeda. Saya mendukung kawan-kawan SiaR untuk terus menyebarkan
berita-berita yang tak bisa dimuat di media mereka bekerja ke dalam
internet. Silakan teruskan. Selamat buat kalian. Siapa pun kalian, yang
bekerja dalam kediaman tanpa nama apa pun.

Samin

==================

At 10:38 PM 11/19/98 +0700, you wrote:
>Good, saya setuju.
>
>Orang yang kritis adalah orang yang tak jemu-jemu untuk mencari apa yang
>benar dan adil. Dan setelah menemukannya, ia akan kembali bertanya bagaimana
>mewujudkan yang benar dan adil itu serta berusaha dengan segenap tenaga
>untuk mewujudkannya.
>
>--------------------Martin Manurung---------------------------
>E-mail: [EMAIL PROTECTED] & [EMAIL PROTECTED]
>Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
>_________________________________________
>                "If anyone wants to be first,
>  he must be the very last, and the servant of all"
>-----Original Message-----
>From: Pandu Paksi Indrajaya <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: 19 Nopember 1998 9:57
>Subject: Re: [kuli-tinta] Fw: BERTANGGUNGJAWAB ATAS TERBUNUHNYA 6 PAM
>
>
>---Martin Manurung <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>> Ini ada "himbauan" untuk para kuli tinta
>
>Saya salut. SiaR ini memang hebat dalam "mengungkapkan" fakta-fakta
>yang tersembunyi. Dia "mempunyai" sumber di mana-mana. Dan selalu
>menjaga keamanan sumber-sumbernya dengan kata-kata:
>[1] menurut sumber SiaR di Mabes, di Ujungpandang, di Aceh, dsb.
>Pokoknya di sembarang tempat ada.
>[2] menurut sumber yang dapat dipercaya
>[3] dikabarkan
>[4] seperti diketahui
>[5] konon
>
>Pandu Paksi Indrajaya


Himbauan: Hormati pahlawan REFORMASI, Pasang bendera setengah tiang !

---------------------------------------------------------------------
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
HI-Reliability low cost web hosting service - http://www.IndoGlobal.com 

Kirim email ke