Kamis, 4
   Maret 1999

Bentrok Pecah 35 Mahasiswa Diciduk
Reporter : Hestiana Darmastuti

  detikcom, Jakarta - Bentrokan antara mahasiswa
  dengan aparat pecah. Ratusan mahasiswa yang tertahan
  di depan Tugu Proklamasi pada Kamis (04/03/1999)
  pada pukul 15.00 WIB didesak aparat keamanan.
  Bentrokan pun terjadi. 36 Mahasiswa diciduk,
  wartawan Pos Kota kena gebuk.

  Bentrokan itu pecah bermula ketika mahasiswa yang
  tergabung dalam Komite Mahasiswa Bersatu (KMB)
  sedang melakukan orasi di depan Tugu Proklamasi.
  Tiba-tiba saja, dari arah belakang Tugu Proklamasi
  muncul 12 truk aparat keamanan. Aparat langsung
  berloncatan dari atas truk dan mendesak mahasiswa
  agar mundur.

  Dorong mendorong aparat dengan mahasiswa pun
  terjadi. Aparat pun menggunakan pentungan untuk
  mendorong mahasiswa. Mahasiswa tak tinggal diam dan
  membalas menimpuk aparat dengan benda seadanya.
  Namun, jumlah aparat keamanan yang besar, membuat
  mahasiswa berlarian kocar-kacir dan menyelamatkan
  diri memasuki kampsu ABA-ABI di Jl.Matraman Raya,
  Jakarta Pusat.

  Aparat rupanya tidak hanya menghalau mahasiswa
  sampai di depan kampus saja, namun juga melakukan
  pengejaran hingga masuk ke dalam kampus hingga ke
  lantai 5. Terlihat beberapa kaca pecah berantakan.
  Bahkan terlihat ada darah yang terceceran di lantai.
  Ketika aparat menyerbu ke dalam kampus, jerit tangis
  dari mahasiswi membuat suasana kian mencekam.
  Aparat juga bertindak keras. 35 Mahasiswa diciduk
  dan diangkat dengan truk kemudian dilarikan melewati
  Jl.Pramuka. Dari 35 mahasiswa tersebut, 3 orang di
  antaranya mengalami luka-luka. Belum jelas akan
  diangkut kemana para mahasiswa itu. Namun diduga
  mereka akan dibawa ke Polda Metro Jaya.
  Dalam insiden bentrokan itu, seorang wartawan yang
  sedang meliput menjadi korban gebukan aparat
  keamanan. Wartawan tersebut adalah Totok Wirianto
  dari Pos Kota. Ia mengalami luka di bagian tubuh dan
  kepalanya lantaran gebukan ngawur dari aparat
  keamanan. Tidak hanya itu, telepon genggam dan
  kameranya sempat direbut aparat keamanan.
  Belakangan telepon genggam tersebut dikembalikan,
  namun kameranya masih dibawa aparat keamanan. Tidak
  jelas benar alasan aparat menyita kamera milik Totok
  tersebut. Yang pasti para wartawan yang sedang
  meliput insiden itu melakukan protes keras atas
  tindakan aparat keamanan.
  Pada pukul 16.00 WIB situasi di depan kampus ABA-ABI
  masih keruh. Sekitar 500 mahasiswa masih
  terkonsentrasi baik di halaman depan maupun sebagian
  lagi di jalanan. Namun begitu, aparat keamanan
  dengan cepat menghilang. Tak terlihat ada aparat
  keamanan yang tadinya datang dengan 12 truk itu yang
  terlihat mengawal kampus ABA-ABI. Yang terlihat
  hanya satu dua aparat intel yang terus memonitor
  mahasiswa.
  Para mahasiswa itu melakukan aksi demo menuntut
  pembentukan pemerintahan transisi. Mereka meneriakan
  yel-yel....."revolusi....revolusi............"
  Mereka memang mulai aksinya dari kampus ABA-ABI.
  Dari situ bergerak menuju Tugu Proklamasi.
  Langkahnya tertahan di Tugu Proklamasi sampai
  kemudian di desak mundur hingga bentroka itu
  terjadi.
  Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999



______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke