Wah kasihan sekali mahasiswa ini....
tapi kok nggak jera-jera ya dipukulin ama ABRI ?

Apa sih mau mu mahasiswa.....apakah kamu pengin negeri ini akan hancur
? rakyat yang 200 juta ini akan terlantar ? 

Katanya kamu pengin memperjuangkan nasib rakyat ? Apakah kamu tidak
merasa iba dengan saudara-saudaramu yang lagi babak belur di Ambon ?

Kenapa sih kamu masih memaksakan kehendak mu sendiri ? Katanya kamu
memperjuangkan demokrasi...tapi nyatanya adalah demo crazy dan
anarki....

Bangun mahasiswa....buka mata hatimu....lihatlah disekelilingmu....

Jadilah intelektual yang benar....

Mahasiswa...mahasiswa....apa sih maumu ....

Revolusi ???? Jangan kau lakukan itu.....
Sekarang saja sudah banyak korban yang berjatuhan....apalagi Revolusi
yang kau inginkan.....

Ingat....keluargamu....ibu bapakmu, adik kakakmu....
semuanya juga merasakan betapa susahnya hidup saat ini....

Biarkanlah dengan Pemilu yang Jurdil dibentuk negara yang demokrasi....

Mahasiswa....jangan kau paksakan kehendakmu....
Ibu pertiwi akan menangis....

Terima kasih mahasiswa....untuk tidak bikin ribut....dengan
revolusimu.....

SM FISIP UI  wrote:
>
>    Kamis, 4
>    Maret 1999
> 
> Bentrok Pecah 35 Mahasiswa Diciduk
> Reporter : Hestiana Darmastuti
> 
>   detikcom, Jakarta - Bentrokan antara mahasiswa
>   dengan aparat pecah. Ratusan mahasiswa yang tertahan
>   di depan Tugu Proklamasi pada Kamis (04/03/1999)
>   pada pukul 15.00 WIB didesak aparat keamanan.
>   Bentrokan pun terjadi. 36 Mahasiswa diciduk,
>   wartawan Pos Kota kena gebuk.
> 
>   Bentrokan itu pecah bermula ketika mahasiswa yang
>   tergabung dalam Komite Mahasiswa Bersatu (KMB)
>   sedang melakukan orasi di depan Tugu Proklamasi.
>   Tiba-tiba saja, dari arah belakang Tugu Proklamasi
>   muncul 12 truk aparat keamanan. Aparat langsung
>   berloncatan dari atas truk dan mendesak mahasiswa
>   agar mundur.
> 
>   Dorong mendorong aparat dengan mahasiswa pun
>   terjadi. Aparat pun menggunakan pentungan untuk
>   mendorong mahasiswa. Mahasiswa tak tinggal diam dan
>   membalas menimpuk aparat dengan benda seadanya.
>   Namun, jumlah aparat keamanan yang besar, membuat
>   mahasiswa berlarian kocar-kacir dan menyelamatkan
>   diri memasuki kampsu ABA-ABI di Jl.Matraman Raya,
>   Jakarta Pusat.
> 
>   Aparat rupanya tidak hanya menghalau mahasiswa
>   sampai di depan kampus saja, namun juga melakukan
>   pengejaran hingga masuk ke dalam kampus hingga ke
>   lantai 5. Terlihat beberapa kaca pecah berantakan.
>   Bahkan terlihat ada darah yang terceceran di lantai.
>   Ketika aparat menyerbu ke dalam kampus, jerit tangis
>   dari mahasiswi membuat suasana kian mencekam.
>   Aparat juga bertindak keras. 35 Mahasiswa diciduk
>   dan diangkat dengan truk kemudian dilarikan melewati
>   Jl.Pramuka. Dari 35 mahasiswa tersebut, 3 orang di
>   antaranya mengalami luka-luka. Belum jelas akan
>   diangkut kemana para mahasiswa itu. Namun diduga
>   mereka akan dibawa ke Polda Metro Jaya.
>   Dalam insiden bentrokan itu, seorang wartawan yang
>   sedang meliput menjadi korban gebukan aparat
>   keamanan. Wartawan tersebut adalah Totok Wirianto
>   dari Pos Kota. Ia mengalami luka di bagian tubuh dan
>   kepalanya lantaran gebukan ngawur dari aparat
>   keamanan. Tidak hanya itu, telepon genggam dan
>   kameranya sempat direbut aparat keamanan.
>   Belakangan telepon genggam tersebut dikembalikan,
>   namun kameranya masih dibawa aparat keamanan. Tidak
>   jelas benar alasan aparat menyita kamera milik Totok
>   tersebut. Yang pasti para wartawan yang sedang
>   meliput insiden itu melakukan protes keras atas
>   tindakan aparat keamanan.
>   Pada pukul 16.00 WIB situasi di depan kampus ABA-ABI
>   masih keruh. Sekitar 500 mahasiswa masih
>   terkonsentrasi baik di halaman depan maupun sebagian
>   lagi di jalanan. Namun begitu, aparat keamanan
>   dengan cepat menghilang. Tak terlihat ada aparat
>   keamanan yang tadinya datang dengan 12 truk itu yang
>   terlihat mengawal kampus ABA-ABI. Yang terlihat
>   hanya satu dua aparat intel yang terus memonitor
>   mahasiswa.
>   Para mahasiswa itu melakukan aksi demo menuntut
>   pembentukan pemerintahan transisi. Mereka meneriakan
>   yel-yel....."revolusi....revolusi............"
>   Mereka memang mulai aksinya dari kampus ABA-ABI.
>   Dari situ bergerak menuju Tugu Proklamasi.
>   Langkahnya tertahan di Tugu Proklamasi sampai
>   kemudian di desak mundur hingga bentroka itu
>   terjadi.
>   Hak Cipta � detikcom Digital Life 1999
> 
> 
> 
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> 
> 
> 
> 
_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke