Mengapa agama harus jadi sumber pertikaian ?
Bukankah Dia mengajarkan kita agama-agama agar kita
menemukan jalan keselamatan dalam naungan-Nya.
Terserah kita memilih jalan keselamatan mana 
tapi yang jelas tak perlu mengusik jalan keselamatan
orang lain.Karena para nabi dan orang suci sebelum
kita juga tidak pernah mengajar kita membenci pilihan
orang lain, Rasulullah SAW membebaskan umat Mekkah
memeluk apa pun setelah berhasil Beliau berhasil
masuk kota Mekkah dengan kejayaan tanpa setetes darah
pun ditumpahkannya. Kristus mengajar kita mencintai
sesama mahluk dan ditebusnya dosa-dosa manusia karena
kasihnya pada manusia
Mengapa sekarang justru kitaharus jadi saling membenci.
Bukankah kebencian yang akan menghambat kita mencapai
makrifat tentang-Nya. Padahal, makrifat barulah pokok
pangkal agama. Bagaimana kita mengaku beragama kalau
pokok pangkalnya saja kita jauhi.
Jangan-jangan kita belum menyembah Tuhan yang Maha
Agung dan Maha Kuasa yang mengajar kita lewat
nai-nabi-Nya tapi kita baru menyembah tuhan-tuhan
picik buatan kepala kita sendiri. 
Mari tidak berbuat jahat atas nama-Nya
Edwin



---Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saudara Monny,
> Berita yang ekstrim yang cuma mau menabuh genderang
perang, yang cuma mau
> mengundang setan dihati kita bersama sebaiknya kita
sensor dengan unsur malaikat
> yang ada di hati kita masing2.
> 
> Harapan saya, jangan sampai kita buta melihat
ribuan orang bergelantungan di
> kapal buat menyelamatkan nyawanya. Pagi ini saya
melihat di CNN, seorang pria
> muda sedang menggendong  seorang wanita lemah yang
baru saja melahirkan untuk
> ikutan lari kekapal. Wajah bayinya masih merah.
Mungkin baru beberapa jam sempat
> mencicipi oksigen diudara yang tidak ramah bagi
kemanusiaan.
> 
> Kesadaran akan adanya  kejadian yang amat
menyedihkan ini harus kita tekankan ,
> bukan buat mengumbar emosi, tapi untuk mengusik
keimanan kita terutama yang
> mengaku beragama. Apa yang bisa kita lakukan
bagikemanusiaan. Apa yang bisa kita
> lakukan buat saudara kita sebangsa ? Sekali lagi  S
E B A N G SA
> 
> Wassalam.
> 
> Monny wrote:
> 
> >         Ini sekedar cerita atau .... ? koq berbau
provokator nich.. apalagi
> > ada himbauan mengajak umat muslim yg lain untuk
ikut berperang :(  Trus
> > kalimatnya menggunakan kata2 yg bisa bikin hati
panas dingin. Saya sendiri
> > pernah mendengar isu kalau ada wanita-wanita
Kristen yang sedang hamil di
> > belah perutnya, kemudian janinnya di keluarkan
dan di cincang-cincang.
> > Ceritanya hampir persis seperti cerita dalam
e-mail ini, tapi dalam versi
> > sebaliknya, dalam hal ini umat Kristiani.
> >         Kenapa? apa kejadian di kota Ambon tidak
cukup bagi kita semua untuk
> > memetik pelajaran? untuk kita lebih sadar dan
mawas diri? agar kita bisa
> > bertobat dan menyadari segala kekeliruan kita?
supaya kita bisa lebih
> > mendekatkan diri pada Tuhan? apa sudah separah
inikah nasib bangsa yang
> > kusayangi? :(  ...... mengapa oh Tuhan... 
lawatlah bangsa ini.
> >
> > Monny
> > Yang menangis dan terus berdoa
> >
> > ...............CUT......................
> > >Di sana, menurut mereka, wanita-wanita Muslimah
yang sedang hamil
> > >dibelah perutnya. Lalu dikeluarkan janinnya, dan
dicincang-cincang.
> > >Anak-anak kecil yang lari ketakutan dan berusaha
menyelamatkan diri
> > >ditangkapi lalu dilempar ke dalam api yang
menyala. Jerit tangis
> > >bocah-bocah mungil itu sangat menyayat hati.
Perlakuan iblis itu
> > >dilakukan orang-orang Nasrani di sana atas nama
agamanya. Gadis-gadis
> > >Muslimah diperkosa beramai-ramai. Payudaranya
ditoreh tanda salib
> > >dengan parang, lalu dipotong.
> > ...............CUT......................
> >
> >
______________________________________________________________________
> > To subscribe, email:
[EMAIL PROTECTED]
> > To unsubscribe, e-mail:
[EMAIL PROTECTED]
> >
> > Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> 
> 
> 
>
______________________________________________________________________
> To subscribe, email:
[EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail:
[EMAIL PROTECTED]
> 
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
> 
> 
> 
> 

_________________________________________________________
DO YOU YAHOO!?
Get your free @yahoo.com address at http://mail.yahoo.com


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke