Saya Adalah orang yang menganjurkan untuk membuka ruang "Kuli Tinta" ini
bagi wacana tentang keragaman, entah itu agama, etnik, ras maupun kultural.
Saya adalah orang yang ikut kampanye soal multikultural yang diadakan
AJI-LSPP di 8 kota di Nusantara. Saya mendapatkan kesimpulan, dari diskusi
dengan teman-teman wartawan, bahwa kaum jurnalis di Indonesia memang masih
memiliki sejumlah kelemahan. Antara lain adalah tidak memadainya "cara
pandang" akibat stereotip yang selama ini dibangun Orde Baru dan politik
untuk menutup semua wacana (akademis) soal SARA. Yang terakhir inilah yang
membuat kita mudah masuk pada pertentangan yang mendalam setiap kali ada
pihak yang mencoba mendiskusikannya. 

Saya memohon moderator untuk lebih bijak dan membuka ruang bagi wacana yang
selama ini ditutup rapat oleh Orde Baru.

Ruhoro.-

===========



At 10:23 PM 3/9/99, you wrote:
>Seperti yang telah seringkali dituliskan tujuan milis ini adalah sebagai
tempat diskusi para kuli-tinta dengan para pembaca yang mungkin menjadi
sumber berita dan inspirasi.
>
>Mengenai topik "antar agama" yang kini mengemuka, memang menjadi persoalan.
Berita yang kini marak di media massa, berkaitan dengan kasus Ambon, tentu
adalah topik berlatar belakang agama. Dan topik tentang Ambon ini, bisa saja
menjadi dikonsentrasikan menjadi apakah memang ada konflik agama dan
bagaimana masing-masing penganut agama mengimani ajaran agamanya. Karena
itu, lalu topik agama menjadi relevan untuk diperbincangkan para kuli-tinta
dan pembaca, karena memang berkaitan dengan pemberitaan media massa.
>
>Namun kiranya patut ditekankan, bahwa perbincangan tentang agama itu
tidaklah dimaksudkan untuk menyudutkan agama lain. Karena memang, tidak ada
agama yang mengajarkan pertentangan dengan penganut agama lain. Pada level
ini (bila telah menyudutkan agama lain), maka posting yang berkaitan dengan
itu, akan tidak diperkenankan. Dan bila ada peserta milis yang melakukannya,
tentu akan diberikan peringatan. Lalu, bila peringatan itu tidak
diperhatikan, maka seperti yang lalu, akan dimasukkan dalam daftar hitam
(black list).
>
>Terimakasih atas perhatian dari Saudara Tomita, komentar dan pendapat anda
senantiasa dinantikan. Selamat berdiskusi bagi seluruh peserta milis.
>
>Moderator
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke