Ini adalah contoh nyata betapa kerukunan antar umat di negara kita masih lah
semu. Sangat mudah terkoyak apabila salah satu pihak mulai mengusik atau
mengintervensi.

Bisa dibayangkan, kita di sini yang hanya berdiskusi / berpolemik melalui e-mail
saja (yang tidak kita ketahui secara pasti apakah si pengirim e-mail adalah
orang yang bertanggung jawab atau bukan, seorang provokator atau bukan) sudah
terlihat "memanas",
... apalagi kalau perbedaan-perbedaan ini diungkapkan secara langsung,
... apalagi kalau telah terjadi perkelahian antar umat beragama,
... apalagi kalau telah terjadi pengrusakan rumah ibadat,
... apalagi kalau telah terjadi pembunuhan yang dilakukan suatu umat agama
tertentu terhadap umat agama lain.
Akhirnya saya bisa memahami, bagaimana Kasus Ambon bisa terjadi...
Mau tidak mau - suka tidak suka, Inilah cermin bangsaku yang sebenarnya.


wassalam,
Bonny Bambang

note : maaf saya terpaksa melampirkan semua surat di bawah.




"Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]> on 03/09/99 04:13:34 PM

Please respond to [EMAIL PROTECTED]

To:   "Millis Kuli-Tinta" <[EMAIL PROTECTED]>
cc:   "Oen Ko Siong" <[EMAIL PROTECTED]> (bcc: Bonny Bambang)
Subject:  [Kuli Tinta] OEN KO SIONG




Assalamualaikum,
Senang sekali mendengar ada seorang saudara saya keturunan Cina dengan berani
mengekspresikan diri. Mengeluarkan isi hati. Welcome ! Ajak saudara anda2 yang
lain untuk ikut cuap2 bersama yang lain disini. Dengan bisa duduk ngobrol
bersama saja saya kira kita sudah turut menyumbang kepada perkembangan
pembangunan bangsa ini. Kita bisa bertanya, kita bisa marah. Tapi sudah tentu,
kita akan menyalurkan pertanyaan dan marah itu secara beradab bukan?.

Dan.... Marilah kita belajar duduk sama tinggi. Maaf, saya masih merasa dalam
tulisan anda itu perasaan kuno menganggap agama lain lebih rendah daripada agama
kita. Agama lain mungkin biadab. Anda masih perlu bukti dari ummat lain bahwa
agamanya cukup baik. Marilah kita masing2 membiasakan diri menghormati keyakinan
orang lain betul2 dari dalam hati. Bukan basa-basi.
Bila kita menganggap rendah sesuatu ajaran agama, itu berarti menganggap tolol
ratusan juta bahkan milyaran manusia lain. Bukankah itu suatu sikap tolol yang
tidak ada yang lebih tolol ?

Kejadian Ambon, dengan bukti eksodus besar2an, membuktikan kepada kita  semua
bahwa penganut Kristen-pun mampu berbuat jahat yang setahu saya di Indonesia
belum dibuat orang : ETNIC-CLEANSING. Peristiwa2 lain seperti peristiwa 14 Mei
yang dahsyat itu membuktikan pula masyarakat pribumi mampu berbuat sangat jahat.
Maling rame2. Merusak membakar milik manusia lain, makhluk Tuhan yang lain:
Milik keturunan Cina. Masyarakat pribumi yang ikutan beragam agamanya, pasti ada
Islam , Kristen, Kafir, dll.  Sangat wajar kalau ada yang menduga mayoritasnya
penganut Islam. Sangat wajar bahkan benar kalau dikatakan banyak penganut Islam
sanggup berbuat jahat dan rendah. Jangan bilang kalau turunan Cina tidak mampu
berbuat jahat. Andil beberapa penjahat turunan cina saya kira cukup besar pula
dalam meluluh-lantakkan ekonomi negeri ini. Keambrukan yang pada gilirannya
menyengsarakan ratusan juta jiwa.

Marilah kita sama menyadari bahwa semua ini karena amburadulnya system
pemerintahan negeri ini. Karena amburadulnya  system hukum. Mungkin pula karena
pengaruh beberapa bajingan dan orang jahat. Marilah kita menyadari, Bahwa Itu
semua bukan karena ajaran agama. Janganlah kita berbuat tolol mencurigai
kebiadaban suatu agama. Apa yang terjadi bukan pula karena kelemahan suatu ras
seperti ras melayu. Lee Kuan Yew yang kuat di Singapura belum lama mendidik
masyarakat yang mayoritasnya ras cina untuk tidak sembarangan meludah/
mengeluarkan riak sebarangan dijalan. Belum lama pula mereka oleh Lee diajari
bagaimana duduk di kloset kamar kecil dengan benar . JANGAN JONGKOK ! .  Hal itu
membutuhkan partisipasi kita, sedikit demi sedikit. Partisipasi dalam
memperjuangkan terbentuknya system   yang lebih baik.

Marilah kita kutuk perbuatan jahat bersama-sama. Kalau anda ngotot menghubungkan
kejadian kejahatan seperti perkosaan dengan kesucian ajaran agama, atau menghina
bagian ritual  agama seperti azan, sholat,dsb.,  hal itu amat melemahkan
persatuan kemanusiaan dalam melawan segala kezaliman.

Teriakan Jihad muncul dari Ummat Islam karena sampai kemarin belum ada tindakan
konkrit yang kelihatan yang bisa mengehentikan kejahatan. Memberikan rasa aman
sehingga bisa menghentikan eksodus dan pembunuhan. Teriakan tersebut persis
seperti teriakan keturunan Cina dulu pada kerabatnya diseluruh dunia. Teriakan
sekumpulan manusia tanpa perlindungan yang cukup disuatu tempat. Teriakan yang
sah dan sangat manusiawi. Mudah2an teriakan jihad kelak bisa muncul untuk
menghadapi setiap kezaliman. Bila persatuan kemanusiaan sejati bisa terwujud
dinegeri ini kelak. Bila keadilan sejati bisa diwujudkan . Bila penghormatan
sejati pada kemanusiaan bisa diwujudkan di negeri ini. Insyaallah.

Catatan:  Dari manakah anda dapat data bahwa RIBUAN gereja telah dibakar ?.

 Wassalam.

Oen Ko Siong wrote:
>
> [Oen Ko Siong]  Entah berita dari saya ini akan diposting oleh admin kuli
> atau tidak. (Kalau memang KuliTinta tidak melakukan diskriminasi...)
>
> Saya rasa reaksi umat Islam sungguh sangat antusias bahkan terkesan
> berlebihan atas kejadian di Ambon. Coba kita lihat fakta sejarah .... koq
> bisa-bisanya sdr Ramadani mengatakan bahwa umat Islam di Ambon menderita....
> padahal dalam 10 tahun terakhir ini, sudah ribuan gereja dihancurkan oleh
> umat Islam sendiri. Mereka yang terus menerus melakukan hal ini dan selama
> ini telah didiamkan oleh umat Kristen. Mungkin kesabaran orang ada
> batasnya.... dan inilah masa penuaian umat Islam sendiri atas perbuatannya.
>
> Jadi orang Islam memang enak yach, apalagi di negara yg mayoritasnya sama
> dengan anda .... maunya menang sendiri (Tapi itulah keinginan syaitan yang
> terkutuk ... ).
>
> Pada saat umat Anda melakukan penghancuran, pembunuhan, pemerkosaan ....
> dll, anda semua mengatakan bahwa itu bukan tindakan orang Islam. Islam tidak
> pernah mengajarkan demikian, ... dll kata-kata manis. Tapi tidak ada
> tindakan apa-apa, karena korbannya adalah umat non-muslim. Dan bahwa
> tindakan para korban dan umat non-muslim yang mengatakan bahwa umat
> Islam-lah yg melakukan demikian, anda bilang bahwa itu adalah 'Penghinaan
> atas Islam'. Seharusnya anda-anda yg merasa 'Islam' itulah yang harus
> membuktikan bahwa agama anda itu adalah benar adanya, dan silahkan melakukan
> jihad untuk memulihkan nama baik agama anda dengan menghancurkan para
> perusuh itu. Tapi yg anda lakukan selama ini hanya sebatas perkataan saja.
>
> Sementara bila ada isyu bahwa orang Islam (belum dicek siapa yang benar dan
> salah) dianiaya oleh orang non-Islam, anda langsung berteriak jihad, dan
> menyebar fitnah bahwa salah satu umat anda ditindas oleh orang-orang kafir.
> Dan anda semua merasa sebagai pembela
> Islam yg dihargai Allah ???
> Memang enak yach ???
>
> Coba lihat berita dari Republika ini, di mana orang Kristen yg beribadah di
> rumahnya sendiri dilarang, dan gedungnya dihancurkan, dengan alasan
> mengganggu ketertiban masyarakat. (Coba bayangkan, beribadah di rumah
> sendiri !!! ). Pasti anda bilang itu bukan tindakan orang-orang Islam ???
> Karena Islam tidak pernah mengajarkan demikian ???
> Padahal kalau kita mau lihat, setiap ada perayaan tertentu dari agama Islam,
> bukan hanya di rumah-rumah saja, bahkan jalan raya yg 'milik umum' pun
> dijarah untuk keperluan ibadah anda.
> Bahkan setiap hari, kuping non-muslim dipaksa u/ mendengarkan doa-doa anda
> yg diteriakkan dng lantang melalui speaker ??? Mana yg lebih mengganggu
> kepentingan umum ????
> Demikian parahkan iman umat Islam, sehingga u/ sembahyang pun harus
> dipanggil dengan teriakan-teriakan seperti itu ???
>
> MASSA MENGAMUK DI BANDUNG - Republika 8 Maret 1999
>
> BANDUNG - Ketenangan kota Bandung terusik menyusul terjadinya aksi kerusuhan
> yg terjadi Ahad (7/3). Kerusuhan yang berawal dari perumahan Taman Rahayu,
> Desa Mekar Rahayu, Kec Batujajar, Kab Bandung ini kemudian merembet kedua
> kompleks perumahan mewah lainnya yang berdekatan. Ratusan rumah, ruko di
> tiga kompleks perumahan berbeda rusak. Tidak hanya itu, sebuah sekolah milik
> yayasan Badan Pendidikan Kristen Penabur (BPKP) dirusak dan dibakar massa.
>
> Menurut keterangan yang berhasil dihimpun Republika di lapangan
> mengungkapkan, tidak ada korban jiwa dalam aksi kerusuhan yang mulai
> berlangsung pkl 09.00 WIB ini. Dalam aksi kerusuhan ini pihak aparat
> keamanan berhasil mengamankan lima orang yang diduga sbg provokator. "Sudah
> lima orang kita amankan. Mereka sedang kita mintai keterangannya", ujar
> Kadispen Polda Jabar Letkol Pol Drs Istanto Judihardjo.
>
> Tidak ada korban jiwa dalam aksi kerusuhan yang mulai berlangsung pukul
> 09.00WIB ini. Pihak keamanan pun akhirnya bisa meredam amarah massa lima jam
> setelah kejadian. Dari hasil pemantauan Republika mengungkapkan bahwa aksi
> kerusuhan itu mulai berlangsung di perumahan mewah Mekar Rahayu Regensi yang
> mayoritas penghuninya WNI keturunan. Lokasi kejadian ini berada sekitar 15
> km arah selatan pusat kota Bandung.
>
> Sejumlah saksi mata menyebutkan, kerusuhan berawal dari kekesalan masyarakat
> di sekitar kompleks perumahan Mekar Rahayu Regensi. Beberapa waktu lalu
> warga memprotes keberadaan sebuah ruko yang dijadikan tempat beribadah umat
> Kristen. "Kami sudah memprotes tembat beribadah itu karena tidak sesuai
> dengan fungsinya, Dan lagi mayoritas penduduk di tempat kami adalah Muslim",
> tutur seorang warga yang minta tidak disebutkan namanya. Soal ini Kadispen
> Polda Jabar pun membenarkannya.
>
> Massa yang berdatangan dari berbagai mulut gangpun tiba-tiba menyerang dan
> merusak ruko tersebut. Kaca-kaca dan barang yang berada di didalam ruangan
> ruko dikeluarkan.
>
> Setelah beraksi di tempat ini, massa yang berjumlah ribuan orang ini
> kemudian menuju sekolah milik yayasan BPKP yang memiliki 700 siswa. Sambil
> berjalan menuju Taman Holis, massa melempari rumah-rumah warga dengan batu.
> Akibatnya kaca-kaca rumah mewah itu pun hancur berantakan. "Yang saya tahu
> massa tersebut bukan warga di sekitar kompleks ini. Saya tidak kenal
> wajah-wajah mereka", tutur H Sadeli tokoh masyarakat setempat.
>
> Satu jam kemudian situasi di tempat tersebut berhasil diatasi petugas.
> Ratusan petugas dari TNI-AD dan Polri dikerahkan untuk melokalisir
> kerusuhan.
>
> -----Original Message-----
> From:   Ramadhani [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:   Saturday, March 06, 1999 7:42 AM
> To:     [EMAIL PROTECTED]
> Subject:        [Kuli Tinta] COUNTER  BERITA !!!
>
> Assalamu'alaikum Wr Wb
>
> Hari ini saya membaca di Jakarta Post artikel sebagai berikut:
>
> Jacky Manuputih, a member of a fact-finding team from Protestant
> Maluku Chruch, to The Jakarta Post by phone from Ambon that
> Adam Matital, 32, was stabbed and beaten by two unidentified men
> near the city's Yos Sudarso seaport on Thrusday morning.
> "He was going to pick up a package carried by the Rinjani ship arriving
> at seaport this morning when he was attacked by unidentified men."
> Jacky said Adam managed to escape and sought refuge at a nearby
> community health center.
>
> Terjemahan bebasnya:
>
> Jacky Manuputih, seorang team pencari fakta dari Gereja Protestan
> Maluku, kepada The Jakarta Post lewat telepon dari Ambon mengatakan
> bahwa Adam Matital, 32, ditusuk dan dikeroyok oleh dua orang tak
> dikenal dekat Pelabuhan Kota Yos Sudarso pada Kamis pagi.
> "Ia sedang mengambil paket dari kapal Rinjani yang datang ke Pelabuhan
> itu tadi pagi ketika diserang oleh dua orang tak dikenal itu."
> Jacky mengatakan bahwa Adam berhasil meloloskan diri dan minta
> pertolongan pada puskesmas setempat.
>
> Berita kriminal ini sama sekali tidak berarti jika dibandingkan
> dengan penderitaan yang dialami oleh kaum muslimin di
> Ambon. Saya mengusulkan agar ada orang-orang Islam terutama
> yang berada di tempat kejadian (Ambon) agar juga menelepon ke
> koran/majalah berbahasa Inggris untuk menjelaskan hal sebenarnya
> sebagai counter attack. (Tidak perlu dengan bahasa Inggris bisa pakai
> bahasa Indonesia saja).
>
> Telepon The Jakarta Post adalah: 021 - 5483008 ext 4100 dan 4101
>                                                 Hunting system: 021 -
> 5300476
>                                                 Fascimile: 021 - 5492685
>
> Demikian, terimakasih.
>
> Wassalamu'alaikum Wr Wb
>
> ______________________________________________________________________
> To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
> Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!




______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!









______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke