Ah... kan yang bersangkutan sudah bilang kalau e-mail itu tidak dikirim
olehnya. Kok masih ditanggapi? Bukankah kita sudah sepakat bahwa karena
e-mail itu tidak jelas pengirimnya, lalu tidak usah ditanggapi. Jadi, karena
yang bersangkutan sudah minta maaf dan mengatakan itu bukan e-mailnya
(dikirim oleh orang lain ketika ia sedang makan siang), mari kita anggap
saja e-mail itu tidak pernah ada. Gimana rekan2?
------------------------Martin Manurung-----------------------------
[EMAIL PROTECTED] [EMAIL PROTECTED]
Homepage: http://www.cabi.net.id/users/martin
____________________________________________
"Love your enemies, do good to those who hate you"
-----Original Message-----
From: Beby Asvi Yunita <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: 10 Maret 1999 17:05
Subject: Re: [Kuli Tinta] COUNTER BERITA !!!
Untuk Sdr. Oen Ko Siong,
Sebagai seorang Muslim, saya cukup tersinggung dengan kata-kata anda yang
intinya berteori bahwa apa yang saat ini terjadi di Ambon adalah akibat
dendam membara dari "terutama" umat Kristiani yang selama sekian tahun
lamanya diperlakukan secara tidak adil oleh umat Muslim.
Padahal sejauh yang saya tahu karena kebetulan orang tua saya berasal dari
Ambon, bahwa di kota Ambon, mayoritas masyarakatnya beragama Kristen dan
selama berabad-abad terkenal dengan toleransinya. Saya bisa bicara begitu
karena keluarga saya sendiri terdiri dari pemeluk agama Islam dan Kristen
(Katolik/Protestan).
Dari sini aja, saya bisa katakan bahwa teori anda SALAH BESAR.
Kedua, anda bahkan menyebarkan tuduhan keji bahwa selama ini umat Islam
Indonesia yang mayoritas telah memanfaatkan ke-mayoritasan-nya itu untuk
mendikte pemeluk agama lain. Saya tentu ingin bukti, karena justeru yang
saya alami selama ini, pengalaman pribadi saya berkata sebaliknya. Tapi
sudahlah, itu tidak usah diperpanjang, hanya akan memperuncing masalah saja.
Saya hanya menyesalkan karena anda sepertinya tidak bisa menahan diri anda.
Anda menuduh orang Islam tidak pernah men-check kebenaran suatu berita.
Apakan anda sendiri saat ini sudah melakukannya?
Tentang suara-suara lantang lewat speaker, tentunya yang anda maksud adalah
"Panggilan Sholat" atau Adzan.
Perlu saya jelaskan bahwa panggilan sholat (Adzan) adalah "WAJIB" dan
disunatkan untuk memperdengarkannya dengan suara lantang dan keras. Jadi apa
yang dilakukan bukan untuk gagah2an saja apalagi berniat untuk mengganggu
ketenteraman umat beragama lain. Dan saya sendiri juga tidak pernah protes
kalau di rumah saya keluarga yang beragama Kristen mengadakan acara yang
juga menggunakan sound system untuk melantunkan nyanyian pujiannya.
Terakhir untuk Bapak Moderator, saya yakin bahwa Millis ini tidak SARA.
Tapi, terutama dalam situasi sekarang ini, tolong untuk lebih menseleksi
berita-berita untuk diforwardkan ke kita-kita.
Terima kasih sebelumnya dan maafkan kalau kata2 saya mungkin menyingggung
rekan-rekan....
Wassalam,
-----Original Message-----
From: Oen Ko Siong <[EMAIL PROTECTED]>
To: '[EMAIL PROTECTED]' <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Monday, March 08, 1999 2:59 PM
Subject: RE: [Kuli Tinta] COUNTER BERITA !!!
---del
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!