Negative spread adalah istilah banker bila sebuah perusahaan tercatat
sedang merugi, dalam hal ini Bank memberikan deposito dengan bunga tinggi,
namun kredit yang ada rata rata macet (70%) dari total portfolio... maka
dapat disimpulkan bahwa untuk membiayai bunga deposito bank kepada nasabah,
harus didapatkan omzet (bunga dari kredit)... dimana hal ini tidak mungkin
pada kondisi saat ini, dan untuk biaya operasi bank agar tetap berjalan,
terpaksa pinjam uang dari BI utk bayar bunga deposito.... bisa berupa
BLBI, GIRO MERAH apapun sebutannya...pokoknya minjam BI bayar bunga dan buat
operation bank agar tetap hidup....
djoe.
-----Original Message-----
From: sound 98 <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Wednesday, March 17, 1999 11:58 AM
Subject: [Kuli Tinta] APA ITU NEGATIVE SPREAD ?
>
>Hi, Rekan Netter Yth.
>
>Barangkali ada yang mau menjelaskan arti dan dampaknya, bila pemerintah
>dalam hal ini BI. tertarik mengeluarkan "negative Spreads" dan mengapa
>merugikan negara "nombokin" sampai ber milyard rupiah ? Atas perhatiannya,
>makasih ya.
>
>Contoh kasus spt. berikut ini :
>
>NAMA BAIK ICAL DISELAMATKAN GINANDJAR
>
> JAKARTA (SiaR, 16/3/99), Nama baik Aburizal Bakrie diselamatkan
>pemerintah dalam tindakanl likuidasi 38 bank swasta Sabtu (13/3) lalu.
>Sumber SiaR di Bank Indonesia menyebutkan, penundaan likuidasi selama dua
>minggu oleh Menko Ekuin, Ginandjar Kartasasmita, itu memang untuk
>menyelamatkan Bank Nusa Nasional (BNN) milik Aburizal Bakrie dari
likuidasi.
>BNN tidak bisa sepenuhnya menyelamatkan diri dan ikut program
rekapitalisasi
>seperti sembilan bank lainnya.
>
> Pemerintah akhirnya hanya bisa membantu menyelamatkan nama baik
>Aburizal dari daftar orang tercela (DOT) dengan mengambilalih BNN.
>
> Dengan keputusan itu Ical, panggilan akrab pengusaha Golkar yang
>dekat dengan Ginandjar itu, kehilangan banknya dan harus merelakan banknya
>dimiliki pemerintah. Namun pilihan itu cukup menguntungkan baginya karena
>BNN seharusnya masuk dalam daftar bank yang dilikuidasi.
>
> Dibandingkan dengan Bank Papan Sejahtera (BPS) yang sebagian
>sahamnya dimilik Gus Dur, BNN sebenarnya tak memiliki manfaat ekonomi dan
>sosial. "Seharusnya yang lebih pantas diselamatkan bukan BNN namun BPS
>karena bank ini memiliki retail, terutama di bidang kredit perumahan yang
>luas. Nah, apa jasa BNN di dunia perbankan?" ujar seorang mantan bankir.
>
> Kalangan bankir yang tak puas dengan keputusan pemerintah
>melikuidasi 38 bank juga heran dengan lolosnya BNN dari likuidasi dan malah
>diambilalih pemerintah. Mereka juga berpendapat, BNN tak pantas
diselamatkan
>karena masih ada beberapa bank yang lebih pantas diselamatkan. "Ini jelas
>karena pertimbangan perkoncoan," ujar seorang bankir.
>
> Mantan bankir yang dikutip tersebut mengatakan hanya untuk
>meyelamatkan sebuah bank yang pemiliknya dekat dengan kekuasaan,
pemerintah
>harus menunda likuidasi dua minggu yang mengakibatkan makin turunnya
>kepercayaan, kerugian triliunan rupiah karena negative spread selama dua
>minggu itu dan jatuhnya nilai rupiah terhadap dolar.
>
> "Ini jelas tak benar. Hanya untuk kepentingan Bakrie, negara harus
>mengeluarkan uang triliunan rupiah untuk nomoboki negative spread dan
>intervensi untuk mengangkat kembali nilai rupiah," ujarnya.***
>
>" Kindness is a language that the deaf can hear
> and the blind can see."
>" Whatever you do,do it with kindness and love."
>
>______________________________________________________________________
>To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>
>Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!
>
>
>
>
______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!