Abdullah Hasan wrote:
> 
> Masa PDI itu memang manusia tapi karena mereka itu anak buahnya Mbak
> Megawati yang anaknya Proklamator , tidak mungkin mereka itu melakukan
> perbuatan yang memalukan seperti itu. 

Jadi, kalau anakbuahnya Megawati itu "tidak mungkin mereka itu
melakukan.." atau tidak bisa salah "karena mereka itu anak buahnya mbak
megawati yang anaknya proklamator" berarti ma'shum dong. Apalagi
Megawati tentunya lebih tidak pernah dan mustahil bisa salah. Apalagi
Bapaknya Megawati lebih ma'shum dari Megawati. Jadi karena alasan
"SAKRAL" dan (maaf) berbau "Feodal" tersebutkah Anda enggan untuk
sedikit obyektif, tidak emosional dan logic untuk melihat persoalan ? 

> anggota Golkar anak buah pak Harto. Coba kita lihat wajah2 masa PDI yang ada
> di Posko2 disegenap pelosok negeri. Meskipun bertampang preman, mereka tidak
> pernah minta uang banyak2. Tapi cuma sewajarnya saja . Mereka kan orang
> tertindas.  

Jadi, Anda menghalalkan "minta uang yang sewajarnya" kepada orang yang
lewat posko PDI? Bukankah ini tindak pidana ? Apakah ini solusi PDI
untuk mengentaskan "orang-prang yang tertindas"....? Lalu pengertian
"orang yang tertindas" itu apa ? Apakah hanya "rakyat PDI Perjuangan"
saja yang tertindas selama ORBA ? 

> Mereka juga terhadap wanita tidak terlalu keras atau jorok. BH
> wanita Golkar yang di Purbalingga tidak sampai disuruh copot bukan ? Fitnah,
> fitnah, fitnah. Tv swasta banyak yang tukang fitnah.

Berarti Anda mengakui bahwa "menelanjangi wanita" hingga tinggal BH dan
CD merupakan "tindakan yang tidak terlalu keras atau jorok" dan dapat
ditolerir ? Bagaimana perasaan Anda kalau keluarga Anda yang wanita di
kerjain seperti itu ? Jadi, Negara kita bisa ANARKI dong... 

SORRY, saya bukan pendukung GOLKAR, dulu dan sekarang. TApi hendaknya
saat ini kita mulai kehidupan demokrasi yang utuh, sesuai dengan aturan
mainnya. Kalau kita ingin berdebat/diskusi hendaknya dengan argumentasi
yang logis dan tidak emosional dengan mempertimbangkan maslahat dan
kepentingan bangsa di atas kepentingan partai atau golongan, OK ?
Hitung-hitung untuk "latihan jadi penguasa".


Terima kasih.


nugroho.

______________________________________________________________________
To subscribe, email: [EMAIL PROTECTED]
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]

Indonesia Baru: berkeadilan tanpa kekerasan!


Kirim email ke